Kamis, 17 September 2026

Kelas 8 - BAB 2_ Iklan Komersial dan Non Komersial - Pertemuan 3

 IDENTITAS GURU : 

  1. Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
  2. Hari, Tanggal : Kamis, 17 September 2026
  3. Fase/Kelas : Fase D / Kelas 8
  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
  5. Materi : Iklan Komersial dan Non Komersial
  6. Pertemuan ke :  3


Capaian Pembelajaran : 

Elemen: Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.


Tujuan Pembelajaran Umum:

  1. Peserta didik  mampu Menginterpretasikan pesan dan perbedaaan yang ada dalam sebuah iklan komersial dan iklan non komersial.
  2. Peserta didik dapat menganalisis iklan efektif dan tidak efektif.


Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2.3


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) : 

  1. Siswa mencermati dua tayangan/gambar iklan berbeda (iklan produk makanan/komersial dan iklan layanan masyarakat/nonkomersial seperti imbauan membuang sampah).
  2. Siswa menemukan perbedaan mendasar: iklan komersial bertujuan mencari keuntungan/penjualan produk, sedangkan iklan nonkomersial bertujuan mengajak perubahan perilaku/sosial.
  3. Siswa merumuskan pesan utama dari masing-masing iklan menggunakan kalimat sendiri.


Model/Metode :

  • Model Pembelajaran: Discovery Learning
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, Presentasi dan penugasan


Media/Alat peraga : PPT, Buku cetak, Media Cetak/Visual/Grafis digital Iklan


Materi

  • Apresiasi Singkat 


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu. 


-Akhlak Niat Karena Allah

"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.

Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.

Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT. 


  • Materi singkat (inti pembahasan) : 


A. Mengapa Kita Perlu Mengenal Jenis Iklan? (Mindful Focus)

Setiap hari, kita disajikan ratusan iklan melalui layar ponsel, televisi, papan baliho, hingga media cetak. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa tidak semua iklan dibuat dengan alasan yang sama?

  • Ada iklan yang dibuat agar kita mengeluarkan uang untuk membeli barang.
  • Ada pula iklan yang dibuat agar kita mengubah perilaku menjadi lebih baik, aman, dan sehat.

Kemampuan membedakan kedua jenis iklan ini akan membantu kita menjadi pembaca yang cerdas (smart reader) dan tidak mudah terkecoh oleh informasi.


B. Pembanding Utama: Komersial vs. Nonkomersial

1. IKLAN KOMERSIAL (Orientasi Keuntungan Uang / Profit)

2. IKLAN NONKOMERSIAL (Orientasi Edukasi & Manfaat Sosial)


1. IKLAN KOMERSIAL

  • Pengertian: Iklan yang diproduksi oleh pelaku usaha (perusahaan, toko, pedagang, UMKM) untuk mempromosikan produk berupa barang atau jasa.
  • Tujuan Utama: Mencari keuntungan ekonomi (profit) dengan cara mempengaruhi calon konsumen agar tergiur dan membeli produk tersebut.
  • Ciri-Ciri Utama:
    1. Menampilkan wujud produk, nama brand, harga, atau tawaran promo/diskon.
    2. Menggunakan bahasa persuasi (membujuk) dan penuh kesan positif ("Paling Murah!""Rasa Terbaik!""Diskon 50%!").
    3. Mencantumkan akses pembelian (alamat toko, nomor WhatsApp, atau tautan toko online).
  • Contoh-Contoh Konkret Iklan Komersial:
    1. Iklan Produk Barang: Iklan mi instan rasa baru, iklan sepatu olahraga, iklan sepeda motor.
    2. Iklan Jasa: Iklan bimbingan belajar, iklan jasa cuci sepatu, iklan pangkas rambut pria.


2. IKLAN NONKOMERSIAL (Iklan Layanan Masyarakat / ILM)

  • Pengertian: Iklan yang diproduksi oleh instansi pemerintah, organisasi sosial, atau komunitas masyarakat tanpa ada motif mencari uang.
  • Tujuan Utama: Memberikan edukasi, peringatan, atau ajakan moral untuk menyelesaikan isu sosial/kesehatan demi kepentingan bersama (non-profit).
  • Ciri-Ciri Utama:
    1. Tidak ada barang/jasa yang dijual dan tidak ada harga yang dicantumkan.
    2. Menggunakan bahasa himbauan, nasihat, atau peringatan ("Ayo Cukupi Kebutuhan Air!""Sayangi Jantungmu!""Stop Perundungan!").
    3. Dipublikasikan atas nama lembaga sosial atau instansi resmi (misalnya: Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Komunitas Peduli Lingkungan).


  • Jenis-jenis Iklan Nonkomersial

Dilihat dari jenisnya, iklan nonkomersial terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Iklan pemberitahuan, yaitu iklan yang dibuat untuk memberitahukan masyarakat terhadap suatu hal.
  • Iklan layanan masyarakat. Iklan ini juga disebut sebagai iklan nonkomersial karena menginformasikan dan mengedukasikan masyarakat terhadap sesuatu hal. Selain itu, iklan ini juga masuk ke dalam kategori iklan nonprofit.
  • Iklan instansi. Meskipun masuk ke dalam kategori iklan nonkomersial, tetapi iklan tersebut dirilis dengan maksud mempromosikan instansi atau suatu perusahaan. Namun, tetap saja, isinya dibuat dengan kata-kata yang persuasif, tanpa memaksa sedikit pun guna menyasarkan masyarakat terhadap suatu isu.
  • Iklan lowongan pekerjaan. Iklan ini dibuat dengan maksud membantu masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.


  • Contoh-Contoh Konkret Iklan Nonkomersial:
    1. Iklan Kesehatan: Imbauan gerakan 3M untuk mencegah demam berdarah.
    2. Iklan Kebangsaan & Sosial: Ajakan saling menghargai perbedaan rasa/suku di lingkungan sekolah.
    3. Iklan Keselamatan: Ajakan mengenakan helm SNI dan tidak bermain ponsel saat mengemudi.


C. Matriks Komparasi Langsung

Untuk memudahkan pemahaman, perhatikan tabel perbandingan berikut:

Unsur Pembeda

Iklan Komersial

Iklan Nonkomersial

Pihak Pembuat

Perusahaan, Toko, UMKM, Pebisnis

Pemerintah, NGO, Komunitas, Sekolah

Target Pembaca

Calon konsumen / Pembeli potensial

Seluruh lapisan masyarakat

Fokus Informasi

Keunggulan barang/jasa & harga

Isu sosial, moral, keselamatan, kesehatan

Respon yang Diharapkan

Pembaca membeli atau menggunakanproduk

Pembaca paham dan mengubah perilaku

Sifat Pesan

Komersial / Bisnis (Profit-oriented)

Edukatif / Sosial (Non-profit)


D. Studi Kasus dan Analisis (Meaningful Exercise)

Mari kita analisis dua lembar iklan fiktif di bawah ini untuk melihat perbedaannya secara langsung:

Iklan A

Gambar: Botol tumbler kekinian dengan aneka warna pilihan. Teks: "Tumbler Cool-Hydrate: Menjaga Es Tetap Dingin Selama 24 Jam! Beli Hari Ini, Dapatkan Potongan Harga Rp20.000!"

  • Analisis: Iklan A tergolong Iklan Komersial karena menawarkan produk tempat minum dengan iming-iming potongan harga untuk mencari penjualan.

Iklan B

Gambar: Bumi yang memegang botol isi ulang di samping tumpukan sampah plastik. Teks: "Satu Botol Isi Ulang, Selamatkan Ribuan Satwa Laut dari Sampah Plastik. Ayo Bawa Tumblermu Sendiri!"

  • Analisis: Iklan B tergolong Iklan Nonkomersial karena tidak menjual botol, melainkan mengajak masyarakat mengubah kebiasaan demi kelestarian alam.

E. Latihan Mandiri: "Uji Kecermatan Iklan" (Joyful Activity)

Tentukan jenis iklan (Komersial atau Nonkomersial) pada tiap pernyataan berikut beserta alasannya!

  1. "Ayo Ikut Program Imunisasi Polio Gratis di Puskesmas Terdekat Tanggal 15 Agustus!"
    • Jenis: ………………………
    • Alasan: ………………………
  2. "Kripik Pedas Nampol! Level 1 sampai 10. Beli 3 Bungkus Gratis 1 Teh Botol!"
    • Jenis: ………………………
    • Alasan: ………………………
  3. "Bijak Gunakan Listrik! Matikan Sakelar saat Keluar Ruangan."
    • Jenis: ………………………
    • Alasan: ………………………



KESIMPULAN MATERI: IKLAN KOMERSIAL VS. NONKOMERSIAL

1. Pengertian Singkat

  • Iklan Komersial: Iklan yang dibuat oleh pelaku usaha/perusahaan untuk mempromosikan barang atau jasa demi memperoleh keuntungan materi/uang (profit).
  • Iklan Nonkomersial (Layanan Masyarakat): Iklan yang dibuat oleh pemerintah atau organisasi sosial untuk memberikan edukasi dan ajakan perubahan perilaku demi kepentingan bersama (non-profit).


  1. Rangkuman Inti
  • Komersial: Berfokus pada produk & harga (Contoh: Promo Diskon Sepatu, Iklan Makanan).
  • Nonkomersial: Berfokus pada isu sosial, kesehatan, & keselamatan (Contoh: Ajakan Memilah Sampah, Imbauan Pakai Helm).
  • Kunci Mengidentifikasi: Jika iklan tersebut meminta kita mengeluarkan uang untuk barang/jasa, itu komersial. Jika iklan tersebut meminta kita melak


Kelas 7 - BAB 2_ Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Syair, Gurindam) - Pertemuan 4

 IDENTITAS GURU : 

  1. Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
  2. Hari, Tanggal : Kamis, 17 September 2026
  3. Fase/Kelas : Fase D / Kelas 7
  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
  5. Materi : Struktur puisi rakyat
  6. Pertemuan ke :  4


Capaian Pembelajaran : 

Elemen: Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.


Tujuan Pembelajaran Umum:

Peserta didik mampu menelaah Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)


Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2.3


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) : 

  1. Menganalisis Unsur Fisik Puisi Rakyat
  2. Menelaah Pembagian Struktur Teks
  3. Membandingkan Kekhasan Struktur
Model/metode : 
  • Model Pembelajaran: Discovery Learning
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, Pahamanan Teks.


Media Ajar : PPT, Teks Puisi Rakyat.


Materi

  • Apresiasi Singkat 


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu. 


-Akhlak Niat Karena Allah

"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.

Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.

Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT. 


  • Materi singkat (inti pembahasan) : 

A. Struktur Puisi Rakyat


  1. Struktur Pantun
  • Pantun terdiri dari satu bait, dan setiap bait biasanya terdiri dari empat baris.
  • Pantun umumnya menggunakan pola rima atau sajak a-b-a-b.
  • Sampiran: Terletak pada dua baris pertama. Bagian ini biasanya tidak berkaitan langsung dengan isi, tetapi berfungsi sebagai pembuka yang menarik dan memperindah pantun.
  • Isi: Terletak pada dua baris terakhir. Bagian ini mengandung pesan, nasihat, atau tujuan pantun tersebut.
  • Struktur pantun juga terdiri atas: dua larik sampiran dan dua larik isi. Dua larik pertama merupakan pengantar, sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi. Makna larik 1 dan 2, serta 3-4 tidak berhubungan. Berdasarkan jenis kalimatnya, larik 1 dan 2 berdiri sendiri dan larik 3 serta 4 adalah saran.


Contoh :

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)

Bayam, ayam

Kantung, sekampung


  1. Struktur syair 
  • terdiri atas: Setiap bait terdiri dari empat baris, pola rima sama a-a-a-a, keempat larik syair dan merupakan bait-bait yang saling terkait, menggunakan kalimat menyapa, larik ke 2 dan 3 biasanya ditujukan kepada generasi muda, larik keempatmerupakan akibat jika menjalankan yang ke 2 dan 3. Kata yang digunakan bersifat simbolik.
  • Syair terdiri dari beberapa bait, dan jumlah baitnya tidak terbatas.
  • Setiap bait syair terdiri dari empat baris.
  • Syair menggunakan pola rima atau sajak yang a-a-a-a, di mana setiap baris dalam satu bait memiliki akhiran bunyi yang sama.
  • Semua baris dalam syair mengandung isi atau makna.


Contoh : 

dalam syair yang memiliki pola A-A-A-A

Angin datang

Pohon terkenang

Bunga terkenang

Hati terkenang


Pada contoh di atas, kata-kata datang dan terkenang berima karena memiliki bunyi akhir yang sama (-ang). 



  1. Struktur gurindam
  • Gurindam adalah salah satu puisi melayu, terdiri dari dua larik, mempunyai irama akhir sama dan merupakan satu kesatuan utuh.  Dalam satu bait gurindam terdapat dua baris. Baris pertama disebut syarat. Baris kedua disebut jawaban.
  • Gurindam biasanya terdiri dari satu bait, dan setiap bait terdiri dari dua baris.
  • Gurindam menggunakan pola rima atau sajak a-a, artinya bunyi di akhir baris pertama berima dengan bunyi di akhir baris kedua.
  • Kedua baris dalam gurindam mengandung isi atau pesan moral.
  • Baris pertama biasanya menyatakan sebab atau kondisi, sementara baris kedua menyatakan akibat atau nasihat


Contoh : 

Dengan orang tua jangan pernah melawan, Kalau tidak mau hidup berantakan.


Dua larik di atas saling berhubungan isinya.

Larik ke-1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik ke-2.




Mari berlatih!


  1. Telaahlah pantun berikut dari struktur penyajian

Ayah pergi ke ladang mentimun,

baju kotor kena getahnya.

Ayolah kawan jangan melamun

melamun tiada gunanya


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)



  1. Telaahlah syair berikut dari struktur penyajian

wahai ananda kekasih bunda, 

janganlah durhaka kepada ibu bapa, 

tunjuk ajarnya janganlah lupa, 

supaya hidup aman sentosa.


wahai ananda dengarlah madah, 

ibu dan bapa jangan disanggah, 

dosanya besar azab terdedah, 

dunia akhirat mendapat susah.



  1. Telaahlah gurindam berikut dari struktur penyajian 

jika belajar bersungguh-sungguh,

keberhasilan akan kau rengkuh.


jika berilmu janganlah angkuh, 

nanti dirimu akan terjatuh.


barang siapa tidak berilmu, 

bagaikan kursi tidak bertumpu




KESIMPULAN MATERI: STRUKTUR PUISI RAKYAT

1. Pengertian Singkat

Puisi Rakyat adalah karya sastra lisan warisan nenek moyang yang terikat oleh aturan-aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan rima akhir untuk menyampaikan nasihat atau ajaran moral.

2. Rangkuman Struktur Tiga Jenis Puisi Rakyat

┌─────────────────┐     ┌───────────────────────────────────────────────────────────────┐

│  JENIS PUISI    │ ──► │  STRUKTUR BENTUK UTAMA                                        

└─────────────────┘     └───────────────────────────────────────────────────────────────┘

  • Pantun        ──►    4 Baris | Rima a-b-a-b | Baris 1-2 Sampiran, Baris 3-4 Isi

  • Gurindam      ──►    2 Baris | Rima a-a     | Hubungan Sebab (Baris 1) - Akibat (Baris 2)

  • Syair         ──►    4 Baris | Rima a-a-a-a | SEMUA Baris Adalah Isi (Satu Cerita/Petuah)

3. Tabel Komparasi Struktur

Unsur Struktur

Pantun

Gurindam

Syair

Jumlah Baris/Bait

4 Baris

2 Baris

4 Baris

Jumlah Suku Kata

8–12 Suku Kata

10–14 Suku Kata

8–14 Suku Kata

Pola Rima (Sajak)

a-b-a-b (atau a-a-a-a)

a-a

a-a-a-a

Pembagian Isi

Baris 1–2: Sampiran Baris 3–4: Isi

Baris 1: Syarat/Sebab Baris 2: Jawaban/Akibat

Semua baris (1–4) adalah isi secara utuh

4. Kunci Cepat Mengidentifikasi

  • Jika ada sampiran di dua baris awal — Pantun.
  • Jika hanya 2 baris berpola sebab-akibat —>> Gurindam.
  • Jika 4 baris, berima a-a-a-a, dan berisi cerita/nasihat utuh  Syair.

Kelas 8 - BAB 2_ Iklan Komersial dan Non Komersial - Pertemuan 3

  IDENTITAS GURU :  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd. Hari, Tanggal : Kamis, 17 September 202 6 Fase/Kelas : Fase D / Kelas 8 Mata Pelajaran...