Senin, 02 Februari 2026

Kelas 7 - BAB 4 - Menulis berita - Pertemuan 7

   Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita memasuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang Kelas 7 , Senin 02 Febuari 2026, 

Pada  Pembelajaran hari ini kita akan  melajutkan materi sebelumnya yaitu menulis atau membuat sebuah berita. Silahkan dibaca dan dipahami materinya.


Capaian Pembelajaran 

(membaca dan memirsa) 

Peserta didik mampu menyampaikan serta menuliskan gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dari teks berita untuk memaknai makna yang tersurat dan tersirat


Tujuan Pembelajaran :  peserta didik mampu 


  • menyajikan/membut sebuah berita dalam bentuk tulisan secara kritis dan menarik berdasarkan faktual dan aktual.


Kegiatan pembelajaran : membuat kerangka berita dan menuliskan berita berdasarkan kerangka berita


Pertemuan : 7

Semester :    Genap 

metode : Diskusi Kelompok


Materi : 


Cara Menulis Berita


1. Menemukan Peristiwa Maupun Kejadian untuk Dijadikan Berita

Hal pertama yang harus dilakukan penulis saat memulai cara menulis berita, hal yang harus dilakukan adalah dapat menemukan peristiwa atau kejadian yang bisa dijadikan berita. Peristiwa dan kejadian ini sifatnya harus aktual dan yang paling penting bisa disebarluaskan. Misalnya jika ada peristiwa atau kejadian seperti bencana alam, kecelakaan, dan lain sebagainya.

Selain peristiwa atau kejadian, Anda juga dapat menggali informasi berita lainnya mengenai mencari berbagai kegiatan yang dilakukan suatu masyarakat atau mencari kejadian unik yang muncul di masyarakat dan bisa diliput dan juga ditulis di dalam berita. Berita mengenai pemimpin daerah dan juga orang berpengaruh juga bisa ditulis.


2. Pencarian Sumber Berita

Cara menulis berita yang kedua adalah mencari sumber berita. Artinya, setelah mengetahui adanya peristiwa dan kejadian yang akan ditulis atau dimuat, maka penulis berita harus mencari darimana sumber informasi yang tepat. Hal ini harus dilakukan supaya isi berita benar-benar faktual dan aktual.

Misalnya mengenai berita pencurian, penculikan anak, dan lain sebagainya. Anda bisa mendatangi kantor polisi yang menangani kasus tersebut dan melakukan wawancara dengan polisi, saksi mata, atau warga yang ada di tempat sekitar kejadian untuk menggali informasi mengenai peristiwa atau kejadian.


3. Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi

Setelah mendapatkan informasi, kejadian, atau peristiwa dan sudah mendapatkan sumber berita, cara menulis berita yang baik selanjutnya adalah penulis berita harus melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal ini berguna untuk dapat menggali fakta mengenai peristiwa yang terjadi. 

Misalnya data korban kecelakaan, tempat kejadian perkara terjadinya kecelakaan, proses terjadi atau kronologi, dan lain sebagainya. Wawancara bisa dilakukan melalui tanya jawab dengan sumber informasi. Sementara itu, observasi bisa dilakukan setelah wawancara dengan mengamati apa yang terjadi dan gejala yang terlihat di tempat kejadian. 

Cara menulis berita yang baik yakni Anda juga perlu mendokumentasikan temuan apa saja yang bisa menguatkan fakta kejadian dan dapat mencari dokumentasi pendamping misalnya dokumen milik korban dan lainnya.


4. Mencatat Hal-Hal Penting

Setelah itu, cara menulis berita yang selanjutnya yakni dengan mencatat hal-hal penting yang terjadi di dalam suatu peristiwa atau kejadian di dalam berita tersebut. Biasanya, proses pencatatan ini harus memuat unsur 5W + 1H seperti yang sudah dijelaskan di atas.


5. Membuat Kerangka Berita

Setelah semua informasi terkumpul, cara menulis berita yang selanjutnya adalah dengan membuat kerangka berita. Kerangka berita ini berisi mengenai gambaran kasar mengenai bagaimana informasi yang terjadi dan telah dikumpulkan dan akan diramu dalam sebuah laporan berita.

Biasanya, berita terdiri dari tiga unsur yakni judul, teras, dan kelengkapan atau penjelasan berita dan mengemukakan mengenai unsur berita yakni 5W + 1H pada awal paragraf baik pada alinea pertama dan kedua, maupun di berbagai paragraf hingga paragraf akhir.


6. Menulis Teras Berita

Cara menulis berita selanjutnya adalah dengan menulis teras berita. Yang dimaksud teras berita ini merupakan alinea pertama dalam sebuah berita yang biasanya memuat hal penting tentang kejadian atau peristiwa yang ditulis di dalam berita tersebut. Di teras berita, biasanya dibuat ringkas.

Awal kalimat saat memulai cara menulis berita yang baik adalah memuat unsur who atau siapa dan whatatau apa. Pakai juga kaidah penulisan yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yakni memuat SPOK (subjek, predikat, objek, dan keterangan) pada kalimatnya.

Pada berita yang memuat peristiwa atau kejadian, biasanya unsur waktu dan tempat diletakkan pada bagian terakhir berita.


7. Menulis Isi Berita

Langkah cara menulis berita selanjutnya adalah menulis isi berita. Isi berita memuat detail informasi yang ingin disampaikan dalam sebuah berita dan biasanya ditulis setelah teras berita. Isi berita sebaiknya disusun dalam paragraf pendek yang berisi 3 hingga 5 kalimat.

Satu paragraf berita biasanya hanya berisi satu ide yang pendek karena berguna mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca pada paragraf berikutnya.


8. Penyuntingan Berita

Tahapan cara menulis berita terakhir adalah penyuntingan berita, di mana dilakukan untuk menghindari terjadinya berbagai kesalahan dalam penulisan atau adanya kekeliruan mengenai informasi yang ditulis. Sehingga cara menulis berita yang baik dan benar harus dilakukan penyuntingan dengan tepat.

Perlu juga diperhatikan, dalam cara menulis berita, penulis harus menulis berita dengan tidak melanggar kode etik jurnalistik yang sudah ditentukan.


Latihan : 

Siswa diberikan kesempatan untuk menyimak berita yang ada di TV/media sosial. Kemudian setelah menyimak berita siswa diminta untuk menuliskan kembali berita yang telah mereka simak sebelumnya. 

Setelah itu siswa diharapkan untuk mempresentasikan membawakan berita didepan kelas. 


Kamis, 29 Januari 2026

KELAS 8 - BAB 4 : Struktur Teks Ulasan - Pertemuan 7

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang, Kelas 8 hari ini Kamis 29 Januari 2026. Pada  Pembelajaran hari ini kita akan membahas tentang Struktur Teks Ulasan(Resensi) buku fiksi.   Silahkan dibaca dan dipahami materinya.


Capaian Pembelajaran : menyampaikan pesan dan gagasan informasi berupa Struktur resensi(ulasan) sebuah buku/karya fiksi (membaca dan menyimak)


Tujuan Pembelajaran : 

peserta didik mampu menentukan struktur pada sebuah resensi buku/karya fiksi


pertemuan : 7


MATERI : 



Struktur resensi buku fiksi 

Atau struktur teks ulasan


Judul Resensi

Judul resensi mencerminkan tema utama atau poin penting yang akan dibahas dalam ulasan. Judul ini bisa langsung mengungkapkan pendapat resensator tentang buku atau memberikan petunjuk mengenai sudut pandang yang akan diambil.


2. Identitas Buku

Bagian ini mencakup informasi dasar tentang buku yang diresensi, seperti judul buku, nama penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, dan genre. Identitas buku ini penting untuk memberikan konteks awal kepada pembaca mengenai karya yang akan diulas.

3. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, resensator biasanya memperkenalkan buku secara umum, termasuk latar belakang penulis dan relevansi buku dalam dunia sastra atau konteks sosial. Pendahuluan ini juga bisa menyebutkan alasan mengapa buku ini dipilih untuk diresensi.

4. Ringkasan Isi Buku

Bagian ini berisi ringkasan singkat dari cerita atau plot utama dalam buku fiksi yang diulas. Resensator memberikan gambaran tentang alur cerita, konflik, dan perkembangan karakter tanpa mengungkapkan terlalu banyak detail yang dapat mengurangi kejutan bagi pembaca baru. Ringkasan ini membantu pembaca memahami inti dari cerita yang disajikan.


5. Analisis Unsur Buku

Dalam bagian ini, resensator menganalisis berbagai elemen penting dalam buku, seperti:


  • Tema: Pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita.
  • Karakter: Pengembangan dan keunikan karakter-karakter dalam buku, serta peran mereka dalam cerita.
  • Alur Cerita: Penilaian terhadap bagaimana alur cerita berkembang, termasuk kekuatan dan kelemahan dalam penceritaan.
  • Gaya Bahasa: Gaya  penulisan penulis, termasuk penggunaan bahasa, dialog, dan deskripsi.
  • Setting: Pengaturan tempat dan waktu dalam cerita, serta bagaimana hal itu mendukung keseluruhan narasi.

6. Evaluasi dan Opini

Bagian ini adalah inti dari resensi di mana resensator memberikan opini pribadi mengenai kualitas buku. Evaluasi ini bisa mencakup aspek positif dan negatif dari buku, seperti kekuatan cerita, kedalaman karakter, relevansi tema, serta kelebihan dan kekurangan gaya penulisan. Opini resensator biasanya disertai dengan argumen yang jelas dan contoh konkret dari buku.

7. Kesimpulan

Pada bagian penutup ini, resensator merangkum kembali poin-poin utama dari ulasan, memberikan penilaian akhir terhadap buku, dan memberikan rekomendasi apakah buku tersebut layak dibaca. Kesimpulan ini sering kali juga mencakup saran tentang siapa yang mungkin akan menikmati buku ini berdasarkan genre, tema, atau gaya penulisannya.


8. Rekomendasi atau Rating

Beberapa resensi juga menyertakan rekomendasi tambahan atau rating berdasarkan skala tertentu (misalnya bintang 1-5). Ini membantu pembaca untuk cepat menilai apakah buku tersebut sesuai dengan minat mereka.



Struktur Teks Ulasan

Secara struktur, pola penulisan teks ulasan terdiri atas beberapa bagian berikut ini:

 

1. Identitas

Pada bagian ini, kamu wajib mencantumkan identitas karya selengkap dan sejelas-jelasnya seperti gambar atau foto karya yang diulas, lengkap dengan rincian karyanya.

Misalnya, untuk buku, identitas yang bisa dimasukkan antara lain seperti judul buku, nama pengarang, jumlah halaman, nama penerbit, tahun terbit, hingga ukuran dimensi buku. Apabila yang diulas adalah film, kamu bisa memasukkan judul film, sutradara, pemain, penulis skenario, nama rumah produksi, hingga durasi di bagian identitas.

 

2. Orientasi

Dalam struktur orientasi ini dijelaskan mengenai pentingnya sebuah karya yang diulas. Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan tentang popularitas karya seperti penghargaan atau predikat lain yang pernah berhasil didapatkan.

 

3. Sinopsis

Struktur ketiga yaitu sinopsis, berisi tentang ringkasan dari isi karya yang diulas. Apabila yang diulas berupa novel, film atau pementasan drama, sinopsisnya bisa berupa jalan cerita dari suatu karya. Kalau yang diulas berupa lagu atau karya nonfiksi, sinopsisnya dapat berupa rangkuman isi karya secara garis besar.

 

4. Analisis

Analisis berisi paparan tentang keberadaan unsur-unsur karya. Pada ulasan novel, film, atau drama, analisisnya dapat berupa penjelasan tentang unsur intrinsik, seperti tema, tokoh, latar, dan alurnya. Untuk ulasan lagu, kamu bisa memasukkan unsur analisis, seperti estetika dan komposisinya.

 

5. Evaluasi

Bagian evaluasi pada teks ulasan berisi penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya. Kelebihan dan kekurangan yang disampaikan bisa dilihat dari isi, tampilan, dan bahasa yang digunakan. Di bagian ini, kamu juga bisa memberikan penutup dengan kesimpulan tentang penilaian akhir karya.




Teks Ulasan

Setelah memahami seluruh penjelasan di atas, sekarang coba kamu lihat contoh teks ulasan di bawah ini dan analisis struktur serta temukan unsur kebahasaannya ya.

Identitas Buku

  • Judul: Atheis
  • Pengarang: Achdiat K. Mihardja
  • Penerbit: Balai Pustaka
  • Tahun terbit: 1949 (cetakan pertama)
  • Tebal halaman: 232 halaman

 

Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini. Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruh kembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.

Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.

Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan teman-teman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiran-pemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama-kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.

Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan. Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendiriannya.

Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.

Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.


Mari berlatih : 

Masing-masing membentuk kolompok 

Lalu Tentukan Struktur dari teks ulasan diatas berdasarkan 

  1. Judul 
  2. Identitas buku
  3. Pendahuluan (orientasi)
  4. Sinopsis (ringkasan isi buku)
  5. Analisis unsur buku
  6. Evaluasi (penilaian)

Kelas 9 : BAB 5 : Struktur Teks Laporan Percobaan - Pertemuan 2

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Kamis 29 Januari 2026, Pada  Pembelajaran hari ini kita akan membahas mengenai Struktur Teks Laporan Hasi; Percobaan Silahkan dibaca dan dipahami materinya.

 

Indikator Pembelajaran :

3.1.1        Menjelaskan Pengertian Teks Laporan Percobaan

3.2.1        Menganalisis Struktur teks Laporan Percobaan

3.2.2        Menganalisis  struktur dan kebahasaan dari teks laporan percobaan yang didengar atau dibaca (percobaan sederhana untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan, adanya vitamin pada makanan, dll)

Tujuan Pembelajaran : peserta didik mampu:

Mengertahui struktur dan unsur kebahasaan teks laporan 

·       

 

Materi :  

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti. Biasanya, teks seperti ini digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum.

Struktur Teks Laporan Percobaan

Struktur teks laporan percobaan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pernyataan umum dan uraian. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

A. Pernyataan Umum

Pernyataan umum berisi paparan atau klasifikasi secara umum mengenai objek percobaan. Pada bagian ini, dibagi lagi menjadi empat, yaitu tujuan, pengertian, landasan teori, dan latar belakang.

1. Tujuan

Bagian ini menjelaskan apa yang ingin diketahui atau diuji oleh peneliti. Tujuan memberikan gambaran tentang hasil yang diharapkan dari percobaan.

2. Landasan Teori

Bagian ini mencakup teori-teori yang relevan yang mendasari percobaan. Landasan teori membantu penulis dalam menjawab masalah yang diteliti dan menghubungkan percobaan dengan konsep-konsep yang ada.

3. Latar Belakang

Bagian ini akan menjelaskan secara singkat tentang topik atau objek percobaan, serta alasan mengapa topik tersebut dipilih. Latar belakang percobaan akan memberikan konteks penelitian.

B. Uraian

Sementara itu, uraian berisi aspek-aspek laporan yang disusun berdasarkan klasifikasi tertentu, seperti alat dan bahan, langkah-langkah, hasil percobaan, dan kesimpulan.

1. Alat dan Bahan

Berisi daftar semua alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.

2. Langkah-langkah

Menyajikan urutan proses atau prosedur yang harus diikuti dalam pelaksanaan percobaan.

3. Hasil Percobaan

Menyajikan data dan temuan yang diperoleh selama percobaan, termasuk observasi dan pengukuran.

4. Simpulan

Merangkum hasil percobaan dan memberikan kesimpulan yang berdasarkan pada data yang telah diperoleh.



Salinlah Materi Tugas Pembelajaran pada lembar kerja / buku rangkuman Bahasa Indonesia masing-masing sebagai acuan bahan pembelajaran...

Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb....

Kelas 7 - BAB 4 - Menulis berita - Pertemuan 7

    Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Saatnya kita memasuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang ...