IDENTITAS GURU :
- Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
- Hari, Tanggal : Kamis, 17 September 2026
- Fase/Kelas : Fase D / Kelas 7
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Materi : Struktur puisi rakyat
- Pertemuan ke : 4
Capaian Pembelajaran :
Elemen: Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
Tujuan Pembelajaran Umum:
Peserta didik mampu menelaah Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2.3
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
- Menganalisis Unsur Fisik Puisi Rakyat
- Menelaah Pembagian Struktur Teks
- Membandingkan Kekhasan Struktur
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
- Metode Pembelajaran: Diskusi, Pahamanan Teks.
Media Ajar : PPT, Teks Puisi Rakyat.
Materi
- Apresiasi Singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu.
-Akhlak Niat Karena Allah
"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.
Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.
Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT.
- Materi singkat (inti pembahasan) :
A. Struktur Puisi Rakyat
- Struktur Pantun
- Pantun terdiri dari satu bait, dan setiap bait biasanya terdiri dari empat baris.
- Pantun umumnya menggunakan pola rima atau sajak a-b-a-b.
- Sampiran: Terletak pada dua baris pertama. Bagian ini biasanya tidak berkaitan langsung dengan isi, tetapi berfungsi sebagai pembuka yang menarik dan memperindah pantun.
- Isi: Terletak pada dua baris terakhir. Bagian ini mengandung pesan, nasihat, atau tujuan pantun tersebut.
- Struktur pantun juga terdiri atas: dua larik sampiran dan dua larik isi. Dua larik pertama merupakan pengantar, sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi. Makna larik 1 dan 2, serta 3-4 tidak berhubungan. Berdasarkan jenis kalimatnya, larik 1 dan 2 berdiri sendiri dan larik 3 serta 4 adalah saran.
Contoh :
Air surut memungut bayam,
Sayur diisi ke dalam kantung;
Jangan diikuti tabiat ayam,
Bertelur sebiji riuh sekampung.
Jadi Kata berima pada pantun:
Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3) | Kata berima pada larik genap (2 dan 4) |
Bayam, ayam | Kantung, sekampung |
- Struktur syair
- terdiri atas: Setiap bait terdiri dari empat baris, pola rima sama a-a-a-a, keempat larik syair dan merupakan bait-bait yang saling terkait, menggunakan kalimat menyapa, larik ke 2 dan 3 biasanya ditujukan kepada generasi muda, larik keempatmerupakan akibat jika menjalankan yang ke 2 dan 3. Kata yang digunakan bersifat simbolik.
- Syair terdiri dari beberapa bait, dan jumlah baitnya tidak terbatas.
- Setiap bait syair terdiri dari empat baris.
- Syair menggunakan pola rima atau sajak yang a-a-a-a, di mana setiap baris dalam satu bait memiliki akhiran bunyi yang sama.
- Semua baris dalam syair mengandung isi atau makna.
Contoh :
dalam syair yang memiliki pola A-A-A-A
Angin datang
Pohon terkenang
Bunga terkenang
Hati terkenang
Pada contoh di atas, kata-kata datang dan terkenang berima karena memiliki bunyi akhir yang sama (-ang).
- Struktur gurindam
- Gurindam adalah salah satu puisi melayu, terdiri dari dua larik, mempunyai irama akhir sama dan merupakan satu kesatuan utuh. Dalam satu bait gurindam terdapat dua baris. Baris pertama disebut syarat. Baris kedua disebut jawaban.
- Gurindam biasanya terdiri dari satu bait, dan setiap bait terdiri dari dua baris.
- Gurindam menggunakan pola rima atau sajak a-a, artinya bunyi di akhir baris pertama berima dengan bunyi di akhir baris kedua.
- Kedua baris dalam gurindam mengandung isi atau pesan moral.
- Baris pertama biasanya menyatakan sebab atau kondisi, sementara baris kedua menyatakan akibat atau nasihat
Contoh :
Dengan orang tua jangan pernah melawan, Kalau tidak mau hidup berantakan.
Dua larik di atas saling berhubungan isinya.
Larik ke-1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik ke-2.
Mari berlatih!
- Telaahlah pantun berikut dari struktur penyajian
Ayah pergi ke ladang mentimun,
baju kotor kena getahnya.
Ayolah kawan jangan melamun
melamun tiada gunanya
Jadi Kata berima pada pantun:
Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3) | Kata berima pada larik genap (2 dan 4) |
- Telaahlah syair berikut dari struktur penyajian
wahai ananda kekasih bunda,
janganlah durhaka kepada ibu bapa,
tunjuk ajarnya janganlah lupa,
supaya hidup aman sentosa.
wahai ananda dengarlah madah,
ibu dan bapa jangan disanggah,
dosanya besar azab terdedah,
dunia akhirat mendapat susah.
- Telaahlah gurindam berikut dari struktur penyajian
jika belajar bersungguh-sungguh,
keberhasilan akan kau rengkuh.
jika berilmu janganlah angkuh,
nanti dirimu akan terjatuh.
barang siapa tidak berilmu,
bagaikan kursi tidak bertumpu
KESIMPULAN MATERI: STRUKTUR PUISI RAKYAT
1. Pengertian Singkat
Puisi Rakyat adalah karya sastra lisan warisan nenek moyang yang terikat oleh aturan-aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan rima akhir untuk menyampaikan nasihat atau ajaran moral.
2. Rangkuman Struktur Tiga Jenis Puisi Rakyat
┌─────────────────┐ ┌───────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ JENIS PUISI │ ──► │ STRUKTUR BENTUK UTAMA │
└─────────────────┘ └───────────────────────────────────────────────────────────────┘
• Pantun ──► 4 Baris | Rima a-b-a-b | Baris 1-2 Sampiran, Baris 3-4 Isi
• Gurindam ──► 2 Baris | Rima a-a | Hubungan Sebab (Baris 1) - Akibat (Baris 2)
• Syair ──► 4 Baris | Rima a-a-a-a | SEMUA Baris Adalah Isi (Satu Cerita/Petuah)
3. Tabel Komparasi Struktur
Unsur Struktur | Pantun | Gurindam | Syair |
Jumlah Baris/Bait | 4 Baris | 2 Baris | 4 Baris |
Jumlah Suku Kata | 8–12 Suku Kata | 10–14 Suku Kata | 8–14 Suku Kata |
Pola Rima (Sajak) | a-b-a-b (atau a-a-a-a) | a-a | a-a-a-a |
Pembagian Isi | Baris 1–2: Sampiran Baris 3–4: Isi | Baris 1: Syarat/Sebab Baris 2: Jawaban/Akibat | Semua baris (1–4) adalah isi secara utuh |
4. Kunci Cepat Mengidentifikasi
- Jika ada sampiran di dua baris awal — Pantun.
- Jika hanya 2 baris berpola sebab-akibat —>> Gurindam.
- Jika 4 baris, berima a-a-a-a, dan berisi cerita/nasihat utuh Syair.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar