Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Jumat 15 November 2024, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melaksanakan Penilaian Ulangan Harian Mengenai BAB III - Materi CERITA PENDEK
Capaian Pembelajaran : siswa mampu memahami Pengertian, ciri-ciri, unsur pembangun, struktur dan kaidah kebahasaan pada cerita pendek
Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu
menjawab pertanyaan dengan benar mengenai Materi yang ada di BAB II tentang Cerita Pendek.
mengetahui apa itu cerpen
mengetahui struktur cerpen
mengetahui ciri-ciri cerpen
mengetahui unsur pembangun cerpen
mengetahui kaidah kebahasaan cerpen
mengetahui jenis cerpen
Note : Soal UH akan saya share setelah melaksanakan UH, Gun dipelajari kembali dirumah
Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi
Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang,
Kelas 8 hari ini Kamis 14 November 2024, Pada Pembelajaran hari ini kita
akan membahas tentang Menulis Artikel Ilmiah Populer. Silahkan dibaca dan
dipahami materinya.
Capaian
Pembelajaran :
·Peserta
didik mampu memahami informasi berupa gagasan,pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks visual danaudiovisual untuk menemukanmakna yang tersurat dan tersirat.
·Peserta
didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan,arahan atau pesan tertulis untukberbagai tujuan secara logis,kritis, dan kreatif.
Tujuan Pembelajaran :peserta
didik mampu
·Memahami
cara-cara mendapatkan informasi untuk membuat sebuah artikel ilmiah popular
·Menulis
artikel ilmiah populer sesuai kaidah
Topik Pembahasan :
·Menemukan
Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer
Judul artikel
ilmiah populer umumnya lebih sederhana dan menarik, tapi
tetap harus mencerminkan isi teks.Judul yang sederhana dan menarik ini rasa
penasaran dan ketertarikan pembaca.
2.Pendahuluan
Pendahuluan adalah bagian yang menjelaskan tentang pengenalan atau
pembukaan dari artikel ilmiah populer. Di sini, penulis menjelaskan latar
belakang dan metode yang digunakan dalam membuat artikel ilmiah populer
tersebut.
3.Isi
Di dalam bagian ini, berisi pandangan dan analisis
penulis mengenai topik yang dibahas. Biasanya penulis akan menambahkan beberapa
argumen dari para ahli dan data yang mendukung suatu penulisan.
4.Penutup
Penutup berisi kesimpulan penulis tentang suatu topik yang sudah
dianalisis.
Jenis-Jenis Karya Ilmiah Populer
1.Esai
Esai adalah suatu karangan
prosa yang berisi mengenai suatu topik atau masalah tertentu dan ditulis dengan
berdasarkan sudut pandang sang penulis. Esai juga merupakan opini, pandangan,
ataupun ekspresi pribadi yang dituangkan dalam berbagai bentuk tulisan. Meski
demikian, esai akan tetap ditulis dengan argumen yang jelas dan kuat.
2.Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah juga tergolong
sebagai karya ilmiah populer yang isinya berupa ilmu pengetahuan dengan
memaparkan berbagai fakta tertentu. Selain itu, ditulis dengan metodologi yang
benar, tetapi tetap menggunakan bahasa yang lebih ringan.
3.Opini
Opini sebagai suatu karya
ilmiah populer yang berisi pendapat, ide, pikiran penulis mengenai suatu topik
tertentu. Umumnya, teks ini sendiri bersifat tidak objektif, tetapi isinya
tetap mengedepankan mengenai suatu argumen dengan data yang jelas. Contoh tulisan
opini yang paling mudah ditemukan diantaranya adalah opini yang dipublikasikan
di media massa.
Langkah
Penulisan Artikel Ilmiah Populer
1.Tentukan
Topiknya
Sebelum Anda memulai membuat artikel ilmiah populer, harus menentukan
terlebih dahulu topik yang akan dikembangkan.
Sebagai contoh seperti topik kebersihan lingkungan, pendidikan, sosial,
kesehatan, dan lain-lain. Atau bisa juga dari pengalaman Anda, minat Anda, dan
observasi mengenai lingkungan sekitar.
2.Tentukan
Tujuannya
Selanjutnya harus menentukan tujuan dari adanya penulisan artikel ilmiah
populer tersebut.
Contohnya seperti artikel ilmiah populer mengenai kebiasaan sarapan bagi
siswa.
Itu memiliki tujuan supaya untuk mengetahui ada berapa banyak siswa yang
melakukan sarapan sebelum berangkat sekolah.
3.Menentukan
Cara Mendapatkan Informasi
Terdapat 3 (tiga) cara untuk Anda bisa mendapatkan informasi dalam
pembuatan artikel ilmiah populer yaitu:
1)Wawancara
artinya Anda harus melakukan tanya jawab kepada narasumbernya untuk bisa
mendapatkan informasi.
2)Kuesioner artinya sebuah daftar pertanyaan
yang dibuat oleh Anda untuk mendapatkan suatu informasi.
3)Tulisan
orang lain artinya Anda juga bisa mendapatkan informasi itu dari tulisan
artikel orang lain.
4.Tuliskan
Pendapat dari Informasi yang Ditemukan
Tambahkan juga pendapat pribadi dari informasi yang sudah Anda temukan
untuk penulisan artikel ilmiah populer. Pendapat tersebut juga harus
berdasarkan data yang ada.
5.Menulis
Artikel
Selanjutnya
semua informasi lengkap Anda harus memulai untuk membuat artikel tersebut
dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
AYO BERLATIH !!!
NOTE :
1. Pengertian Fakta
Pengertian fakta dalam kalimat adalah menjadi sebuah sifat yang
menunjukan bentuk kalimat berdasarkan situasi riil atau peristiwa, masalah, dan
konteks wacana yang benar-benar terjadi. Kebenaran dalam fakta menciptakan
ciri- ciri atau karakteristik pada kalimat tersebut agar dapat menampilkan
kebenaran itu sendiri secara kebahasaan. Hal dikatakan sebuah fakta jika
ditampilkan karena sudah teruji dan terbukti.
Contoh :
·Sapi adalah hewan yang berkaki empat dan makhluk herbivora.
·Pensil Yang dijual oleh beberapa swalayan memiliki harga diatas
sepuluh ribu rupiah.
·Oksigen adalah sebuah energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia
untuk bertahan hidup.
2. Pengertian Opini
Opini adalah suatu bentuk pendapat, pemikiran, atau pendirian
seseorang saat menghadapi fenomena tertentu berdasarkan perspektifnya. Itulah
sebabnya sebuah opini bergantung dari siapa yang mengungkapnya bukan kejadian
fakta yang terjadi, melainkan tanggapan atas kemunculan kejadian itu. Maka
menjadi hal wajar jika dalam satu fenomena tertentu akan banyak muncul opini
yang berbeda-beda sesuai dengan perspektif masing-masing orang.
Contoh :
·Rumah milik artis Hollywood tersebut besar sekali.
·Orang kurus biasanya tidak suka dan jarang makan.
·Perut buncit bisa terjadi karena setelah makan seseorang langsung
tidur.
1.Dari teks Artikel yang sudah dibagikan kesiswa yang
berjudul “Interaksi
Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi”. Kemudian Kelompokkan kalimat yang
merupakan fakta dan kalimat yang merupakan opini dengan memberikan tanda
centang!
No
Kalimat
Fakta
Opini
1
Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik
dari segi fisik maupun mental, disebut peserta didik difabel.
2
Dikutip dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk
menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan,
baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual.
3
Peserta didik difabel sudah selayaknya mendapat
layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi.
4
Jadi, sekolah inklusi memberikan layanan khusus terhadap peserta didik
difabel dalam berinteraksi.
5
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan
dengan interaksi simbolik atau interaksi yang menggunakan simbol-simbol,
seperti puzzle, gambar, dan simbol-simbol pendukung lainnya.
6
Layanan ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi
juga dari semua pihak yang ada di sekolah.
7
Jika sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar
dari sekolah dengan alasan apa pun, masyarakat diharapkan memperlakukan
mereka dengan baik.
2. berlatihlah menulis kalimat baru
dengan menggunakan kata-kata pada Jelajah Kata!
Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi
Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang
Kelas 7 hari ini Kamis, 14 November 2024, Pada Pembelajaran hari ini kita
akan melanjutkan materi pertemuan kemarin yaitu membahas tentang Cara/Langkah Membuat Pada Teks Prosedur. Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Capaian Pembelajaran :
§Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan,
arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan
kreatif.
§Peserta didik mampu menggunakan dan mengembangkan
kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk
menulis.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu
·Memahami cara membuat Teks Prosedur.
·Mengidentifikasi informasi yang
diperoleh dari Teks Prosedur.
Untuk menarik perhatian
pembaca, kamu harus membuat judul yang juga menarik. Judul harus memuat
prosedur apa yang akan kamu tunjukkan dalam teks. Misalnya, “Cara Membuat Pot
Bunga dari Limbah Kertas”, “Tutorial Menyalakan Oven”, dan sebagainya.
2. Tujuan
Setelah kamu menuliskan
judul, tuliskan secara singkat tujuan dari teks prosedur ini. Hal ini untuk
menunjukkan pembaca apa yang akan dibuat atau dilakukan. Dalam tujuan, kamu
harus menyebutkan secara gamblang hasil akhir yang akan didapatkan.
3. Alat dan Bahan
Bagian ini bersifat
opsional, bisa ada atau tidak. Ketika kamu menjelaskan prosedur tentang cara
membuat sesuatu, tentu harus ada alat dan bahan. Tapi, saat kamu ingin membuat
teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu yang memang tidak membutuhkan alat
dan bahan, bagian ini tidak harus ada.
4. Langkah-langkah
Nah, ini bagian yang
paling utama. Kamu harus bisa menjelaskan secara kronologis atau berurutan
langkah-langkah yang harus dilakukan. Biasanya, langkah-langkah dijelaskan
dalam bentuk poin atau penomoran.
5. Penutup atau Kesimpulan
Bagian penutup atau
kesimpulan juga bersifat opsional. Penutup biasanya ditulis untuk menyimpulkan
tujuan akhir dari teks prosedur yang dibuat.
Contoh teks prosedur
Cara Membuat Agar-Agar
Agar-agar atau jelly merupakan makanan ringan
yang bertekstur kenyal dan lembut. Makanan ini cukup populer dan disukai banyak
kalangan, khususnya anak-anak. Untuk kamu pencinta makanan lezat satu ini,
berikut prosedur sederhana dalam membuat agar-agar:
Bahan-bahan yang perlu disiapkan:
·1 Bungkus agar-agar
·600 ml air
·160 gram gula pasir
Bahan tambahan (opsional):
·Buah-buahan kaleng
sesuai selera
·Nata de coco
·Selasih
Cara memasak:
1.Persiapkan semua bahan
yang ada.
2.Iris tipis buah-buahan
kaleng.
3.Rebus air, agar-agar,
dan gula hingga mendidih.
4.Masukkan buah-buahan,
nata de coco, dan selasih ke dalam cetakan atau gelas mini.
5.Tuang larutan
agar-agar ke cetakan dan diamkan hingga dingin.
6.Simpan dalam lemari
es/kulkas hingga agar-agar bertekstur padat.
AYO BERLATIH !
Buka Buku Paket Bahasa Indonesia halaman 91, ada tabel/contoh teks prosedur mengenai "ES KELAPA JERUK" . Isilah bagian yang rumpang untuk melengkapi teks prosedur tersebut.
__Selamat Belajar__
Kerjakan dan Salinlah Materi Tugas Pembelajaran
pada lembar kerja / buku rangkuman Bahasa Indonesia masing-masing
Assalamualaikum Wr. Wb.
Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss
Mayang Kelas 9 hari ini Rabu 13 November 2024, Pada Pembelajaran hari
ini kita akan membahas tentang Unsue Pembangun Cerpen. Silahkan dibaca dan dipahami
materinya.
Kompetensi Dasar :
3.5Mengidentifikasiunsur pembangun karya sastra dalam teks
cerita pendek yang dibaca atau didengar
4.5 Menyimpulkan unsur-unsur pembangun karya sastra dengan bukti
yang mendukung dari cerita pendek yang dibaca atau didengar
Indikator Ketercapaian :
3.5.1MenganalisisUnsur pembangun karya sastra (cerpen)
3.5.2Membuat kesimpulan tentang unsur-unsur
pembangun karya sastra dengan bukti yang mendukung dari cerita pendek yang
dibaca atau didengar
unsur intrinsik
adalah unsur yang membangun cerpen dari dalam cerita, seperti: tema, tokoh,
penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanah.
1.
Tema
Tema adalah gagasan utama yang ingin disampaikan pengarang dalam cerpen. Bisa
dikatakan, tema ini adalah nyawa dari sebuah cerita. Kenapa? Karena tema akan
menentukan latar belakang cerita tersebut.
2.
Tokoh dan penokohan
Tokoh
merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh tambahan.
·Tokoh
utama merupakan tokoh yang melakukan interaksi secara langsung
atau terlibat dalam konflik.
·Tokoh
tambahan merupakan tokoh yang hanya diungkapkan dalam cerpen tanpa
adanya interaksi yang dilakukan tokoh atau tokoh yang tidak terlibat dalam
konflik.
Sementara itu, penokohan
merupakan watak atau karakter tokoh yang terdapat dalam sebuah
cerita. Dalam menentukan karakter sebuah tokoh, kita bisa membaginya menjadi
beberapa macam, di antaranya tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, dan
figuran.
Contohnya,
tokoh Bandung Bondowoso dalam cerita Roro
Jonggrang yang
termasuk tokoh antagonis karena memiliki watak kejam, semena-mena, dan suka
memerintah.
3.
Latar
Macam-macam
unsur intrinsik selanjutnya adalah latar. Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana
cerpen. Melalui latar ini, kita jadi lebih mudah membayangkan situasi
dan kondisi
yang dialami oleh para tokoh.
·Latar
tempat menjelaskan di mana kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
·Latar
waktu menjelaskan kapan kejadian atau peristiwa dalam cerpen terjadi.
·Latar
suasana menjelaskan gambaran suasana dalam sebuah cerpen.
4.
Alur dan plot
Alur
adalah rangkaian kronologi peristiwa dalam cerita pendek. Kemudian, alur dibedakan
menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
·Alur maju adalah
cerpen dengan peristiwa yang disajikan secara kronologis atau sesuai dengan
urutan waktu dari awal ke akhir.
·Alur mundur adalah
cerpen dengan peristiwa yang dimulai dari akhir cerita ke awal cerita. Alur
mundur disebut juga dengan istilah kilas balik.
·Alur campuran adalah
alur cerpen yang merupakan gabungan antara alur maju dan alur mundur. Jadi,
rangkaian peristiwanya melompat-lompat antara peristiwa masa lalu dengan masa
kini
Sementara itu, plot merupakan
gambaran peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat. Berikut ini merupakan
skema plot:
5. Sudut pandang
Sudut pandang berisi pandangan pengarang
terhadap cerpen,
bisa aja pengarang menjadi orang pertama atau orang ketiga.
·Sudut
pandang orang pertama adalah pengarang terlibat
langsung atau orang pertama dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan kata
ganti orang aku, saya, dan
sebagainya.
·Sudut pandang orang ketiga adalah
pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita yang ditandai dengan penggunaan
kata ganti orang seperti dia, mereka,
dan sebagainya atau menggunakan nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga terbagi
atas orang ketiga terarah dan orang ketiga serba tahu.
6. Amanat
Amanat merupakan pesan moral yang ingin
disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui cerpen. Misalnya, cerita Malin
Kundang yang memiliki amanat tidak boleh durhaka kepada ibu.
7. Gaya bahasa
Saat membaca beberapa cerpen,
kamu pasti menemukan pembawaan yang berbeda dari setiap cerita. Setiap cerpen
punya dialog atau naskah yang memiliki style atau gaya bahasa yang berbeda-beda. Ini
tergantung dari tema cerpen yang ditulis. Nah, gaya bahasa cerpen berfungsi
untuk memberikan kesan yang lebih
menarik. Umumnya, dengan menggunakan majas.
Beberapa gaya bahasa yang
biasa digunakan dalam cerpen, di antaranya:
·Personifikasi,
mengumpamakan benda mati sebagai manusia. Contoh: wajahmu merona bagai senja
yang berpesta warna.
·Metafora,
membandingkan kata yang bukan sebagai arti sebenarnya. Contoh: tulang punggung,
murah tangan, murah senyum, rendah hati, dsb.
·Hiperbola,
ucapan atau gambaran yang melebih-lebihkan suatu kondisi. Contoh: gedung
pencakar langit, menangis darah, berlari secepat kilat, dsb.
·Litotes, gaya bahasa yang
bertujuan untuk merendah. Contoh: “Maaf hidangannya hanya segini, silakan
dinikmati ala kadarnya”, “Bantuan ini tidak seberapa, tolong diterima”, dsb.
·Simile, menggambarkan
suatu kondisi dengan membandingkan satu hal dengan hal lainnya dalam satu
kalimat. Contoh: kasih sayang ibu ibarat sedalam lautan, wajahnya merona
layaknya bunga mawar yang elok, dsb
B.Unsur
Ekstrinsik
unsur ekstrinsik
adalah unsur yang membangun dari luar cerpen, terdiri dari: latar belakang
masyarakat, latar belakang penulis, dan nilai yang ada dalam cerpen.
1. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat
adalah unsur ekstrinsik cerpen yang mengacu pada lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga
ideologi suatu negara. Unsur ini sangat penting karena dapat
mempengaruhi tema cerita, karakter tokoh, dan plot.
Contohnya, cerpen dengan
latar belakang masyarakat yang hidup di tahun 1960-an, pasti akan memiliki
perbedaan signifikan dalam hal budaya, nilai-nilai, dan peristiwa yang
mempengaruhi cerita, dibandingkan dengan cerpen yang berlatar belakang
masyarakat yang hidup di zaman sekarang.
2. Latar Belakang Pengarang
Selanjutnya, latar belakang
pengarang adalah unsur ekstrinsik cerpen yang mengacu pada informasi seputar penulisnya.
Biasanya meliputi latar belakang, aspek-aspek kehidupan, atau pengalaman
pribadi penulis. Latar belakang pengarang juga menjadi unsur
yang penting karena bisa membantu kita memahami pola tulisan dalam cerita
tersebut.
Contohnya, kamu mungkin sudah
nggak asing lagi dengan novelis bernama Tere Liye. Tere Liye merupakan seorang
penulis yang luar biasa. Ia bisa mengemas cerita yang sederhana, menjadi indah
dengan pilihan diksi-diksinya. Sehingga, tak jarang, cerita yang ditulisnya
bisa membuat pembaca terenyuh, bahkan sampai menitihkan air mata.
3. Nilai-Nilai yang Terkandung
dalam Cerpen
Unsur ekstrinsik cerpen yang
terakhir adalah nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek. Nah,
nilai-nilai tersebut meliputi nilai agama, nilai sosial, nilai moral, dan nilai
budaya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:
a. Nilai Agama
Nilai
agama adalah hal-hal yang berkaitan
dengan ajaran agama. Nilai yang terkandung di dalam cerpen ini bisa
dijadikan pelajaran dalam kehidupan nyata. Contoh unsur ekstrinsik cerpen yang
termasuk nilai agama bisa dilihat dalam potongan bacaan berikut:
Renata rajin mengikuti
ibadahnya di hari Minggu bersama keluarganya. Setiap kali memiliki masalah, ia
selalu mengunjungi gereja untuk bercerita kepada Tuhannya. Renata yakin bahwa Tuhan selalu
memberi solusi yang baik untuk setiap masalah yang dialami oleh umatnya.
b.
Nilai Sosial
Nilai
sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi
tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen. Misalnya, interaksi dengan
tokoh lain, lingkungan, dan masyarakat sekitar.
c. Nilai Moral
Nilai
moral adalah nilai-nilai
yang terkandung di dalam cerpen yang berkaitan dengan akhlak atau etika yang
berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa
menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk. Contohnya,
d. Nilai Budaya
Unsur
ekstrinsik cerpen yang terakhir adalah nilai budaya. Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan
nilai-nilai kebiasaan, tradisi, danadat istiadat yang berlaku di masyarakat yang
diceritakan di dalam cerpen.
AYO BERLATIH !
Di buku paket halaman 79 ada salah satu cerpen judulnya “
Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan” dari teks tersebut kalian analisis unsur
intrinsik dan ekstrinsiknya.
__Selamat Belajar__
Kerjakan dan Salinlah Materi Tugas Pembelajaran
pada lembar kerja / buku rangkuman Bahasa Indonesia masing-masing