Kamis, 17 September 2026

Kelas 7 - BAB 2_ Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Syair, Gurindam) - Pertemuan 4

 IDENTITAS GURU : 

  1. Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
  2. Hari, Tanggal : Kamis, 17 September 2026
  3. Fase/Kelas : Fase D / Kelas 7
  4. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
  5. Materi : Struktur puisi rakyat
  6. Pertemuan ke :  4


Capaian Pembelajaran : 

Elemen: Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.


Tujuan Pembelajaran Umum:

Peserta didik mampu menelaah Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)


Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2.3


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) : 

  1. Menganalisis Unsur Fisik Puisi Rakyat
  2. Menelaah Pembagian Struktur Teks
  3. Membandingkan Kekhasan Struktur
Model/metode : 
  • Model Pembelajaran: Discovery Learning
  • Metode Pembelajaran: Diskusi, Pahamanan Teks.


Media Ajar : PPT, Teks Puisi Rakyat.


Materi

  • Apresiasi Singkat 


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu. 


-Akhlak Niat Karena Allah

"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.

Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.

Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT. 


  • Materi singkat (inti pembahasan) : 

A. Struktur Puisi Rakyat


  1. Struktur Pantun
  • Pantun terdiri dari satu bait, dan setiap bait biasanya terdiri dari empat baris.
  • Pantun umumnya menggunakan pola rima atau sajak a-b-a-b.
  • Sampiran: Terletak pada dua baris pertama. Bagian ini biasanya tidak berkaitan langsung dengan isi, tetapi berfungsi sebagai pembuka yang menarik dan memperindah pantun.
  • Isi: Terletak pada dua baris terakhir. Bagian ini mengandung pesan, nasihat, atau tujuan pantun tersebut.
  • Struktur pantun juga terdiri atas: dua larik sampiran dan dua larik isi. Dua larik pertama merupakan pengantar, sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi. Makna larik 1 dan 2, serta 3-4 tidak berhubungan. Berdasarkan jenis kalimatnya, larik 1 dan 2 berdiri sendiri dan larik 3 serta 4 adalah saran.


Contoh :

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)

Bayam, ayam

Kantung, sekampung


  1. Struktur syair 
  • terdiri atas: Setiap bait terdiri dari empat baris, pola rima sama a-a-a-a, keempat larik syair dan merupakan bait-bait yang saling terkait, menggunakan kalimat menyapa, larik ke 2 dan 3 biasanya ditujukan kepada generasi muda, larik keempatmerupakan akibat jika menjalankan yang ke 2 dan 3. Kata yang digunakan bersifat simbolik.
  • Syair terdiri dari beberapa bait, dan jumlah baitnya tidak terbatas.
  • Setiap bait syair terdiri dari empat baris.
  • Syair menggunakan pola rima atau sajak yang a-a-a-a, di mana setiap baris dalam satu bait memiliki akhiran bunyi yang sama.
  • Semua baris dalam syair mengandung isi atau makna.


Contoh : 

dalam syair yang memiliki pola A-A-A-A

Angin datang

Pohon terkenang

Bunga terkenang

Hati terkenang


Pada contoh di atas, kata-kata datang dan terkenang berima karena memiliki bunyi akhir yang sama (-ang). 



  1. Struktur gurindam
  • Gurindam adalah salah satu puisi melayu, terdiri dari dua larik, mempunyai irama akhir sama dan merupakan satu kesatuan utuh.  Dalam satu bait gurindam terdapat dua baris. Baris pertama disebut syarat. Baris kedua disebut jawaban.
  • Gurindam biasanya terdiri dari satu bait, dan setiap bait terdiri dari dua baris.
  • Gurindam menggunakan pola rima atau sajak a-a, artinya bunyi di akhir baris pertama berima dengan bunyi di akhir baris kedua.
  • Kedua baris dalam gurindam mengandung isi atau pesan moral.
  • Baris pertama biasanya menyatakan sebab atau kondisi, sementara baris kedua menyatakan akibat atau nasihat


Contoh : 

Dengan orang tua jangan pernah melawan, Kalau tidak mau hidup berantakan.


Dua larik di atas saling berhubungan isinya.

Larik ke-1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik ke-2.




Mari berlatih!


  1. Telaahlah pantun berikut dari struktur penyajian

Ayah pergi ke ladang mentimun,

baju kotor kena getahnya.

Ayolah kawan jangan melamun

melamun tiada gunanya


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)



  1. Telaahlah syair berikut dari struktur penyajian

wahai ananda kekasih bunda, 

janganlah durhaka kepada ibu bapa, 

tunjuk ajarnya janganlah lupa, 

supaya hidup aman sentosa.


wahai ananda dengarlah madah, 

ibu dan bapa jangan disanggah, 

dosanya besar azab terdedah, 

dunia akhirat mendapat susah.



  1. Telaahlah gurindam berikut dari struktur penyajian 

jika belajar bersungguh-sungguh,

keberhasilan akan kau rengkuh.


jika berilmu janganlah angkuh, 

nanti dirimu akan terjatuh.


barang siapa tidak berilmu, 

bagaikan kursi tidak bertumpu




KESIMPULAN MATERI: STRUKTUR PUISI RAKYAT

1. Pengertian Singkat

Puisi Rakyat adalah karya sastra lisan warisan nenek moyang yang terikat oleh aturan-aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan rima akhir untuk menyampaikan nasihat atau ajaran moral.

2. Rangkuman Struktur Tiga Jenis Puisi Rakyat

┌─────────────────┐     ┌───────────────────────────────────────────────────────────────┐

│  JENIS PUISI    │ ──► │  STRUKTUR BENTUK UTAMA                                        │

└─────────────────┘     └───────────────────────────────────────────────────────────────┘

  • Pantun        ──►    4 Baris | Rima a-b-a-b | Baris 1-2 Sampiran, Baris 3-4 Isi

  • Gurindam      ──►    2 Baris | Rima a-a     | Hubungan Sebab (Baris 1) - Akibat (Baris 2)

  • Syair         ──►    4 Baris | Rima a-a-a-a | SEMUA Baris Adalah Isi (Satu Cerita/Petuah)

3. Tabel Komparasi Struktur

Unsur Struktur

Pantun

Gurindam

Syair

Jumlah Baris/Bait

4 Baris

2 Baris

4 Baris

Jumlah Suku Kata

8–12 Suku Kata

10–14 Suku Kata

8–14 Suku Kata

Pola Rima (Sajak)

a-b-a-b (atau a-a-a-a)

a-a

a-a-a-a

Pembagian Isi

Baris 1–2: Sampiran Baris 3–4: Isi

Baris 1: Syarat/Sebab Baris 2: Jawaban/Akibat

Semua baris (1–4) adalah isi secara utuh

4. Kunci Cepat Mengidentifikasi

  • Jika ada sampiran di dua baris awal — Pantun.
  • Jika hanya 2 baris berpola sebab-akibat —>> Gurindam.
  • Jika 4 baris, berima a-a-a-a, dan berisi cerita/nasihat utuh  Syair.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 9 - BAB 2_ Menyimak Video atau teks prosedur yang dibacakan dan merancangnya - Pertemuan 13

 A. IDENTITAS GURU :  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd. Hari, Tanggal : Senin , 02 November 202 6 Fase/Kelas : Fase D / Kelas 9 Mata Pelajar...