Kamis, 06 November 2025

Kelas 8 - Kaidah Kebahasaan(Kata Rujukan) pada Artikel Ilmiah Populer - pertemuan 8

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Kamis 06 November 2025, Pada  Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Kaidah Kebahasaan(Kata Rujukan) Pada m Artikel Ilmiah Populer

Silahkan dibaca dan dipahami materinya.

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : 8

Materi : Kaidah Kebahasaan(Kata Rujukan) Pada m Artikel Ilmiah Populer

Pertemuan Ke : 8

Jam ke : 10-12

Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab

Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif

Media/Alat peraga : PPT materi, Buku cetak dan LKPD

Bab III : Menulis Artikel Ilmiah Populer

Elemen : Membaca dan Memirsa

Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan,  pikiran, pandangan, arahan atau

pesan dari teks visual dan  audiovisual untuk menemukan  makna yang tersurat dan tersirat.  Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat  pro/kontra dari teks visual dan  audiovisual. Peserta didik mampu  menggunakan sumber informasi  lain untuk menilai akurasi  (ketepatan) dan kualitas data  serta membandingkan informasi  pada teks; mengeksplorasi dan  mengevaluasi berbagai topik  aktual yang dibaca dan dipirsa.


Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik mampu memahami dan menemukan kata rujukan didalam sebuah teks Artikel Ilmiah Populer.


Simaklah materi berikut ini :


Kata rujukan dalam artikel ilmiah populer berfungsi untuk menunjuk pada kata, frasa, atau ide yang telah disebutkan sebelumnyauntuk menghindari pengulangan yang membosankan dan menjaga kepaduan teks. 

Berikut adalah jenis-jenis dan contoh kata rujukan yang umum digunakan dalam artikel ilmiah populer:


Jenis dan Contoh Kata Rujukan

Secara umum, kata rujukan dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Kata Rujukan Benda atau Hal: Merujuk pada objek, konsep, atau gagasan.
    • Contohiniitutersebuthal inimasalah tersebut.
    • Contoh gagasan : "menurut", "berdasarkan", dan "menunjukkan".
    • Contoh dalam kalimat: "Penelitian ini mengkaji dampak perubahan iklim. Hal tersebut menjadi perhatian global."
    • Contoh : "Menurut para ahli, kondisi ini dapat membuat remaja lebih tertutup dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar"
  • Kata Rujukan Orang: Merujuk pada individu atau sekelompok orang, sering digunakan saat menyebutkan peneliti atau tokoh tertentu.
    • Contohiadiamerekabeliau-nya.
    • Contoh dalam kalimat: "Dr. Smith mengemukakan teori baru. Iaberpendapat bahwa..."
  • Kata Rujukan Tempat: Merujuk pada lokasi fisik atau konteks geografis.
    • Contohdi sinidi sanadi situ.
    • Contoh dalam kalimat: "Observatorium terletak di puncak gunung. Pengamatan dilakukan di sanasetiap malam." 


Fungsi dalam Artikel Ilmiah Populer

Dalam artikel ilmiah populer, penggunaan kata rujukan membantu:

  1. Mencapai Kohesi dan Koherensi: Menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya secara logis, membuat alur tulisan lebih mudah diikuti.
  2. Menghindari Pengulangan Kata: Menggantikan kata atau frasa yang sama yang muncul berulang-ulang, sehingga tulisan menjadi lebih ringkas dan elegan.
  3. Memperjelas Gagasan: Membantu pembaca memahami bahwa suatu ide atau konsep yang kompleks sedang dibahas kembali, tanpa harus menuliskannya secara lengkap lagi. 

Penggunaan kata rujukan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas tulisan, memastikan informasi yang disampaikan jelas, dan meningkatkan kredibilitas artikel. 




Mari berdiskusi dan berlatih!

Cermatilah teks dibawah ini. Kemudian carilah kalimat yang mengandung kata rujukan dalam teks. 



Judul: Dampak Penggunaan Gawai terhadap Kesehatan Remaja


Penggunaan gawai di kalangan remaja semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut penelitian terbaru, sebagian besar remaja menghabiskan lebih dari lima jam per hari untuk menggunakan gawai. Aktivitas ini mencakup bermain gim, mengakses media sosial, dan belajar daring. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penggunaan gawai telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Namun, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Berdasarkan hasil penelitian itu, terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan gangguan pada mata, seperti kelelahan dan penglihatan kabur. Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu pola tidur karena paparan cahaya biru dari layar. Akibatnya, remaja yang terpapar hal ini sering merasa lelah dan sulit berkonsentrasi di sekolah.

Dampak lain dari penggunaan gawai yang berlebihan adalah menurunnya interaksi sosial. Menurut para ahli, kondisi ini dapat membuat remaja lebih tertutup dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka lebih memilih berkomunikasi secara daring daripada bertemu langsung. Akibat dari perilaku tersebut, hubungan sosial remaja dengan keluarga dan teman menjadi kurang harmonis.

Meski demikian, gawai juga memiliki manfaat positif jika digunakan dengan bijak. Berdasarkan pendapat para peneliti, alat ini dapat membantu remaja memperoleh informasi dan belajar dengan lebih mudah. Banyak aplikasi pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi ini perlu diarahkan ke hal-hal yang bermanfaat agar tidak menimbulkan dampak buruk.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gawai memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif. Untuk mengurangi dampak buruknya, remaja dan orang tua perlu bekerja sama dalam mengatur waktu penggunaan gawai. Dengan cara itu, kebiasaan baik ini dapat membantu remaja memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 8 - Asassemen Formatif BAB 4 - Teks Ulasan Karya Fiksi - Pertemuan 10

  Assalammualaikum Wr. Wb.. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian...  Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Kamis ...