Rabu, 09 September 2026

Kelas 9 - BAB 2 _ Sejarah dan Proses Penyerapan Kosakata - Pertemuan 2

 IDENTITAS GURU : 

  1. Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
  2. Hari, Tanggal : Rabu 09 September 2026
  3. Fase/Kelas : Fase D / Kelas 9
  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
  5. Materi : Sejarah dan Proses Penyerapan Kosakata
  6. Pertemuan ke :  2


C. Capaian Pembelajaran : 

Elemen: Membaca dan memirsa 

Peserta didik mampu menganalisis gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural.


Tujuan Pembelajaran Umum:

  1. Peserta didik mampu Mencermati proses penyerapan kosakata bahasa Indonesia dari bahasa daerah dan bahasa asing.


Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) : 

  1. Mengenali kosakata dalam teks yang berasal dari bahasa daerah (seperti Jawa, Minang, Sunda) dan bahasa asing (seperti Belanda, Inggris, Arab, Sanskerta).
  2. Mengidentifikasi Asal-Usul Kata 
  3. Menganalisis Cara/Proses Penyerapan
  4. Mengaplikasikan Kata Serapan


F. Model/Metode :

  • Model Pembelajaran: PBL
  • Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok dan tanya jawab


Materi

  • Apresiasi Singkat 


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu. 


-Akhlak Niat Karena Allah

"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.

Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.

Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT. 


  • Materi singkat (inti pembahasan) : 


A. Tahukah Kamu? 

Pernahkah kamu menyadari bahwa banyak kata yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing?

Perhatikan kata-kata berikut:

  • Kemeja (dari bahasa Portugis: camisa)
  • Sepeda (dari bahasa Prancis/Belanda: bicyclette / fiets)
  • Gratis (dari bahasa Belanda: gratis)
  • Gula (dari bahasa Sanskerta: guḷa)
  • Mampir (dari bahasa Jawa)
  • Nasihat (dari bahasa Arab: naṣīḥah)

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis dan terbuka. Sejak zaman dahulu, bangsa Indonesia berinteraksi dengan berbagai suku di nusantara serta negara lain melalui perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Dari interaksi inilah terjadi proses penyerapan kosakata.


SEJARAH DAN ASAL-USUL PENYERAPAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia tidak tumbuh di ruang hampa. Cikal bakalnya—bahasa Melayu—sejak abad ke-7 telah menjadi lingua franca (bahasa pengantar) dalam perdagangan dan diplomasi di kawasan Nusantara. Keterbukaan bahasa Melayu terhadap budaya luar menjadi alasan utama mengapa bahasa Indonesia memiliki perbendaharaan kata yang sangat kaya hasil penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

1. Gelombang Penyerapan Bahasa Asing

Proses masuknya kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia berjalan seiring dengan sejarah gelombang kedatangan bangsa luar ke Nusantara:

  • Bahasa Sanskerta & Tamil (Abad ke-4 – 14 M): Masuk melalui penyebaran agama Hindu-Buddha dan jalur perdagangan India. kosakata yang diserap umumnya berkaitan dengan keagamaan, pemerintahan, dan alam.
    • Contoh: Raja (rājan), AgamaBahasa (bhāṣā), Gula (guḷa).
  • Bahasa Arab & Parsi (Abad ke-11 M – Sekarang): Masuk seiring perkembangan perdagangan dan dakwah Islam di Nusantara. kosakata yang diserap melingkupi bidang keagamaan, hukum, serta ilmu pengetahuan.
    • Contoh: Akal (‘aql), Dewan (dīwān), Nasihat (naṣīḥah), Hak (ḥaqq).
  • Bahasa Tionghoa (Abad ke-7 M – Sekarang): Diperkenalkan oleh para pedagang dan imigran Tiongkok (mayoritas dialek Hokkien). Banyak menyerap kosakata kuliner, nama barang, dan kehidupan sehari-hari.
    • Contoh: Tahu (tāu-hū), TaugeLoteng (lâu-téng), Kue (kué).
  • Bahasa Portugis (Abad ke-16 M): Bangsa Eropa pertama yang menjelajah dan menguasai jalur rempah-rempah Nusantara. Kosakatanya menyerap nama-nama benda modern saat itu.
    • Contoh: Kemeja (camisa), Sepatu (sapato), Gereja (igreja), Bendera (bandeira).
  • Bahasa Belanda (Abad ke-17 – 20 M): Masa kolonialisme Belanda yang berlangsung lama meninggalkan penyerapan kata terbanyak di bidang hukum, administrasi, teknologi, dan pendidikan.
    • Contoh: Kantor (kantoor), GratisBioskop (bioscoop), Sekolah (school).
  • Bahasa Inggris (Abad ke-20 – Sekarang): Masuk deras seiring pesatnya perkembangan sains, teknologi, dan globalisasi digital hingga saat ini.
    • Contoh: Komputer (computer), Akses (access), Opsi (option).

2. Penyerapan dari Bahasa Daerah (Nusantara)

Selain bahasa asing, bahasa Indonesia terus diperkaya oleh bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Penyerapan kata daerah umumnya mengisi kekosongan konsep budaya, rasa, atau ekspresi emosional yang belum ada padanannya dalam bahasa Melayu.

  • Bahasa Jawa: Menyumbang kosakata paling dominan di bidang sosial dan birokrasi.
    • Contoh: MampirLarisPariwisataWajah.
  • Bahasa Sunda:
    • Contoh: NyeriLalapanNongkrong.
  • Bahasa Minangkabau:
    • Contoh: CemoohGengsiImbau.


B. Cara/Proses Penyerapan Kosakata (Meaningful Concept)

Bagaimana sebuah kata asing atau daerah bisa "diterima" dan menjadi kosakata baku bahasa Indonesia? Ada 4 cara utama proses penyerapan kata:

                  ┌──► 1. Adopsi (Ambil utuh)

                  

PROSES PENSERAPAN ├──► 2. Adaptasi (Disesuaikan ejaan/lafal)

KOSAKATA          

                  ├──► 3. Penerjemahan (Dicari padanannya)

                  

                  └──► 4. Kreasi (Diolah konsepnya)

1. Adopsi

Proses mengambil seluruh kata secara utuh tanpa mengubah ejaan, lafal, maupun tulisan.

  • Contoh Asing: Supermarket \rightarrow Supermarket, Data \rightarrow Data, Internet \rightarrow Internet.
  • Contoh Daerah: Gado-gado (Jawa), Nyeri (Sunda).

2. Adaptasi

Proses mengambil kata dengan menyesuaikan ejaan dan lafalnya agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

  • Contoh Asing:
    • Option (Inggris) \rightarrow Opsi
    • Option / Organisatie (Belanda) \rightarrow Organisasi
    • Igreja (Portugis) \rightarrow Gereja
    • Fikr (Arab) \rightarrow Pikir
  • Contoh Daerah:
    • Gedhogan (Jawa) \rightarrow Gedokan

3. Penerjemahan

Proses mengambil konsep kata tersebut, lalu mencari padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

  • Contoh Asing:
    • Try out \rightarrow Uji coba
    • Data bank \rightarrow Bank data
    • Upload \rightarrow Unggah / Download \rightarrow Unduh

4. Kreasi

Proses membuat kata baru berdasarkan konsep asing, tetapi bentuknya tidak harus sama persis dengan kata aslinya (sering kali mengubah jumlah kata).

  • Contoh Asing:
    • Effective \rightarrow Bermutu / Tepat guna
    • Spare parts \rightarrow Suku cadang
    • Greenhouse \rightarrow Rumah kaca

C. Mengapa Bahasa Indonesia Membutuhkan Kata Serapan?

  1. Enrichment (Pengayaan): Menambah perbendaharaan kata agar kita dapat mengungkapkan berbagai ide, ilmu pengetahuan, dan teknologi modern secara tepat.
  2. Komunikasi yang Efektif: Memudahkan pembicara dan pendengar dari berbagai latar belakang suku/bangsa untuk saling memahami.

D. Pojok Detektif Kata (Joyful Activity)

Cobalah tebak asal-usul kata-kata baku bahasa Indonesia di bawah ini bersama teman sebangkumu! (Gunakan KBBI jika ragu)

Kata Baku B. Indonesia

Asal Bahasa

Kata Asli / Penjelasan

Pahlawan

Sanskerta

Phalavan

Bioskop

Belanda

Bioscoop

Rupiah

Hindi / Sanskerta

Rupiya / Rūpya

Sabun

Arab

Ṣābūn

Laris

Jawa

Laris





Mari Berlatih  dan mengerjakan tugas hari ini : 

Note : Sebelum mengerjakan tugas, Untuk kehadiran silahkan absen melalui komentar diblogger, dengan memberikan satu kosakata dari bahasa daerah/asing.


✍️ LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DARING

BAGIAN A: Mencermati & Mengidentifikasi Asal Kata

Cermati 10 kata di bawah ini! Tentukan asal bahasanya (Bahasa Daerah / Bahasa Asing) dan tentukan proses penyerapannya (Adopsi, Adaptasi, atau Penerjemahan)!

(Salin dan isi tabel berikut di lembar jawabanmu)

No

Kosakata Serapan

Asal Bahasa (Daerah / Asing)

Bahasa Asal / Asli

Cara Penyerapan (Adopsi/Adaptasi/Penerjemahan)

1

Gawai

Bahasa Asing

Gadget (Inggris)

Penerjemahan

2

Kamera

Bahasa Asing

Camera (Inggris)

..................

3

Piknik

..................

Picknick (Belanda)

Adaptasi

4

Nyepi

Bahasa Daerah

.................. (Bali)

Adopsi

5

Diskon

..................

Discount (Inggris)

..................

6

Unggah

Bahasa Daerah

Unggah (Jawa)

..................

7

Internet

..................

Internet (Inggris)

Adopsi

8

Latar Belakang

Bahasa Asing

Background (Inggris)

..................

9

Ampel

Bahasa Daerah

Ampel (Jawa)

..................

10

Sistem

..................

System (Inggris)

..................

BAGIAN B: Detektif Bahasa di Rumah

Lakukan pengamatan di rumahmu saat melakukan aktivitas daring (seperti saat belajar, bermain smartphone, menonton TV, atau berbincang dengan keluarga)!

  1. Cari 3 Kata Serapan Bahasa Asing dan 3 Kata Serapan Bahasa Daerah yang kamu/keluargamu sering gunakan sehari-hari!
  2. Susun hasil temuanmu dalam format berikut:
  • Contoh Temuan:
    • Kata: Online atau Padanan Bahasa Indonesia: Dalam jaringan (Daring)
    • Asal Bahasa: Bahasa Inggris
    • Kalimat yang kamu buat: "Hari ini kita belajar secara daring menggunakan laptop."
  • FORMAT JAWABAN BAGIAN B:

A. 3 Kosakata Serapan Bahasa Asing:

  1. Kata: ..................
    • Bentuk Asli/Bahasa Asal: ..................
    • Kalimat: ............................................................................................
  2. Kata: ..................
    • Bentuk Asli/Bahasa Asal: ..................
    • Kalimat: ............................................................................................
  3. Kata: ..................
    • Bentuk Asli/Bahasa Asal: ..................
    • Kalimat: ............................................................................................

B. 3 Kosakata Serapan Bahasa Daerah:

  1. Kata: ..................
    • Asal Bahasa Daerah (misal: Jawa/Sunda/Minang): ..................
    • Kalimat: ............................................................................................
  2. Kata: ..................
    • Asal Bahasa Daerah: ..................
    • Kalimat: ............................................................................................
  3. Kata: ..................
    • Asal Bahasa Daerah: ..................
    • Kalimat: ............................................................................................







KESIMPULAN MATERI: PENYERAPAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA

  1. Pengertian & Hakikat: Bahasa Indonesia bersifat dinamis, terbuka, dan adaptif. Sebagian besar perbendaharaan katanya diperkaya melalui proses penyerapan dari bahasa daerah (seperti Jawa, Sunda, Minang) dan bahasa asing (seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Inggris) akibat interaksi sejarah, budaya, perdagangan, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
  2. ** Empat Cara/Jalur Penyerapan Kosakata:**
    • Adopsi: Mengambil kata asing/daerah secara utuh tanpa mengubah ejaan, lafal, atau penulisan. (Contoh: Supermarket, Internet, Data)
    • Adaptasi: Mengambil kata dengan menyesuaikan ejaan dan lafalnya agar sesuai dengan kaidah baku Bahasa Indonesia (KBBI). (Contoh: Organization \rightarrow Organisasi, Computer \rightarrow Komputer)
    • Penerjemahan: Mengambil konsep kata asing/daerah, lalu mencari padanan katanyadalam bahasa Indonesia. (Contoh: Try out \rightarrow Uji coba, Upload \rightarrow Unggah)
    • Kreasi: Merekasatu kata atau istilah baru berdasarkan konsep asing tanpa harus terikat jumlah kata aslinya. (Contoh: Spare parts \rightarrow Suku cadang, Green house \rightarrow Rumah kaca)
  3. Tujuan & Manfaat: Penyerapan kosakata bertujuan untuk memperkaya perbendaharaan kata (enrichment), memperjelas ungkapan ilmiah/teknologi, serta memudahkan komunikasi antarsuku dan antarbangsa tanpa menghilangkan identitas bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 9 - BAB 2 _ Sejarah dan Proses Penyerapan Kosakata - Pertemuan 2

  IDENTITAS GURU :  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd. Hari, Tanggal : Rabu 09 September 202 6 Fase/Kelas : Fase D / Kelas 9 Mata Pelajaran :...