Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd
Mapel Diampu : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal : Senin 10 Agustus 2026
Kelas : 9
Materi : Kohesi dan Koherensi dalam Paragraf Deskripsi
Pertemuan : 7
Elemen Cp : membaca dan memirsa
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu Memahami dan menilai kohesi serta koherensi dalam paragraf deskripsi.
Materi Pembelajaran (inti pembahasan) :
Kohesi dan koherensi adalah dua jenis sifat yang biasanya ada pada sebuah paragraf dengan tema penulisan yang terhubung atau timbal balik. Namun, beberapa orang tak memahami apa perbedaan kohesi dan koherensi ini. Sebab, untuk memahaminya diperlukan ketelitian dalam membaca.
- Pengertian
Pengertian kohesi adalah keserasian hubungan antar kalimatnya. Paragraf yang kohesi didapatkan dari keberhasilan penulisan yang menghasilkan rangkaian kata-kata serta kalimat yang efektif agar mempunyai hubungan yang baik satu sama lain.
Sedangkan, koherensi mengacu pada kesinambungan makna dari antar kalimat. Koherensi menyangkut pada kelogisan serta keterkaitan suatu paragraf. Tulisan yang koheren akan menghasilkan paragraf yang memiliki alur tulisan yang mudah dipahami pembaca.
2. Fungsi
Fungsi dari kohesi adalah untuk membuat paragraf yang teratur serta terstruktur dengan baik. Caranya menulis dengan kohesi adalah dengan penggunaan konjungsi serta penerapan pola kalimat yang konsisten.
Sementara itu, koherensi berfungsi untuk menjaga kelogisan makna serta kesinambungan ide dari suatu tulisan. Penulisan yang koherensi membantu agar suatu tulisan menjadi terhubung dan tidak pecah-pecah. Jadi, pembaca dapat mengikuti alur tulisan dengan baik.
3. Karakteristik
Penulisan yang kohesi dapat diciptakan dengan pemakaian konjungsi, seperti “dan”, “atau, “akan tetapi”, dan lain-lain. Tak hanya itu, penggunaan sinonim, pengaturan referensi, dan pengulangan kata kunci dapat menunjang terbentuknya kohesi dalam tulisan.
Sedangkan, koherensi bisa dihadirkan dengan memakai pikiran yang terorganisir dalam menulis rangkaian kata. Pemakaian kalimat lengkap dan pengaturan struktur yang jelas juga mampu mendukung sifat koherensi pada sebuah tulisan.
Contoh Paragraf Untuk Memahami Perbedaan Kohesi dan Koherensi
- Contoh Paragraf yang Tidak Koheren
“Pinguin adalah hewan yang dapat hidup di tempat yang dingin. Untuk bertahan hidup, pinguin memakan ikan sebagai santapannya. Beruang adalah binatang buas. Biasanya, pinguin akan mencari makanan saat berenang di air.”
Contoh paragraf di atas tidak koheren, sebab terdapat kalimat yang melenceng dari pembahasan utama. Kalimat yang melenceng pada paragraf di atas adalah pembahasan tentang beruang yang dicetak tebal.
- Contoh Paragraf yang Koheren
“Kemarin sore Lina jatuh dari sepeda. Hari ini Lina tidak masuk sekolah. Dia sudah izin pada dengan mengirim surat dokter agar tidak dianggap membolos oleh guru. Teman-teman sekelas Lina menjenguknya sepulang sekolah.”
Contoh paragraf di atas termasuk paragraf yang koheren. Hal ini ditandai dari isi paragrafnya yang hanya membahas satu gagasan utama aja. Namun, kalimat tersebut belum kohesi karena tidak ada keterpaduan antar kalimatnya.
- Contoh Kalimat yang Kohesi
“Kemarin sore Lina jatuh dari sepeda. Akibatnya, hari ini Lina tidak masuk sekolah. Akan tetapi, ia sudah izin pada guru dengan mengirim surat dokter agar tidak dianggap membolos oleh guru. Akhirnya, teman-teman sekelas Lina menjenguknya sepulang sekolah.”
Contoh paragraf ini sudah koheren dan kohesi, karena memiliki kepaduan makna serta struktur bentuk kalimat yang mudah dipahami.
Assasmen :
- Perhatikan paragraf berikut!
"Perpustakaan sekolah kami tampak sangat tenang dan tertata rapi. Ruangan [...] dilengkapi dengan lima lemari buku berbahan kayu jati yang menjulang tinggi."
Kata penanda kohesi (kata petunjuk) yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang di atas adalah...
A. ini
B. tersebut
C. mereka
D. demikian
2. Perhatikan dua kalimat deskripsi berikut!
(1) Kucing persia milik Rina memiliki bulu putih yang sangat tebal dan halus.
(2) [...], kedua matanya yang berwarna biru jernih selalu bersinar saat menatap makanan.
Kata hubung antarkalimat (konjungsi) yang paling tepat untuk menjaga kohesi kedua kalimat di atas adalah...
A. Namun
B. Oleh karena itu
C. Selain itu
D. Akan tetapi
3. Cermati paragraf deskripsi berikut!
(1) Papan tulis di kelas 9B berwarna putih bersih tanpa noda. (2) Papan tersebut berukuran 120 \times 240\text{ cm} dan dipasang di tengah dinding depan. (3) Kemarin malam hujan deras mengguyur wilayah kota. (4) Di sudut kanan bawah papan ini, terdapat tempat khusus untuk meletakkan spidol dan penghapus.
Kalimat yang merusak koherensi (kalimat sumbang) pada paragraf deskripsi di atas ditunjukkan oleh nomor...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
✍️ LATIHAN CEK PEMAHAMAN
Bacalah teks deskripsi pendek tentang "Papan Tulis Kelas" berikut:
(1) Papan tulis di kelas kami berwarna putih bersih. (2) Papan tersebut dikelilingi bingkai aluminium berwarna perak. (3) Harga beras di pasar sedang naik minggu ini. (4) Di samping itu, terdapat dua spidol hitam yang menempel pada magnet papan tulis.
Pertanyaan:
1 Manakah kalimat sumbang yang merusak koherensi paragraf di atas?
2 Sebutkan kata penyambung yang membuktikan bahwa paragraf di atas memiliki kohesi!