Kamis, 06 Agustus 2026

Kelas 8 - Bab 1- Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks Laporan Hasil Observasi - pertemuan 5

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Kamis 06 Agustus 2026

Kelas : 8

Materi :  Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks Laporan Hasil Observasi

Pertemuan : 5

Elemen Cp : Membaca dan memirsa



Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik dapat mengidentifikasi paragraf deskripsi dan eksposisi dalam teks,


Materi Pembelajaran (inti pembahasan) :


A. Paragraf deskripsi

Paragraf ini menggambarkan suatu keadaan secara detail sehingga pembaca dapat melihat, membayangkan, dan merasakan apa yang sedang dideskripsikan. 

Ciri-ciri paragraf deskripsi:

  1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
  2. Menggambarkan secara detail dan terperinci.
  3. Penggambaran tersebut dilakukan secara jelas dengan melibatkan kesan indra.
  4. Pembaca seakan bisa merasakan sendiri atau mengalami sendiri apa yang dideskripsikan.


Contohnya adalah penggalan teks laporan hasil observasi “Penumpang Bus Kota” berikut ; Tepat di depan peserta didik berseragam SMP itu, seorang ibu lain duduk sembari memangku anak balitanya. Tidak jauh dari ibu itu, duduk seorang laki-laki penyandang disabilitas atau difabel dengan kruk yang disandarkan pada kursi.


B. Paragraf eksposisi

Paragraf ini menjelaskan sebuah informasi tentang suatu hal.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksposisi berarti uraian atau paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan sebuah karangan. Jadi, paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan informasi, maksud, dan tujuan tertentu agar pembaca memperoleh tambahan pengetahuan. Ciri-ciri paragraf eksposisi:

  1. Teks eksposisi bersifat objektif yaitu sesuai dengan kebenaran dan tidak memihak.
  2. Isi pengetahuan atau informasi mengandung unsur apa, di mana, siapa, kapan, dan mengapa.
  3. Menyampaikan informasi atau pengetahuan secara singkat, padat, jelas, dan lugas sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia.
  4. Informasi bersifat aktual yaitu sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.


Contoh paragraf eksposisi dalam teks laporan pengamatan “Bendi di Kota Padang” :

Bendi pertama kali ditemukan oleh sarjana Hindia Belanda bernama Charles Theodore Deeleman. Di beberapa daerah lain di Indonesia bendi dikenal dengan sebutan delman sesuai dengan nama penemunya. Di Pulau Jawa, bendi dikenal dengan sebutan dokar, andong, dan kahar atau keretek. Di Nusa Tenggara Barat bendi dikenal dengan sebutan cidomo.


Perbedaan Utama: 

  • Deskripsi berfokus pada penggambaran, sementara eksposisi berfokus pada penjelasan. 
  • Deskripsi menggunakan bahasa yang lebih imajinatif dan emosional, sementara eksposisi menggunakan bahasa yang lebih objektif dan informatif. 

Dalam laporan hasil observasi, kedua jenis paragraf ini saling melengkapi. Paragraf deskripsi memberikan gambaran visual dan detail tentang objek yang diamati, sementara paragraf eksposisi memberikan penjelasan ilmiah dan informasi tambahan.


Assesmen : 

Ayo berlatih! 


Berilah tanda centang pada kolom yang sesuai dengan contoh paragraf!





Paragraf

Deskripsi

Eksposisi

Sepeda motor banyak digunakan untuk pergi bekerja karena termasuk salah satu alat transportasi yang hemat. Dengan bahan bakar seharga Rp7.800,00 per liter, pengendara sepeda motor bisa menempuh jarak sejauh 47 kilometer. Selain itu, pengendara sepeda motor dapat mengakses rute-rute sulit, gang-gang sempit, dan jalan-jalan yang macet untuk mencapai tujuan.



Penumpang bus 02 penuh sesak. Sebagian penumpang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Beberapa penumpang yang berdiri bersandar pada kursi penumpang, sementara penumpang lainnya memegang handle grip. Penumpang yang duduk rata-rata sibuk melihat telepon genggam



Sepeda adalah kendaraan yang umum dipakai anak SMP Perwira. Setiap hari puluhan anak mengayuh sepeda ke sekolah dan menaruhnya di tempat parkir khusus sepeda yang dibangun sekolah dua tahun lalu. Datang ke sekolah dengan sepeda seperti menjadi sebuah kebanggaan. Anak-anak yang dahulu diantar orang tua mereka dengan mobil atau motor, kini memilih ke sekolah dengan bersepeda.



Sepeda baru Mira berwarna merah, punya keranjang, dan memiliki bangku boncengan di bagian belakang. Bel sepedanya terletak di setang sebelah kanan. Ada kaca spion kecil di setang kiri dan kanan yang berfungsi untuk melihat jika ada kendaraan dari belakang. 











Refleksi Kegiatan Pembelajaran

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi: Teks Deskripsi dan Teks Eksposisi

Kehadiran : Siswa Hadir semua berjumlah 5 siswa. 


1. Komponen yang Sudah Berjalan Baik 

 * Pemahaman Konsep: Seluruh peserta didik mampu memahami perbedaan mendasar antara kedua paragraf secara teoritis. Mereka berhasil mengidentifikasi bahwa paragraf deskripsi berfokus pada gambaran indrawi (objek, tempat, suasana), sedangkan paragraf eksposisi berfokus pada penyampaian fakta, data, dan informasi logis.

*  Keterampilan Menulis: Kegiatan latihan menulis menghasilkan produk teks yang bervariasi. Peserta didik menunjukkan kreativitas tinggi saat menyusun paragraf deskripsi dan ketelitian fakta saat membuat paragraf eksposisi.

 * Keterlibatan Aktif: Penggunaan contoh-contoh konkret dan kontekstual di awal pembelajaran terbukti membantu peserta didik membedakan karakteristik kedua teks secara lebih intuitif sebelum masuk ke sesi menulis mandiri.


2. Tantangan & Kendala yang Ditemui

 * Pencampuran Gaya Bahasa: Beberapa peserta didik masih sering mencampuradukkan gaya penulisan—masih menyelipkan opini atau deskripsi emosional ke dalam paragraf eksposisi yang seharusnya bersifat objektif dan berbasis fakta.

 * Variasi Kosakata (Diksi): Pada penulisan paragraf deskripsi, beberapa peserta didik mengalami keterbatasan kosakata sehingga gambaran panca indra yang disajikan terasa kurang detail atau cenderung repetitif.

 * Manajemen Waktu: Sesi penyuntingan dan pembandingan antarparagraf memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan karena perlunya bimbingan personal bagi siswa yang masih kebingungan.


3. Analisis Hasil Belajar Peserta Didik

*  Ketercapaian Tujuan: Berdasarkan hasil tugas menulis dan tabel pembanding yang dibuat, sekitar 90% peserta didik telah tuntas mencapai tujuan pembelajaran. Mereka mampu menuliskannya dalam bentuk tabel komparasi sekaligus mempraktikkannya dalam bentuk tulisan.

 * Indikator Keberhasilan:

 Mampu menyusun 1 paragraf deskripsi dengan rincian panca indra yang jelas.

 Mampu menyusun 1 paragraf eksposisi dengan struktur pendukung fakta/informasi logis.

 Mampu membuat daftar minimal 3 poin perbedaan mendasar di antara keduanya.


4. Rencana Tindak Lanjut

* Peserta didik belum tuntas : Memberikan pendampingan khusus (remedial) berupa latihan mengelompokkan kalimat fakta vs. kalimat deskriptif sebelum menyusunnya menjadi paragraf utuh.


* Peserta didik sudah tuntas : Menantang mereka untuk menggabungkan kedua jenis paragraf tersebut ke dalam satu artikel utuh bertema umum (misal: artikel pariwisata yang mengandung deskripsi tempat sekaligus eksposisi manfaat ekonominya).

5. Kesimpulan 

"Pembelajaran hari ini membuktikan bahwa membedakan konsep teks akan jauh lebih mudah dipahami siswa ketika mereka langsung mempraktikkannya lewat tulisan, bukan sekadar menghafal definisi. Ke depannya, pemberian lembar kontrol kosakata (bank kata panca indra) dapat membantu siswa yang kesulitan mengekspresikan deskripsi."


Rabu, 05 Agustus 2026

Kelas 9 - BAB 1_ menuliskan kosakata serapan dari bahasa daerah dan asing_Pertemuan 6

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Rabu 05 Agustus 2026

Kelas : 9

Materi :  Unsur Kebahasaan: menuliskan kosakata serapan dari bahasa daerah dan asing.

Pertemuan : 6

Elemen Cp : menulis 



Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mampu Menggunakan dan mengembangkan kosakata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing dalam teks deskripsi, serta memahami sistem kekerabatan matrilineal.


Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


A. Pengertian dan Tujuan

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia.

  • Tujuan utama: Memperkaya kosakata dan mengisi kekurangan istilah dalam bahasa Indonesia.
  • Sumber penyerapan: Bahasa daerah (seperti Jawa, Sunda) dan bahasa asing (seperti Inggris, Belanda, Arab).


B. Cara Masuknya Kosakata Serapan

Proses penyerapan unsur bahasa dilakukan melalui beberapa cara utama:

  • Adopsi: Pemakai bahasa mengambil bentuk dan arti kata asing secara keseluruhan tanpa mengubah bentuk aslinya.
  • Adaptasi: Pemakai bahasa mengambil arti kata asing, tetapi ejaan atau cara penulisannya disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.
  • Penerjemahan: Konsep atau makna kata asing diterjemahkan langsung ke dalam bentuk padanan kata bahasa Indonesia (contoh: try out menjadi uji coba).


C. Contoh Kosakata Serapan

  • Dari Bahasa Daerah:
    • Amblas (bahasa Jawa/Sunda) — artinya hilang lenyap.
    • Nyeri (bahasa Sunda) — artinya sakit.
    • Beta (bahasa Melayu/Kawasan Timur) — artinya saya atau aku.
  • Dari Bahasa Asing:
    • Kantin dari bahasa Belanda kantine.
    • Aksi dari bahasa Belanda actie (serapan bentuk adaptasi).
    • Akurat dari bahasa Inggris accurate.



