Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Senin 20 Oktober 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu : kalimat fakta, opini dan asumsi dalam sebuah teks.
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 9
Materi : kalimat fakta, opini dan asumsi dalam sebuah teks
Pertemuan Ke : 3
Jam ke : 10-12
Metode : Analisis Teks dan Diskusi Kelompok
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : PPT, LKPD media teks rekon dan buku cetak
Bab 3 : Komunikasi Ujung Jari
Elemen : Membaca dan Memirsa
Capaian Pembelajaran (CP) : Kemampuan peserta didik untuk memahami,menafsirkan, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber tulis, cetak, visual, dan audiovisual. Proses ini mencakup pemahaman makna tersurat dan tersirat, analisis struktur teks, serta penilaian terhadap kualitas dan akurasi informasi.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu mengetahui makna dari fakta, opini dan asumsi
- Peserta didik dapat menemukan fakta, opini dan asumsi dalam sebuah teks
Kriteria Ketercapaian (Indikator) : mengetahui dan mengidentifikasi fakta, opini dan asumsi dalam sebuah teks
Simaklah materi berikut ini :
Keterampilan fakta, opini dan asumsi ketiganya bermanfaat bagi peserta didik dalam menyimak atau membaca informasi, berargumentasi dalam diskusi, dan menulis dengan benar. Dalam teks berita, fakta dan opini berfungsi saling melengkapi. Pengungkapan sebuah fakta kadang kala perlu diperjelas dengan deskripsi yang berupa opini (pendapat) pembicara atau penulis, demikian sebaliknya. Untuk mengungkapkan opini perlu didukung oleh fakta-fakta sehingga opini dapat diterima oleh pendengar atau pembaca.
- Fakta
a. Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
b. Fakta merupakan potret tentang keadaan atau peristiwa.
c. Fakta juga berisi informasi tentang jumlah atau angka-angka, nama-nama, peristiwa, hari, dan tanggal yang merujuk kepada kenyataan yang sebenarnya.
d. Fakta juga harus bersifat objektif. Objektivitas suatu fakta ditandai dengan kata-kata merupakan, adalah, dan ialah.
e. Fakta merupakan jawaban pertanyaan dari apa, siapa, berapa, di mana, dan kapan.
f. Bentuk fakta berupa gambar, foto, data statistik, tabel, peristiwa, dan grafik, sedangkan sifatnya yaitu menunjukkan.
Contoh Kalimat Fakta
1. Pemprov Jateng mendapatkan proyek peningkatan jalan dari dana APBD sebesar Rp20 miliar.
2. Bank Dunia memberikan bantuan sebesar Rp240 miliar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan di ruas Semarang Kota, Jalan Kaligawe, dan lingkar Demak.
3. KPK sedang menyelidiki kasus alih fungsi hutan menjadi kawasan perkotaan dan pelabuhan di dua provinsi.
4. KPK melakukan investigasi terhadap beberapa proyek pembangunan di Indonesia.
5. Denpasar adalah ibu kota Bali.
6. Ir. Soekarno adalah presiden pertama
Indonesia.
7. Satu jam terdiri atas 60 menit.
8. Indonesia adalah negara kepulauan.
9. Matahari terbit di timur dan terbenam di barat.
- Opini
a. Opini atau pendapat merupakan suatu sikap pikiran seseorang terhadap suatu persoalan.
Pendapat adalah segala hal yang diungkapkan seseorang berdasarkan pendirian atau sikap yang diyakininya.
b. Opini dapat berupa pandangan pribadi.
c. Opini merupakan pikiran, anggapan, atau perkiraan. Bentuknya berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, dan ajakan.
d. Pendapat seseorang juga dapat berbeda dengan pendapat lainnya. Suatu pendapat akan makin mendekati kebenaran apabila ditunjang oleh fakta yang kuat dan meyakinkan.
Contoh kalimat Opini
1. Lari sejauh 1 kilometer sangat melelahkan
2. Sayur itu akan terasa lebih
sedap jika ditambah sedikit garam.
3. Ruang kamar tidurku sangat sempit.
4. Tidak makan selama 12 jam membuat kita kelaparan.
5. Bandar Lampung adalah kota paling ramah di Indonesia.
6. Orang yang kurus hidupnya penuh dengan masalah.
7. Jika aku hidup di Eropa, pasti lebih menggembirakan.
8. Harga bahan bakar minyak makin mahal.
9. Pengedar narkoba harus dihukum berat.
C. Asumsi
KBBI menyebut asumsi sebagai dugaan yang diterima sebagai dasar atau landasan berpikir karena dianggap benar.
Contoh asumsi:
1. Hujan deras dan lama seperti tahun lalu, tampaknya kota ini akan disergap banjir lagi.
2. Anak perempuan suka warna merah muda, anak laki-laki lebih suka warna biru.
3. Anak-anak yang tinggal di pantai pandai berenang.
4.Internet merupakan kebutuhan primer bagi semua orang zaman sekarang.
5. Jika terbiasa membaca, pembaca akan memahami pesan sebuah bacaan dengan mudah.
Mari berlatih.
Diskusi dengan kelompok.
Cermatilah/Baca kembali Teks Berita dibawah ini. Kemudian Analisislah/carilah sebuah kalimat Fakta, Opini dan asumsi yang terdapt dalam teks dibawah ini.
- Kalimat Fakta :
- ......
- ......
- ......
- .......
- Kalimat Opini :
- .......
- .......
- .......
- .......
- Kalimat Asumsi :
- ......
- ......
- ......
Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Lampung, Warga Mengungsi
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung pada Minggu pagi. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 80 sentimeter.
Menurut keterangan Kepala BPBD Lampung, hingga saat ini lebih dari 500 warga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. “Kami terus melakukan pendataan dan evakuasi warga yang rumahnya terendam,” ujar Kepala BPBD Lampung. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolahdan puskesmas juga ikut terendam banjir.
Banyak warga yang mengaku khawatir dengan kondisi ini. Salah satu warga Desa Sukamaju, Andi, mengatakan bahwa banjir tahun ini terasa lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Saya merasa pemerintah daerah perlu lebih sigap dalam menangani banjir, karena setiap tahun selalu terjadi hal yang sama,” ungkap Andi.
Beberapa pengamat lingkungan berpendapat bahwa banjir di Lampung disebabkan oleh kerusakan hutan dan alih fungsi lahan yang semakin masif. Mereka menilai, jika tidak ada upaya serius untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, banjir akan terus terjadi setiap musim hujan. Namun, ada juga yang berasumsi bahwa curah hujan ekstrem tahun ini menjadi faktor utama penyebab banjir, bukan semata-mata karena kerusakan lingkungan.
Sementara itu, pemerintah daerah menyatakan telah menyiapkan bantuan logistik bagi para korban banjir. Namun, sebagian masyarakat beropini bahwa bantuan yang diberikan masih belum merata dan kurang cepat. “Bantuan memang ada, tapi distribusinya lambat. Banyak warga yang belum mendapat bantuan makanan dan selimut,” kata seorang relawan.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun dengan intensitas sedang di beberapa wilayah Lampung. Banyak pihak berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir dan mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar