A. IDENTITAS GURU :
- Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
- Hari, Tanggal : Jumat, 06 November 2026
- Fase/Kelas : Fase D / Kelas 8
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Materi : Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer
- Pertemuan ke : 3
B. Capaian Pembelajaran :
Elemen: Membaca dan memirsa
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual; dan mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain.
C. Tujuan Pembelajaran Umum:
- Peserta didik mampu mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer
D. Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 3.3
E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) & Alur Kegiatan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Proses pembelajaran dibagi menjadi 3 langkah berurutan yang logis dan bertahap:
- Langkah 1 (Memahami Konsep Fakta vs. Opini): Peserta didik membedakan ciri-ciri kalimat fakta (dapat dibuktikan, memuat data/angka/fakta lapangan) dan kalimat opini (berisi pendapat, kata sifat, atau kata relatif seperti mungkin, sangat, sebaiknya) melalui contoh kalimat sederhana.
- Langkah 2 (Menemukenali dalam Teks): Peserta didik membaca sebuah teks artikel ilmiah populer pendek, kemudian memilah serta menggarisbawahi kalimat-kalimat yang termasuk fakta dan opini.
- Langkah 3 (Pengelompokan & Justifikasi): Peserta didik memasukkan kalimat temuan ke dalam tabel pemilah (Fakta vs. Opini) beserta alasan/bukti pendukungnya dengan tepat.
F. Model/Metode :
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
- Metode Pembelajaran: Diskusi Kelompok, Tanya jawab
G. Media/Alat peraga : PPT Materi, Buku cetak, Teks Artikel Ilmiah populer dan LKPD
H. Materi
- Apersepsi Singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu.
-Akhlak Niat Karena Allah
"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.
Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.
Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT.
- Materi singkat (inti pembahasan) :
Pengertian Artikel Ilmiah Populer
- Kalimat Fakta
A. Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah keadaan yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.
Oleh karena itu, fakta bisa dibuktikan kebenarannya dan informasinya enggak berubah-ubah.
B. Ciri-ciri:
- Dapat dibuktikan kebenarannya.
- Didukung oleh data, angka, tanggal, atau bukti nyata seperti foto dan video.
- Informasi tetap dan tidak berubah.
- Dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, atau berapa.
- Kalimat Opini
A. Pengertian
Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian dari pandangan seseorang.
Berbeda dengan fakta, opini enggak bisa dibuktikan kebenarannya dan enggak semua orang menyetujui pandangan tersebut.
B. Ciri-ciri:
- Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
- Informasi dapat berubah-ubah tergantung pandangan orang.
- Sering menggunakan kata-kata relatif seperti "menurut," "sepertinya," "seharusnya," "lebih," atau "agak".
- Dapat menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana, atau "lalu apa".
- Contoh kalimat fakta dan opini dalam artikel ilmiah populer
A. Kalimat fakta:
1. Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik mental maupun fisik disebut peserta didik difabel.
2. Setiap peserta didik difabel memiliki guru pendamping.
3.. Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945"
4.. "Ketinggian Gunung Everest adalah 8.848,86 meter".
B. Kalimat Opini :
1. Menurut saya, seluruh sekolah harus menjadi sekolah inklusi.
2. Sekolah ini sepertinya tak memperhatikan kebutuhan peserta didik difabel.
3.. Menurut saya, pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa
4.. Seharusnya pemerintah lebih memerhatikan masalah lingkungan"
Mari Berdiskusi!
Cermatilah beberapa kalimat dalam tabel berikut ini. Berilah tanda centang pada kolom yang sesuai.
No. | Kalimat | Mengandung Pendapat | |
Ya | Tidak | ||
1. | Menurut saya, seluruh sekolah harus menjadi sekolah inklusi. | ||
2. | Semua peserta didik sebaiknya mengenakan sepatu berwarna hitam saat ke sekolah | ||
3. | Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik mental maupun fisik disebut peserta didik difabel. | ||
4. | Setiap peserta didik difabel memiliki guru pendamping |
Mari Berlatih Mandiri!
Berikut disajikan beberapa kalimat dari artikel “Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi”. Kelompokkan kalimat yang merupakan fakta dan kalimat yang merupakan opini dengan memberikan tanda centang!
No. | Kalimat | Fakta | Opini |
1. | Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental, disebut peserta didik difabel. | ||
2. | Dikutip dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. | ||
3. | Peserta didik difabel sudah selayaknya mendapat layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi. | ||
4. | Jadi, sekolah inklusi memberikan layanan khusus terhadap peserta didik difabel dalam berinteraksi. | ||
5. | Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi simbolik atau interaksi yang menggunakan simbol-simbol, seperti puzzle, gambar, dan simbolsimbol pendukung lainnya. | ||
6. | Layanan ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari semua pihak yang ada di sekolah. |