Senin, 25 Agustus 2025

Kelas 9 - BAB 2 - Mengubah Teks narasi menjadi Sebuah teks prosedur - pertemuan ke1

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Senin 25 agustus 2025, Pada  Pembelajaran hari ini kita akan memasuki BAB baru yaitu BAB II - yang akan dibahas ialah mengubah petikan narasi (cerpen) menjadi sebuah teks prosedur.

Silahkan dibaca dan dipahami materinya.

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : 9

Materi : Transformasi Teks: Mengubah petikan narasi (cerpen) menjadi teks prosedur.

Pertemuan Ke : 1

Jam ke : 10-12

Metode : Ceramah, Analisis Teks dan Diskusi Kelompok

Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif

Media/Alat peraga : Teks Narasi/Cerita

Bab 2 : Buku-Buku Berbicara

Elemen : Membaca dan memirsa

Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi, dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks.


Tujuan Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengubah teks naratif menjadi teks prosedur yang sistematis.


Kriteria Ketercapaian (Indikator) : Peserta didik mampu mengidentifikasi sebuah proses dalam teks naratif dan menuliskannya kembali menjadi teks prosedur dengan urutan yang logis dan kalimat perintah yang jelas.




Simaklah materi berikut ini : 

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap, jelas, dan terperinci tentang cara melakukan sesuatu. Berdasarkan fungsinya, teks prosedur tergolong ke dalam teks paparan, teks tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan sejelas-jelasnya. Teks prosedur merupakan salah satu dari jenis teks yang termasuk genre faktual subgenre prosedur. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan teks prosedur untuk memberikan petunjuk agar seseorang dapat melakukan suatu pekerjaan secara tepat. Dapat disimpulkan bahwa teks prosedur merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap dan jelas mengenai cara melakukan sesuatu.


B. Stuktur Teks Prosedur

Struktur teks prosedur terdiri atas lima bagian, yaitu:

1. Judul

Judul pada teks prosedur merupakan frasa yang menjelaskan poin atau inti sebagai aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan.


2. Tujuan

Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin dicapai sang pembuat teks prosedur. Pencantuman tujuan dalam teks prosedur bersifat tidak wajib, namun akan lebih baik apabila diberikan tujuan di bawah judul.


3. Alat dan bahan

Memuat alat dan bahan yang diperlukan dalam suatu kegiatan. Alat ialah benda yang jika dipakai tidak akan pemah habis, sedangkan bahan ialah benda yangjika dipakai berkali-kali akan habis.


4. Langkah-langkah

Langkah-langkah merupakan bagian utama dalam teks prosedur. Maka dari itu, penulisannya harus tepat dan berurutan dari awal hingga akhir. Langkah-langkah meliputi cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan awal.


5. Penutup

Penutup berisi kesimpulan atau rekomendasi, atau imbauan untuk melakukan prosedur tersebut.


C. Mengubah Cerpen Menjadi Teks Prosedur

Mengubah cerpen (cerita pendek) menjadi teks prosedur merupakan salah satu bentuk transformasi dari narasi kreatif menjadi panduan yang sistematis dan terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengubah petikan cerpen menjadi sebuah teks prosedur:


1. Identifikasi Proses dalam Cerpen

Bacalah cerpen dan tentukan apakah ada proses atau kegiatan yang dapat dijadikan panduan langkah demi langkah. Misalnya, jika cerpen tersebut berkisar pada pembuatan sebuah barang atau mengikuti suatu ritual, identifikasi langkah-langkahnya.


2. Susun Langkah-langkah

Ubah narasi cerita menjadi langkah-langkah prosedural. Misalnya, jika dalam cerpen ada karakter yang membuat kue, langkah-langkah untuk membuat kue tersebut bisa diuraikan secara rinci.


3. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Terstruktur

Teks prosedur harus menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung. Gunakan kalimat perintah dan hindari deskripsi yang berlebihan.


4. Tambahkan Alat dan Bahan

Jika diperlukan, sertakan daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mengikuti prosedur.


5. Berikan Penjelasan yang Cukup

Jelaskan setiap langkah dengan detail yang cukup agar pembaca bisa mengikuti prosedur dengan mudah. Jika ada risiko atau hal-hal yang perlu diwaspadai, sertakan informasi tersebut.


6. Revisi dan Uji Coba

Setelah teks prosedur selesai, revisi untuk memastikan bahwa semua langkah sudah jelas dan logis. Jika mungkin, uji coba prosedur tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada langkah yang terlewat atau membingungkan.




Mari Berlatih : 

Instruksi: Bacalah dengan saksama cerpen berjudul "Tabu" pada Buku Siswa Bab 2. Fokuskan perhatianmu pada bagian cerita di mana tokoh Isrul melakukan kegiatannya sehari-hari.


Tabu


Namanya Isrul. Dia sangat bersyukur karena dilahirkan di keluarga yang memadai. Untuk biaya sekolah, orang tuanya sangat mampu menyediakannya. Anehnya, kemudahan untuk sekolah tak dapat dia nikmati.


Kepala desa dan guru-guru di desa Isrul selalu berusaha mengubah pola pikir masyarakat di desa. Ketika ada penyuluhan pendidikan, rata-rata orang tua hanya mendengar saja, sesudah itu kembali sibuk dengan urusan sawah, kebun, sapi, dan berbagai mata pencaharian lainnya.

Salah seorang di antara mereka adalah ayah Isrul. Baginya, sekolah itu bagai angin lalu. Baca buku itu buang waktu. Kepada anak lelakinya, dia selalu menegaskan bahwa membantu orang tua adalah hal yang utama.


Karenanya, yang dilakukan Isrul begitu pulang sekolah adalah mengurus sapi. Dia senang mengurus binatang, tapi kegiatan ini sungguh menyita waktu. Dia harus memeriksa rumput dan menyingkirkan barang asing seperti ranting atau plastik yang mungkin terbawa. Setelah itu dia mencacahnya menjadi potongan kira-kira 10 cm. Dulu waktu sapi-sapi itu masih kecil, potongan rumputnya pun lebih kecil lagi.


Tentu parang besar yang dia gunakan harus diasah dulu agar tajam sehingga proses pencacahan berlangsung cepat. Isrul ingin tugasnya lekas selesai.


Pada saat Isrul mencacah rumput, dua sapi yang menunggu tak henti melenguh tak sabar.


"Tunggu sebentar. Aku juga lapar, sama seperti kalian. Kalian enak, tinggal makan. Setelah ini aku masih harus ke sawah menjaga padi dari serbuan burung," sahut Isrul kepada sapi-sapinya.


Empat ember besar disiapkan, dua untuk rumput dua lagi untuk air minum sapi. Isrul meraup cacahan rumput dan menumpahkannya ke dalam ember. Sapi-sapi menyambutnya dengan sukacita. Ember berikutnya diisi air hangat yang dibubuhi sedikit garam buat air minum sapi-sapi itu.


Sambil mengusap keringat, Isrul menatap binatang peliharaannya. Bagaimanapun, dia punya tanggung jawab membantu orang tuanya. Urusan sekolahnya akan dia bahas dengan ayahnya nanti malam, apa pun risikonya. Dia sudah bertekad ingin melanjutkan sekolah ke kota kecamatan.


Mungkin masalah yang dialami Isrul juga dialami anak-anak sebayanya di negeri ini. Dia tinggal di desa terpencil, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dengan tradisi yang masih sangat kental. Banyak warga yang berpenghasilan tinggi dari pertanian dan peternakan, tetapi hampir semua orang tua di desanya tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah, termasuk ayah dan ibunya.


"Dulu tidak ada sekolah di desa ini."


Begitu jawaban ayah Isrul ketika ditanya mengapa banyak warga yang tidak sekolah.


Ketika Isrul penasaran dan mencoba bertanya lebih jauh, ayahnya segera meninggikan suara, "Sudah, jangan banyak bicara. Tidak sopan sekali. Tahu apa kau tentang tempo dulu. Siapa yang bantu Ayah mengurus kebun kalau kau sekolah terus?"


Begitu mendengar kalimat seperti itu, lagi-lagi Isrul terpaksa bungkam. Jika tidak, ayahnya akan tersinggung dan tidak akan ada yang bisa meredakan amarahnya hingga berhari-hari.


Isrul sangat menghormati ayahnya dan tak ada kata lain yang keluar melalui pita suaranya kecuali iyye'-iya. Sudah menjadi tradisi di desanya, bahwa semua perkataan orang tua sifatnya mutlak, dan menentang orang tua adalah tabu.


Jadi, saat anak-anak lain terhalang melanjutkan sekolah karena tak ada biaya, Isrul dan anak-anak di desanya harus berjuang meyakinkan orang tua bahwa sekolah itu penting. Perjuangan ini sungguh tidak mudah, karena jika seorang anak salah bicara sedikit saja, dia akan dianggap menentang orang tua. Sekali lagi, menentang orang tua adalah tabu.


Di antara hamparan sawah yang keemasan, Isrul mengharap sepercik cahaya. Dia ingin mencari cara agar berhasil keluar dari masalah itu. Isrul ingin bisa sekolah sampai tinggi, jika perlu setinggi angkasa. Dia ingin menjadi tokoh-tokoh pintar yang namanya tercantum di buku-buku perpustakaan sekolah. Dia ingin memajukan desanya suatu hari nanti.


(Dikutip dengan penyesuaian dari Muhammad Isrul, 2015)




Setelah kalian membacanya maka kerjakanlah : 

1. Identifikasi Proses

Temukan bagian dalam cerpen yang menceritakan langkah-langkah Isrul memberi makan sapinya.


2. Transformasi Teks

A. Tulislah kembali bagian tersebut menjadi sebuah Teks Prosedur yang jelas. Gunakan format bernomor untuk menunjukkan urutan langkah-langkahnya. Pastikan kamu menggunakan kalimat perintah yang efektif (contoh: "Ambil rumput...", "Campurkan...", "Berikan...")


B. Judul Prosedur: Cara Memberi Makan Sapi ala Isrul


1.


2.


3.


4. (dan seterusnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 7 - BAB 5 - Merangkum Buku berdasarkan Gagasa Pokok - Pertemuan 5

  Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tan...