Senin, 06 April 2026

Kelas 7 - BAB 5 - Membandingkan bagian-bagian Buku Fiksi dan NonFiksi - Pertemuan 3

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Senin 06 April 2026

Kelas : 7

Materi :  Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi

Pertemuan : 3



Tujuan Pembelajaran : 

peserta didik mampu membandingkan bagian-bagian buku fiksi dan buku non fiksi yang dibaca



Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


Buku fiksi dibangun atas unsur imajinatif (tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, amanat), sedangkan buku nonfiksi berdasarkan fakta (judul, pengarang, penerbit, daftar isi, isi, daftar pustaka). Fiksi bertujuan menghibur, sementara nonfiksi menyajikan informasi faktual. Perbedaan utama terletak pada penggunaan bahasa konotatif (fiksi) dan denotatif/formal (nonfiksi). 


Berikut adalah perincian unsur-unsur buku fiksi dan nonfiksi:

1. Unsur Buku Fiksi (Cerita Rekaan)

  • Tema: Gagasan pokok atau dasar cerita.
  • Tokoh dan Penokohan: Individu dalam cerita beserta wataknya (protagonis, antagonis, tritagonis).
  • Alur (Plot): Rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
  • Latar (Setting): Tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita.
  • Amanat : Pesan moral yang ingin disampaikan.
  • Gaya Bahasa : Penggunaan bahasa untuk menghidupkan cerita, seringkali konotatif.


  1. Unsur Buku Nonfiksi (Berdasarkan Kebenaran)
  • Sampul Buku: Judul, penulis, penerbit.
  • Pokok Bab/Buku Pengantar: Penjelasan tujuan dan isi buku.
  • Judul Bab dan Sub-bab: Terstruktur dalam daftar isi.
  • Isi Buku: Paparan data, fakta, atau informasi yang bersifat ilmiah populer.
  • Penutup/Simpulan : Intisari akhir dari isi buku.
  • Daftar Pustakasn : Sumber referensi atau acuan penulisan.
  • Glosarium: Daftar istilah penting atau kata kunci. 


Perbedaan Utama:

  • Bahasa: Fiksi menggunakan bahasa konotatif/emosional, nonfiksi menggunakan bahasa denotatif/formal.
  • Sifat: Fiksi berdasarkan imajinasi/relatif, nonfiksi berdasarkan fakta/objektif.
  • Tujuan: Fiksi menghibur (emosi), nonfiksi menambah wawasan (logika). 


Perbedaan utama antara buku fiksi dan nonfiksi terletak pada sumber isinya: fiksi berdasarkan imajinasi/khayalan, sedangkan nonfiksi berdasarkan data, fakta, atau kejadian nyata. Fiksi bertujuan menghibur dengan bahasa konotatif (kiasan), sementara nonfiksi bertujuan informatif menggunakan bahasa formal/denotatif. 

Berikut adalah rincian perbedaan fiksi dan nonfiksi:

  • Isi:
    • Fiksi: Cerita rekaan, tidak nyata, dan berasal dari imajinasi penulis.
    • Nonfiksi: Fakta, ilmu pengetahuan, sejarah, atau biografi.
  • Tujuan:
    • Fiksi: Menghibur pembaca dan menyampaikan pesan moral.
    • Nonfiksi: Memberikan wawasan, pengetahuan, atau informasi faktual.
  • Bahasa:
    • Fiksi: Konotatif, kiasan, dan santai.
    • Nonfiksi: Denotatif, formal, dan lugas.
  • Sifat:
    • Fiksi: Subjektif (tergantung imajinasi penulis).
    • Nonfiksi: Objektif (dapat dipertanggungjawabkan).


Contoh Buku Fiksi: Novel, cerpen, dongeng, puisi, komik.

Contoh Buku Nonfiksi: Buku pelajaran, biografi, laporan ilmiah, ensiklopedia, panduan.

________ 

Assasmen :


IMG_3211.jpeg


__________


Refleksi

Kelas 9 - Persiapan TKA - Kisi Materi dan Latihan Soal

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Senin, 06 April 2026

Kelas : 9

Materi :  Persiapan TKA - Kisi Materi dan Latihan Soal

Pertemuan : 1



Tujuan Pembelajaran : 

peserta didik memahami Kisi Materi dan memperlajari latihan soal TKA



Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


PERATURAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 047/H/AN/2025


TENTANG

KERANGKA ASESMEN TES KEMAMPUAN AKADEMIK JENJANG SD/MI/SEDERAJAT DAN SMP/ MTS/SEDERAJAT



Definisi:

Sebagaimana TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat, TKA Bahasa Indonesia SMP/MTs/ sederajat juga difokuskan pada keterampilan membaca.



Kompetensi dan Subkompetensi:


  1. Pemahaman Tekstual : Mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang. Mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau nonfiksi. Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks. Menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.
  2. Pemahaman Inferensial : Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-nilai dalam dan/atau antarteks. Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau antarinformasi dalam dan/atau antarteks. Memprediksi peristiwa dalam teks.Menjelaskan bahasa kias dan citraan yang digunakan dalam teks fiksi.
  3. Pemahaman Evaluasi dan Apresiasi : Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari- hari. Menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan perbandingan informasi dalam dan/atau antarteks. Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur teks fiksi.




Assasment : 

Latihan soal-soal Persiapan TKA : 

Kamis, 02 April 2026

Kelas 8 - BAB 5 - Unsur Struktur Batin Puisi - Pertemuan 4

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Kamis, 02 April 2026

Kelas : 8

Materi :  Unsur Struktur batin puisi

Pertemuan : 4



Tujuan Pembelajaran : 

peserta didik dapat mengidentifikasi struktur Batin puisi



Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


Struktur Batin (Hakikat Puisi)

Ini adalah unsur tersembunyi yang menjadi dasar penyair dalam berkarya. 


  • Tema: Gagasan pokok atau ide utama yang ingin disampaikan oleh penyair.
  • Rasa (Feeling): Sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terkandung dalam puisinya.
  • Nada (Tone): Sikap penyair kepada pembaca (misalnya menggurui, sinis, atau santai).
  • Amnat (Tujuan): Pesan yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca. 


3. Unsur Ekstrinsik Puisi

Unsur di luar puisi yang memengaruhi penciptaan, meliputi:

  • Biografi: Latar belakang kehidupan penulis.
  • Sosial/Historis: Kondisi masyarakat atau sejarah saat puisi dibuat





Assasment : 

BERLATIH : Kalian sudah mempelajari unsur-unsur puisi. Sekarang cermatilah puisi "Pada Sebuah Kedai Kopi". Temukanlah unsur-unsur puisi tersebut. Gunakan tabel berikut untuk membantu kalian menemukan unsur-unsur puisi.


Tabel 5. 2 Unsur-Unsur Puisi "Pada Sebuah Kedai Kopi"



Unsur-Unsur Puisi

Contoh dalam Puisi "Pada Sebuah Kedai Kopi"

1.

Tema


2.

Feeling


3.

Nada


4.

Amanat


5.

Diksi


6.

Majas atau Gaya bahasa




Mendiskusikan Makna Kata dalam Larik Puisi Saat membaca sebuah puisi, mungkin kalian akan menemukan kata atau larik yang kurang kalian pahami maksudnya. Untuk dapat memahaminya, terkadang kalian harus membaca larik puisi itu berulang kali atau dibantu dengan mengecek kata dalam kamus. Cara lain untuk memahaminya adalah dengan mencari tahu kalimat tersebut merupakan kalimat perbandingan atau bukan.


Berikut ini disajikan sebait puisi. Cermatilah diksi atau pilihan kata yang digunakan di dalam larik puisi tersebut.


Matamu, Ibu, adalah danau di kaki bukit pada pagi hari


Ketika tinggi matahari baru sepenggalah Dan sisa-sisa embun masih berbekas di ujung rumput Suaramu, Ibu, adalah ricik hujan setelah kemarau panjang meretakkan tanah-tanah ladang


Diskusikanlah bersama teman kalian, makna dari kata-kata yang ada dalam setiap larik puisi tersebut.


Larik

Makna

Matamu, Ibu, adalah danau di kaki bukit pada pagi hari


Suaramu, Ibu, adalah ricik hujan setelah emarau panjang meretakkan tanah-tanah ladang




Refleksi

Kelas 7 - BAB 5 - Membandingkan bagian-bagian Buku Fiksi dan NonFiksi - Pertemuan 3

  Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tan...