Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd
Mapel Diampu : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal : Senin 03 Agustus 2026
Kelas : 9
Materi : Unsur Kebahasaan: Mengenali kosakata serapan dari bahasa daerah dan asing.
Pertemuan : 5
Elemen Cp : menulis
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu Menggunakan kosakata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing dalam teks deskripsi, serta memahami sistem kekerabatan matrilineal.
Materi Pembelajaran (inti pembahasan) :
Kosakata serapan adalah kata-kata dari bahasa asing atau bahasa daerah yang diadopsi dan digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ini bisa mengalami penyesuaian ejaan dan pelafalan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, atau tetap menggunakan bentuk aslinya.
Jenis-jenis Kosakata Serapan:
- Serapan Adaptasi:
proses masuknya kata dan istilah dari bahasa lain yang kemudian mengalami perubahan ejaan, pelafalan, atau keduanya agar sesuai dengan bahasa Indonesia. - Contoh: "bisnis" dari "business", "aktor" dari "actor".
- Serapan Pungutan:
Kosakata yang digunakan dalam bahasa Indonesia tanpa perubahan ejaan atau pelafalan, meskipun ada padanan kata dalam bahasa Indonesia. - Contoh: "download" (unduh), "upload" (unggah).
- Serapan Utuh:
Kosakata yang sudah sepenuhnya diserap ke dalam bahasa Indonesia dan tidak lagi terasa asing, contohnya "kabar", "sirsak", "iklan".
Sumber Kosakata Serapan:
- Bahasa Belanda:
Banyak kosakata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda karena sejarah kolonial. Contoh: "apotek" (apotheek), "buku" (boek), "kualitas" (kwaliteit). - Bahasa Inggris:
Pengaruh bahasa Inggris semakin kuat di era globalisasi. Contoh: "komputer" (computer), "internet" (internet), "email" (email). - Bahasa Arab:
Pengaruh agama Islam membuat banyak kosakata bahasa Arab masuk ke dalam bahasa Indonesia, terutama dalam bidang agama dan keagamaan. Contoh: "akhirat" (akhirah), "iman" (iman), "wajib" (wajib). Du’a = doa = sembahyang, Ghaib = gaib = tak nampak - Bahasa Sanskerta:
Bahasa Sanskerta banyak mempengaruhi bahasa Indonesia kuno dan beberapa kosakata masih digunakan hingga kini. Contoh: "bahasa" (bhasa), "aksara" (akshara), "dharma" (dharma). Naraka =neraka = neraka - Bahasa Daerah:
Beberapa bahasa daerah juga menyumbang kosakata ke dalam bahasa Indonesia. Contoh: "amblas" (Jawa), "kanceh" (Bali), "aso" (Batak).
A). Jawa :
- Rampung = selesai = sudah jadi
- Gampang = mudah = tidak berat/tidak sukar
- Gosong = hangus = terbakar sampai habis
- Manut = patuh = suka menurut
Contoh Kosakata Serapan dari Berbagai Bahasa:
Bahasa Asal | Contoh Kosakata Serapan |
Belanda | Absensi, Bangkrut, Cokelat |
Inggris | Bisnis, Aktor, Komputer |
Arab | Akhirat, Iman, Wajib |
Sanskerta | Bahasa, Aksara, Dharma |
Daerah (Jawa) | Amblas, Bablas |
Pentingnya Memahami Kosakata Serapan:
- Memperkaya Bahasa:
Kosakata serapan memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan memberikan variasi dalam berkomunikasi. - Memahami Konteks:
Memahami asal-usul dan makna kosakata serapan membantu memahami konteks suatu kalimat atau teks. - Menghindari Kesalahan:
Memahami perbedaan antara kosakata serapan dan padanannya dalam bahasa Indonesia membantu menghindari kesalahan dalam penggunaan bahasa. - Meningkatkan Kemampuan Berbahasa:
Mempelajari kosakata serapan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara keseluruhan.
Assasmen :
Ayo berlatih: (individu)
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kata serapan dan mengapa bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata dari bahasa lain. Berikan contoh kata serapan dari bahasa Inggris dan bahasa daerah yang kamu ketahui?
2. Bagaimana proses adaptasi kata serapan dalam bahasa Indonesia? Jelaskan dan berikan contohnya!
3. Mengapa penting untuk memahami dan mempelajari kosakata serapan dalam bahasa Indonesia?
Kelompok
Ayo berlatih!
Guru membagikan teks, kemudian siswa membaca teks yang berjudul "Nama Keluarga" .
Setelah kalian selesai membaca teks “Nama Keluarga”, buatlah
kelompok diskusi terdiri atas 2-3 orang dan bahaslah pertanyaan berikut
ini.
1. Siapa nama tokoh “aku”?
2. Mengapa tokoh menggunakan nama belakang ibunya, bukan nama
belakang ayahnya?
3. Sebaiknya setiap anak mencantumkan nama keluarganya. Apakah kalian
setuju?
□ Setuju □ Tidak Setuju
Alasan saya adalah .............................................................................................................
.....................................................................................................................................................
4.Berdasarkan pemahaman kalian terhadap bacaan, jelaskan dengan
singkat makna dari sistem kekerabatan matrilineal.
5. Menurut kalian, apa pesan yang hendak disampaikan penulis cerita "Nama Keluarga"?
Refleksi Kegiatan Pembelajaran
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Teks Deskripsi (Kata Serapan & Sistem Matrilineal)
Kehadiran : Siswa hadir semua berjumlah 17 siswa
1. Hal yang Sudah Berjalan Baik
Antusiasme Budaya: Siswa tertarik belajar tentang sistem matrilineal (garis keturunan ibu, seperti di Minangkabau) karena memberi wawasan budaya baru.
Pengayaan Kata: Siswa antusias menemukan dan memakai kata serapan baru, baik dari bahasa daerah (mamak, suku) maupun bahasa asing (tradisi, kultur, struktur) ke dalam tulisan mereka.
2. Tantangan yang Ditemui
Konsep Matrilineal: Beberapa siswa masih tertukar memahami perbedaan garis keturunan ibu (matrilineal) dan garis keturunan ayah (patrilineal).
Penggunaan Kata: Masih ada siswa yang asal memasukkan kata serapan sehingga kalimatnya terasa agak kaku atau kurang pas.
3. Hasil Belajar Siswa
[Isi persentase, misal: 90% siswa sudah berhasil memahami konsep matrilineal dan mampu menyelipkan minimal 3–4 kata serapan ke dalam teks deskripsi tulisan mereka dengan benar.
4. Rencana Tindak Lanjut
Siswa yang Belum Paham: Diberi bantuan visual berupa gambar pohon keluarga (family tree) berbasis garis ibu dan daftar kosakata serapan beserta artinya.
Siswa yang Sudah Paham: Menulis teks deskripsi yang lebih luas dengan membandingkan tradisi budaya lain.
Perbaikan Guru: Membiasakan siswa mengecek pembakuan kata serapan secara mandiri di KBBI.
5. Kesimpulan Guru
Pembelajaran hari ini seru karena menggabungkan bahasa dan budaya. Siswa jadi paham bahwa bahasa Indonesia kaya akan kata serapan, dan budaya lokal punya sistem kekeluargaan yang unik seperti matrilineal."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar