Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 hari ini Rabu 26 Agustus 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan memasuki BAB II - Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat.
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 7
Materi : Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat
Pertemuan Ke : 1
Jam ke : 10-12
Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga :
Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi
Elemen : Berbicara dan Mempresentasikan
Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik mulai mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan untuk memecahkan masalah dan solusi dalam bentuk monolog, pendapat lisan dalam dialog secara logis, kritis, dan kreatif. Dalam mengemukakan gagasan tersebut, peserta didik mulai mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan sesuai dengan tipe teks, pendengar, norma kesopanan, dan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mulai mampu berpartisipasi dalam diskusi secara aktif, kontributif, dan santun dengan tuturan yang empatik, efektif, dalam bentuk paparan fiksi dan informasional menggunakan media multimodal. Peserta didik mulai mampu memaparkan berbagai topik aktual dengan persiapan yang baik berdasarkan pengamatan dan pengalamannya.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mengungkapkan pemahamannya terhadap puisi rakyat dengan membandingkan jenis dan unsur puisi rakyat dengan teliti.
Kegiatan Pembelajaran : Mengenal Jenis dan Unsur Puisi Rakyat
Simak materi berikut ini :
Puisi rakyat adalah karya sastra yang diwariskan secara turun-temurun, terikat aturan baku, dan bertujuan menyampaikan nilai-nilai moral serta budi pekerti. Jenis-jenis utama puisi rakyat adalah pantun, gurindam, dan syair. Unsur-unsurnya meliputi jumlah larik/baris, jumlah larik/baris per bait, rima, suku kata, larik, sampiran, isi, majas, serta pesan atau tema yang disampaikan.
Jenis-jenis Puisi Rakyat
Berikut adalah beberapa jenis puisi rakyat yang umum dijumpai:
- Pantun : Terdiri dari empat baris, dengan dua baris sampiran dan dua baris isi. Pola rima biasanya a-b-a-b.
- Gurindam : Setiap bait terdiri dari dua baris. Larik pertama adalah syarat, dan larik kedua adalah jawaban, membentuk hubungan sebab akibat dengan rima senada.
- Syair : Puisi yang biasanya panjang, bersajak, dan terdiri dari bait-bait. Setiap baris dalam syair umumnya adalah isi.
- Mantra : Puisi yang memiliki kekuatan magis dan sering diucapkan untuk tujuan tertentu.
Unsur-unsur Puisi Rakyat
Unsur-unsur ini membantu memahami struktur dan makna puisi rakyat:
- Jumlah Larik/Baris: Setiap puisi rakyat memiliki jumlah baris yang ditentukan (misalnya, empat baris pada pantun, dua baris pada gurindam).
- Jumlah Larik/Baris per Bait: Aturan mengenai berapa banyak baris dalam satu bait (satu unit) puisi.
- Rima: Persamaan bunyi pada akhir setiap baris.
- Suku Kata: Jumlah suku kata dalam setiap baris.
- Larik: Sebuah baris atau barisan kata dalam puisi.
- Sampiran: Baris-baris awal pada pantun yang berfungsi sebagai pengantar atau pembayang.
- Isi: Bagian dari pantun yang mengandung makna atau pesan utama.
- Majas/Gaya Bahasa: Penggunaan gaya bahasa tertentu untuk membuat puisi lebih indah dan menarik.
- Pesan/Tema: Nilai moral, agama, atau budi pekerti yang ingin disampaikan oleh penulis puisi.
- Anonim: Seringkali nama pengarang puisi rakyat tidak diketahui karena diwariskan secara turun-temurun
Mari Berlatih :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar