A. IDENTITAS GURU :
- Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
- Hari, Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2026
- Fase/Kelas : Fase D / Kelas 7
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Materi : Mengenali Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi
- Pertemuan ke : 13
B. Capaian Pembelajaran :
Elemen: Membaca dan memirsa
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual; dan mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain.
C. Tujuan Pembelajaran Umum:
Peserta didik mempu menemukenali majas sarkasme dalam teks naratif "Kue-Kue Mao" dengan menuliskan ulang kalimat majas sarkasme dengan baik.
D. Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 9
E. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) & Alur Kegiatan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Proses belajar dibagi menjadi 3 langkah bertahap yang praktis:
- Langkah 1 (Mengenal & Membaca): Peserta didik membaca teks naratif "Kue-Kue Mao" secara cermat, lalu mengenali pengertian serta ciri kata-kata yang mengandung sindiran pedas/kasar (majas sarkasme).
- Langkah 2 (Menemukenali & Mengidentifikasi): Peserta didik menemukan dan menggarisbawahi kalimat-kalimat bermajas sarkasme yang terdapat di dalam cerita "Kue-Kue Mao".
- Langkah 3 (Menulis Ulang & Refleksi): Peserta didik menyalin/menuliskan kembali kalimat bermajas sarkasme yang ditemukan ke dalam tabel kerja beserta penjelasannya dengan rapi dan tepat.
F. Model/Metode :
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
- Metode Pembelajaran: Tanya Jawab dan diskusi, Detektif kata
Media/Alat peraga : PPT, Buku cetak,Teks cerita fantasi/naratif
Materi
- Apersepsi Singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu.
-Akhlak Niat Karena Allah
"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.
Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.
Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT.
- Materi singkat (inti pembahasan) :
Majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata kasar dan tajam untuk mengejek, menghina, atau menyinggung seseorang atau sesuatu, sering kali untuk mengekspresikan rasa kesal atau marah secara tidak langsung melalui ujaran yang seolah-olah menghibur. Berbeda dengan sindiran halus, sarkasme disampaikan secara terang-terangan dan dapat sangat menyakitkan perasaan karena kepahitan diksi yang digunakan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarkasme adalah kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain dengan cemoohan atau ejekan kasar.
Ciri-Ciri Majas Sarkasme:
- 1. Menggunakan kata-kata kasar dan pedas: Ungkapan yang digunakan tidaklah halus, melainkan langsung dan keras.
- 2. Bersifat menghina dan mengejek: Tujuannya adalah untuk merendahkan atau menjelek-jelekkan objek yang dituju.
- 3. Ungkapan tertulis maupun lisan: Dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun dalam karya sastra.
- 4. Biasanya bersifat pahit dan getir: Mengandung nada yang menunjukkan ketidaksenangan atau kekesalan yang mendalam.
- 5. Merupakan jenis ironi: Mengomunikasikan kebalikan dari apa yang dimaksudkan, tetapi dengan tujuan mengkritik secara pedas.
Contoh Majas Sarkasme:
Contoh Majas Sarkasme
- Bicaramu banyak sekali, padahal kau tidak melakukan apa-apa.
- Kalau tidak tahu, ya berusaha untuk cara tahu, jangan hanya diam saja.
- Wah, hebat banget! Datang terlambat setiap hari, pasti contoh karyawan teladan.
- Pintar sekali, ya, nilai ulanganmu nol. Memang luar biasa usahamu!
- Percuma saja sekolah tinggi, kepada orang tua saja dia tak tahu sopan santun!
- Dasar anak pemalas, matahari sudah tinggi kau bahkan belum turun dari kasurmu.
- Aku tak peduli dengan air matanya bahkan jika dia menangis darah sekalipun. Aku tak akan tertipu lagi dengan air mata buayanya.
- Kamu itu memang jenius, sampai lupa cara membuka pintu!
- Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
- Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
- Dasar payah! Soal begini saja kau tidak bisa.
Latihan :
Baca kembali teks fantasi berjudul "KueKue Mao" pada buku cetak halaman 54-56,.
Kemudian siswa mencari kalimat yang mengandung majas Sarkasme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar