IDENTITAS GURU :
- Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd.
- Hari, Tanggal : Kamis, 24 September 2026
- Fase/Kelas : Fase D / Kelas 7
- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
- Materi : Alur Cerita Fantasi
- Pertemuan ke : 6
Capaian Pembelajaran :
Elemen: Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
Tujuan Pembelajaran Umum:
Peserta didik mampu menganalisis perubahan lebih rinci dalam alur cerita teks naratif dengan menjawab pertanyaan tentang cerita "Bola-Bola Waktu" dengan baik.
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2.6
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
- Mengidentifikasi Alur Awal, Tengah, dan Akhir
- Menganalisis Perubahan Rinci Karakter & Alur
- Refleksi & Menjawab Pertanyaan Analitis
Model/Metode :
- Model Pembelajaran: PBL
- Metode Pembelajaran: Direct Reading Thinking Activity (DRTA) , Diskusi, Pahamanan Teks.
Media Ajar : Power Point, Buku Cetak dan Teks Cerita Fantasi
Materi
- Apersepsi Singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini kita dapat bertemu kembali untuk belajar Bahasa Indonesia. Marilah kita jaga kesehatan kita, dan selalu istiqomah dalam melaksanakan Sholat lima waktu.
-Akhlak Niat Karena Allah
"Sebelum kita mulai membahas materi Bahasa Indonesia hari ini, coba bayangkan sejenak: mengapa kita menggunakan bahasa? Kita berbicara, menulis, dan membaca untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan kita kepada orang lain.
Dalam Islam, setiap kata yang keluar dari mulut atau tulisan kita bermula dari niat di dalam hati. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya. Ketika kita berniat belajar Bahasa Indonesia hari ini karena Allah—supaya kita bisa berkomunikasi dengan santun, menyampaikan kebaikan, dan memahami informasi dengan benar—maka setiap menit yang kita lewati di kelas ini bernilai ibadah.
Mari kita luruskan niat belajar kita hari ini hanya karena Allah SWT.
- Materi singkat (inti pembahasan) :
A. Pengertian Teks Cerita Fantasi
Teks cerita fantasi adalah bahan tertulis yang berbentuk karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.
B. ALUR TEKS FANTASI
Teks Cerita Fantasi intinya yaitu teks dongeng narasi. Teks dongeng fantasi yaitu dongeng dengan titik utama terdapat pecahan atau keseluruhan dongeng yang tidak masuk akal. Ketidak-masuk-akalan dongeng ini bisa muncul dari tokoh, peristiwa, latar, dan kejadian yang ada dalam cerita.
Sama halnya dengan teks narasi yang lain, teks dongeng fantasi juga mempunyai alur. Pada dasarnya bukan masalah alur maju atau alur mundur. Dalam pembelajaran teks fantasi, yang disebut dengan alur yaitu tahapan kejadian dalam cerita. Baik urutan waktunya maju maupun mundur, tahapan alurnya tetap yaitu:
1. Pengenalan (Orientasi)
2. Rangkaian Peristiwa (Komplikasi)
3. Penyelesaian (Resolusi)
Tahapan di atas yaitu sebuah alur yang menyusun sebuah teks dongeng fantasi. Jadi, sebuah dongeng fantasi selalu diawali dengan orientasi. Di pecahan tengah yang biasanya yaitu penceritaan yang cukup panjang yaitu bagian-bagaian dari komplikasi. Kemudian diakhiri dengan resolusi atau penyelesaian atau selesai cerita.
Berikut ini klarifikasi lengkap hening alur dalam teks dongeng fantasi:
➤ Pengenalan (Orientasi)
Yang dimaksud dengan pegenalan atau orientasi yaitu pemaparan perihal tokoh, latar, dan kejadian secara umum. Dalam pecahan ini mulai disebutkan nama-nama tokoh. Biasanya yaitu tokoh utama dalam dongeng fantasi. Disebutkan pula latar waktu dan latar kawasan peristiwa. Kejadian yang dialami dan apa yang sedang dilakukan oleh para tokohnya.
➤ Ragkaian Peristiwa (Komplikasi)
Yang dimaksud dengan komplikasi dalam teks dongeng fantasi yaitu kumpulan atau kejadian-kejadian yang terjadi dalam cerita. Disebut komplikasi sebab dalam rangkaian kejadian selalu ada permasalah yang dialami oleh tokoh dalam cerita. Jadi, dalam pecahan ini terdapat beberapa kejadian yang dialami oleh tokoh utama. Peristiwa-peristiwa tersebut semakin memuncak. Dalam puncak duduk kasus atau klimaks, tokoh biasanya dalam kondisi tidak menyenangkan (kalah).
➤ Penyelesaian (Resolusi)
Bagian resolusi dalam teks dongeng fantasi selalu ada pada pecahan belakang (akhir) cerita. Bagian selesai atau resolusi teks dongeng fantasi berisi tanggapan permasalahan yang sedang dialami oleh tokoh utama. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pada pecahan komplikasi ada puncak duduk kasus yang tidak bisa diselesaikan oleh tokoh utama. Pada pecahan resolusi inilah sebuah permasalahan di selesaiakn.
Beberapa Jenis (Ragam) Alur dalam Teks Cerita Fantasi *
Pada pecahan ini, diuraikan ragam alur yang terdapat dalam teks dongeng fantasi. Ragam alur atau jenis-jenis alur mencakup alur lengkap, alur dimulai dari komplikasi, alur tanpa resolusi.
1. Alur Lengkap
Yang dimaksud dengan alur lengkap yaitu teks dongeng fantasi yang mempunyai seluruh tahapan alur (struktur) teks dongeng fantasi. Dimulai dari orientasi atau pengenalan tokoh, latar, dan sebagainya. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian-rangkain kejadian atau permasalahan yang dialami oleh tokoh. Selanjutnya diakhiri dengan resolusi atau penyelesaian masalah.
Jadi, sebab seluruh bagiannya ada, maka sebuah teks dongeng fantasi disebut mempunyai alur yang lengkap.
Alur Dimulai dari Komplikasi (Peristiwa/Permasalahan)
Sebuah teks dongeng fantasi ada kalanya eksklusif dimulai dengan adanya masalah. Masalah tanpa perlu diperkenalkan dulu dalam pecahan orientasi. Dalam teks dongeng fantasi dengan alur yang dimulai dari tengah samapi selesai ini, dongeng eksklusif menampilkan masalah- masalah yang menampilkan sebuah duduk kasus yang dialami oleh tokoh utama.
Alur Tanpa Resolusi
Ragam alur yang ketiga ini sanggup pula disebut dengan selesai yang menggantung atau selesai yang terbuka. Karena dalam teks dongeng fantasi ini, terdapat rangkaian kejadian yang diawali dengan orientasi (pengenalan), diikuti dengan rangkaian kejadian hingga puncak masalah, hingga akibatnya pada tahap puncak masalah. Namun, dalam dongeng fantasi dengan ragam alur yang ketiga ini, tidak diceritakan penyelesaian. masalahnya. Jadi, masih ada duduk kasus yang terjadi dan pembaca bisa mengira-ngira sendiri selesai ceritanya.
Contoh :
Bacalah Teks Fantasi Dibawah Ini!
Berikut ini hasil analisisnya alurnya.
➤ ORIENTASI (Pengenalan)
Dalam teks dongeng 'Kekuatan Ekor Biru Nataga' terdapat pecahan awal yang menjelaskan keadaan Nataga. Kondisi Nataga yang sedang menyiapkan pasukan untuk berperang. Dalam pecahan itu disebutkan pula bahwa Nataga mempunyai pasukan yang sangat banyak. Pasukan nataga juga siap berperang hingga titik darah terakhir untuk membela tanah airnya.
➤ KOMPLIKASI (Rangkaian Peristiwa dan Masalah)
Peristiwa 1. Pasukan Serigala sudah mulai tiba tapi pasukan Nataga tetap
dalam persembunyiannya.
Peristiwa 2. Pasukan Serigala sudah hingga ke Tana Modo, pasukan Nataga masih membisu dalam persembunyian.
Peristiwa 3. Pasukan Nataga dan Pasukan Serigala bertempur, diserang dengan bola Api.
Peristiwa 4. Pasukan Serigala bisa menghindari serangan bola api.
Peristiwa 5. Pasukan Serigala hampir menang sebab menang jumlah.
Peristiwa 6. Nataga menerima petunjuk untuk memakai kekuatan api dari ekornya.
➤ RESOLUSI (Penyelesaian Masalah/Akhir Cerita)
Cerita berakhir saat Nataga bisa mengalahkan pasukan serigala dengan membakarnya dengan kekuatan api biru dari ekornya. Kemudian, Nataga menemui para panglima pasukannya di atas bukit yang berbahagia sebab berhasil mengalahkan musuhnya.
Mari Berlatih :
Bacalah dan cermati sebuah teks fantasi yang berjudul "Bola-Bola Waktu" pada buku cetak hal 49-52
Kemudian Jawablah pertanyaan dibawah ini berdasarkan Teks Fantasi dibuku cetak
- Siapakah nama tokoh cerita di atas?
- Apa yang diinginkannya di awal cerita?
- Bagaimana ia memenuhi keinginannya itu?
- Mengapa ia merasa sedih ketika akhirnya keinginannya itu tercapai?
- Apa yang akhirnya ia lakukan?
- Menurut kalian, bagaimana perasaannya di akhir cerita?
KESIMPULAN MATERI: ANALISIS ALUR & TOKOH CERITA
1. Pengertian Inti
Menganalisis alur cerita naratif adalah kegiatan membedah perjalanan peristiwa dari awal, tengah (konflik), hingga akhir untuk memahami bagaimana suatu kejadian mengubah perasaan, sikap, dan tindakan tokoh utama.
2. Skema 3 Tangga Alur & Perubahan Tokoh
┌─────────────────────────┐ ┌────────────────────────────────────────────────────────┐
│ BAGIAN ALUR │ ──► │ PERUBAHAN SIKAP TOKOH (IVAN) │
└─────────────────────────┘ └────────────────────────────────────────────────────────┘
1. Awal (Pengenalan) ──► Merasa lelah, mengeluh, dan malu membantu jualan kue.
2. Tengah (Konflik) ──► Terkejut & menyesal melihat akibat buruk di masa depan.
3. Akhir (Penyelesaian) ──► Bangkit, bersyukur, dan rajin berbakti kepada orang tua.
3. Kunci Utama Analisis Alur
- Hubungan Sebab-Akibat: Perubahan sikap tokoh tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh peristiwa penting (sebab) yang dialami tokoh dalam alur cerita.
- Perkembangan Karakter (Character Development): Cerita naratif yang baik menampilkan proses pendewasaan tokoh dari pemikiran yang keliru menuju kesadaran baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar