Kamis, 30 Juli 2026

Kelas 7 - BAB 1_ Informasi lisan dan ciri-ciri objek pada teks deskripsi - Pertemuan 4

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Kamis 30 Juli 2026

Kelas : 7

Materi :  Membandingkan Informasi Lisan dan ciri-ciri objek pada teks deskripsi

Pertemuan : 4

Elemen Cp : Menyimak



Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik menganalisis ragam teks deskripsi lisan dengan membandingkan objek yang dijelaskan, ragam sapaan menurut mitra tutur, dan tujuan penutur dengan baik.
  2. Peserta didik menganalisis ragam teks deskripsi lisan dengan membandingkan ciri-ciri kalimat yang menjelaskan objek yang berbeda dengan baik.


Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


A. Pengertian & Karakteristik Teks Deskripsi Lisan

Teks Deskripsi Lisan adalah teks yang disampaikan secara lisan (diucapkan) untuk menggambarkan suatu objek, tempat, orang, atau suasana secara jelas dan rinci. Tujuan utamanya adalah membuat pendengar seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami sendiri objek yang sedang dijelaskan oleh penutur.


B. Membandingkan Objek, Ragam Sapaan, dan Tujuan Penutur

Dalam penyampaian teks deskripsi lisan, bentuk bahasa dan struktur tuturan sangat dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yaitu objek yang dijelaskan, siapa mitra tuturnya (pendengar), serta tujuan tuturnya.


1. Objek yang Dijelaskan

Objek Konkret / Benda Mati: Bangunan bersejarah, fasilitas sekolah, tempat wisata, alat transportasi. Makhluk Hidup: Hewan peliharaan, tanaman hias, figur seseorang (tokoh, teman, guru). Peristiwa / Suasana: Suasana pasar tradisional, pelepasan siswa, festival budaya, pertunjukan seni.


2. Ragam Sapaan Menurut Mitra Tutur

Ragam sapaan adalah kata atau frasa yang digunakan oleh penutur untuk menyapa mitra tutur (pendengar). Pemilihan kata sapaan dipengaruhi oleh tingkat keakraban, usia, dan konteks situasi (formal atau nonformal).



Situasi & Mitra Tutur

Jenis Sapaan

Contoh Kata Sapaan

Contoh Penggunaan Lisan

Formal / Resmi(Dewan juri, guru, umum)

Resmi / Sopan

Bapak/Ibu,Hadirin terhormat,Teman-teman sekalian

"Selamat pagi, Bapak dan Ibu Juri. Pada kesempatan ini saya akan menggambarkan..."

Nonformal / Santai(Teman sebaya, sahabat)

Akrab / Kasual

Kamu, Kalian,Sobat, Teman-teman

"Halo Sobat Jalan! Lihat deh pantai di belakangku ini, indah banget kan?"

Mitra Tutur Lebih Muda(Adik tingkat, anak-anak)

Pengayom / Hangat

Adik-adik, Kalian

"Halo Adik-adik manis, pernah lihat burung merak bertengger belum?"



  1. Tujuan Penutur

Menginformasikan / Mengenalkan: Memberikan gambaran faktual dan detail tentang tempat atau benda baru.• Mempromosikan / Persuasif: Mengajak pendengar untuk tertarik mengunjungi suatu lokasi atau membeli produk.• Mengekspresikan Perasaan: Menumpahkan rasa kagum, bangga, atau kerinduan terhadap suatu objek.


Contoh Perbandingan Teks Lisan

Teks A — Situasi Resmi / Edukatif

"Selamat pagi, Bapak dan Ibu Guru serta Teman-teman. Hari ini saya akan menjelaskan koleksi museum kita. Di hadapan kita terdapat sebuah tombak kuno peninggalan Kerajaan Mataram. Objek ini dibuat dari besi murni dengan ukiran khas di bagian tangkainya. Tujuan saya menyampaikan ini adalah agar kita semua lebih mengenal warisan sejarah bangsa."


Teks B — Situasi Santai / Konten Promosi

"Halo, Guys! Kalian lagi cari tempat nongkrong yang adem? Kenalin nih, Kafe Kopi Rimbun! Kafe ini mengusung konsep outdoor dengan pepohonan pinus yang rindang di sekelilingnya. Udara di sini dingin banget dan estetik buat foto-foto. Yuk, ajak temen-temen kalian ke sini!"

C. Ciri-Ciri Kalimat Berdasarkan Objek yang Dijelaskan

Kalimat dalam teks deskripsi lisan memanfaatkan kata sifat (adjektiva), kata pencerapan pancaindra, serta kata kerja kesan yang disesuaikan dengan jenis objeknya.


1. Deskripsi Objek Tempat / Wisata

Pancaindra Dominan: Penglihatan dan Pendengaran.• Ciri Kalimat: Memuat keterangan lokasi, ukuran ruang, kondisi pencahayaan, tata letak, dan suasana.

Contoh Kalimat:  

1. "Candi ini berdiri megah di atas bukit dengan deretan relief batu yang terukir rapi di setiap dindingnya."  

2. "Hembusan angin pantai terasa sejuk dipadu dengan suara deburan ombak yang membentur karang."


2. Deskripsi Objek Benda / Alat

Pancaindra Dominan: Penglihatan dan Perabaan.• Ciri Kalimat: Memuat warna, bahan pembuat, bentuk geometris, tekstur permukaan, dan fungsi.• Contoh Kalimat:  

1. "Tas ini terbuat dari kulit sintetis berwarna cokelat tua dengan tekstur yang sangat halus saat disentuh."  

2. "Bentuknya tabung memanjang dengan berat yang cukup ringan sehingga praktis dibawa ke mana saja."



3. Deskripsi Objek Tokoh / Manusia

• Pancaindra Dominan: Penglihatan (fisik) dan Penghayatan (karakter/perilaku).• Ciri Kalimat: Memuat postur tubuh, raut wajah, pakaian, nada suara, serta sifat/kebiasaan khas.

Contoh Kalimat:  

1. "Beliau memiliki postur tubuh yang tinggi tegap dengan rambut berombak yang mulai memutih."  

2. "Senyumnya ramah dan matanya selalu berbinar hangat setiap kali menyapa para siswanya."



Assasmen : 


Baca teks deskripsi halaman 22-27 pada buku cetak bahasa indonesia. Kemudian bandingkan informasi lisannya . 


Unsur Analisis

Teks Deskripsi Lisan 1

Teks Deskripsi Lisan 2

Objek yang Dijelaskan



Mitra Tutur (Pendengar)



Ragam Sapaan



Tujuan Penutur



Ciri Kalimat Penjelas



Kelas 8 - BAB 1_Data dan Fakta dalam Teks LHO - Pertemuan 3

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Kamis 30 Juli 2026

Kelas : 8

Materi :  Mengenal Data dalam teks laporan hasil observasi

Pertemuan : 3

Elemen Cp : Menyimak



Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik dapat mengidentifikasi data-data dan fakta  yang ada dalam teks laporan hasil observasi


Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


Dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), data adalah kumpulan keterangan atau angka mentah hasil pengamatan, sedangkan fakta adalah kenyataan atau peristiwa benar-benar yang terbukti kebenarannya. Data sering kali berbentuk rincian spesifik seperti angka atau nama yang mendukung sebuah pernyataan, sementara fakta adalah kebenaran dari situasi itu sendiri. 


Pengertian dan Ciri-Ciri

  • Data dalam Teks LHO:
    • Berupa catatan, angka, atau ukuran hasil pengamatan lapangan.
    • Masih bersifat mentah atau belum sepenuhnya diberi konteks luas.
    • Contoh: "Jumlah pohon mangga ada 15 batang."
  • Fakta dalam Teks LHO:
    • Berupa kejadian nyata yang benar-benar ada dan terjadi.
    • Bersifat objektif dan bisa dibuktikan oleh siapa saja.
    • Contoh: "Pohon mangga memiliki akar tunggang." 



Contoh Kalimat Data yang Belum Tentu Fakta


1. "Pohon jambu di taman itu berusia sekitar 100 tahun."

Ini adalah data karena menyebut usia, tetapi belum tentu fakta karena belum ada bukti atau catatan yang membenarkannya.


2. "Tinggi menara sekolah adalah 50 meter."

Ini disebut data karena menyebut ukuran, tapi belum tentu fakta jika belum diukur dengan alat yang tepat.


3. "Jumlah murid kelas 8A adalah 45 orang."

Data ini bisa salah jika belum dicek dengan daftar hadir atau data resmi.


4. "Ayam kampung bisa bertelur 10 butir sehari."

Ini adalah data berupa angka, tetapi bisa saja tidak benar karena rata-rata ayam bertelur 1-2 butir per hari.


5. "Kolam ikan di halaman sekolah dalamnya 5 meter."

Data ini belum tentu benar jika belum diukur langsung.



Hubungan dalam Teks LHO

  • Saling mendukung: Data dipakai untuk memperkuat dan membuktikan kebenaran suatu fakta dalam laporan.
  • Keakuratan: Keberadaan data dan fakta membuat laporan hasil observasi bersifat ilmiah dan dipercaya. 


Jika Anda mau, saya bisa berikan contoh kalimat data dan fakta di dalam sebuah paragraf Teks LHO tentang alam atau hewan.



Menyimak data dalam teks laporan hasil observasi berarti memahami dan menginterpretasi informasi berbasis fakta yang disajikan dalam laporan tersebut. Teks laporan hasil observasi berisi informasi detail mengenai suatu objek atau fenomena yang diamati, termasuk data-data yang mendukung penjelasan tersebut. Data dalam teks ini bisa berupa angka, deskripsi, atau informasi lain yang relevan dengan objek yang diobservasi. 


Bentuk data dalam teks lapooran hasil observasi dibagi menjadi dua yaitu 

1). Data Berbentuk Angka

Data berbentuk angka adalah data yang di dalamnya berisi jumlah objek yang dapat dihitung.

Contoh:

  • —  Bus yang dimiliki perusahaan Transkota berjumlah 45 buah.
  • —  Kelinci memiliki 28 gigi.
  • —  Selama satu jam ada 100 motor yang melintas di Jalan Puri.

2). Data Tidak Berbentuk Angka

Data tidak berbentuk angka adalah data yang tidak menunjukkan jumlah objek.

Data ini berbentuk sebuah pernyataan yang mutlak.

Contoh:

  • —  Pemilik perusahaan Transkota bernama Irwan Jaya.
  • —  Apel yang telah matang berwarna merah.
  • —  Ibu guru Bahasa Indonesia Adit bernama Ibu Runi.


Pentingnya Menyimak Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi: 

  • Memahami Fakta:
    Menyimak data membantu pembaca memahami fakta-fakta yang ditemukan selama observasi, bukan hanya opini atau interpretasi pribadi.
  • Mendukung Kesimpulan:
    Data yang disajikan dalam laporan berfungsi sebagai bukti atau dasar untuk menarik kesimpulan yang valid dan relevan dengan topik yang dibahas. 
  • Memperoleh Informasi Detail:
    Dengan menyimak data, pembaca dapat memperoleh informasi yang lebih rinci dan mendalam mengenai objek atau fenomena yang diobservasi. 
  • Meningkatkan Pemahaman:
    Data yang disajikan secara jelas dan terstruktur membantu pembaca memahami konsep-konsep yang kompleks dengan lebih baik. 
  • Menilai Validitas Laporan:
    Dengan memahami data yang disajikan, pembaca dapat menilai apakah laporan tersebut valid dan dapat dipercaya. 

Cara Menyimak Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi: 

  1. Identifikasi Jenis Data:
    Kenali jenis data yang disajikan, apakah berupa angka, deskripsi, atau informasi kualitatif lainnya. 
  2. Perhatikan Sumber Data:
    Pahami dari mana data tersebut diperoleh, apakah dari pengukuran langsung, penelitian, atau sumber lain yang kredibel. 
  3. Analisis Data:
    Cermati bagaimana data tersebut diinterpretasikan dan digunakan untuk mendukung pernyataan atau kesimpulan dalam laporan. 
  4. Hubungkan Data dengan Objek:
    Pahami bagaimana data tersebut berkaitan dengan objek atau fenomena yang diobservasi. 
  5. Evaluasi Data:
    Pertimbangkan apakah data yang disajikan cukup untuk mendukung kesimpulan atau apakah ada data lain yang perlu ditambahkan. 

Ayo berlatih! 


Cermatilah teks laporan observasi "sepedah motor di Indonesia" (teks dibuku cetak halaman 12-13) dan temukan data yang ada didalamnya 

Kelas 7 - BAB 1_ Informasi lisan dan ciri-ciri objek pada teks deskripsi - Pertemuan 4

  Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tan...