Assasmen : 

Test kemampuan : 


  1. Proses penyerapan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah bentuk asli atau ejaan kata tersebut dinamakan dengan metode...

A. Adaptasi

B. Adopsi

C. Penerjemahan

D. Kreasi

E. Afiksasi


2. Perhatikan kata-kata berikut!(1) Aktipitas(2) Apotek(3) Kualitas(4) Tehnologi(5) SistemKata serapan yang ditulis dengan ejaan baku menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI/EYD) ditunjukkan oleh nomor...

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (3), dan (4)

C. (2), (3), dan (5)

D. (2), (4), dan (5)

E. (3), (4), dan (5)


Tugas 1: Identifikasi Kata Serapan

Analisislah kata-kata di bawah ini. Tentukan bentuk serapan baku dalam bahasa Indonesia dan sebutkan dugaan bahasa asalnya!

  1. Quality → ........................... (Asal Bahasa: ...........................)
  2. Analisa → ........................... (Asal Bahasa: ...........................)
  3. Apotik → ........................... (Asal Bahasa: ...........................)
  4. System → ........................... (Asal Bahasa: ...........................)
  5. Nyeri → ........................... (Asal Bahasa: ...........................)


Tugas 2: Penerapan dalam Kalimat

Buatlah satu kalimat efektif untuk masing-masing kata serapan baku di bawah ini:

  1. Efektif
  2. Tradisi
  3. Modifikasi


Refleksi Kegiatan Pembelajaran

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Materi: Teks Deskripsi (Kosakata Serapan Daerah/Asing & Sistem Kekerabatan Matrilineal)

Kehadiran : seluruh siswa hadir berjumlah 17 siswa 


1. Komponen yang Sudah Berjalan Baik

 Kontekstualisasi Materi Budaya: Pengenalan tema sistem kekerabatan matrilineal (seperti pada budaya Minangkabau) sangat efektif memantik rasa ingin tahu peserta didik. Materi ini memberikan latar belakang budaya yang kaya untuk dijadikan objek penulisan teks deskripsi.

 Eksplorasi Kosakata Baru: Peserta didik antusias menemukan dan menelusuri asal-usul kosakata serapan baik dari bahasa daerah (seperti mamak, suku, sumando) maupun bahasa asing (seperti kultur, tradisi, struktur, sosiologis) yang relevan dengan topik.

 Pengayaan Deskripsi: Penggunaan kata serapan berhasil membuat ragam kalimat dalam teks deskripsi peserta didik menjadi lebih variatif, berbobot, dan tidak monoton.


2. Tantangan & Kendala yang Ditemui

 Pemahaman Konsep Kekerabatan: Sebagian peserta didik membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami perbedaan mendasar antara sistem kekerabatan matrilineal (garis keturunan ibu) dan patrilineal (garis keturunan ayah), sehingga terjadi sedikit kekeliruan konsep pada draf awal penulisan.

 Penggunaan Kosakata yang Kurang Tepat (Kesesuaian Konteks): Beberapa peserta didik menyisipkan kata serapan asing secara paksa ke dalam kalimat deskripsi sehingga terkesan kaku atau kurang berterima secara makna (diksi kurang natural).

 Penulisan Kata Serapan/Istilah Asing: Masih ditemukan kesalahan ejaan teknis, seperti bingung menentukan apakah suatu kata asing perlu dicetak miring (italic) atau sudah diserap sepenuhnya ke dalam KBBI.


3. Analisis Hasil Belajar Peserta Didik

 Ketercapaian Tujuan: Berdasarkan analisis karya teks deskripsi yang dihasilkan, sekitar 90% peserta didik telah mampu mengintegrasikan kosakata serapan dengan tepat sekaligus mencerminkan pemahaman tentang sistem matrilineal.

 Indikator Keberhasilan yang Tercapai:

 Mampu menjelaskan kembali konsep dasar sistem kekerabatan matrilineal dalam konteks teks.

 Mampu mengidentifikasi dan menggunakan minimal 3–5 kosakata serapan (daerah/asing) dalam paragraf deskripsi yang dibuat.

 Mampu menyusun deskripsi suasana/tradisi budaya secara rinci dan bermakna.


4. Rencana Tindak Lanjut

Peserta Didik Belum Tuntas (Perlu Pendampingan) : Memberikan bagan/pohon silsilah keluarga (family tree) berbasis garis ibu untuk mempermudah visualisasi sistem matrilineal, disertai bank kata serapan beserta artinya.


Peserta Didik Sudah Tuntas (Pengayaan) : Menugaskan peserta didik membandingkan teks deskripsi sistem matrilineal dengan sistem patrilineal/parental menggunakan padanan kata serapan yang lebih kompleks.

 
5. Kesimpulan Guru

Menggabungkan materi kebahasaan (kata serapan) dengan wawasan lintas budaya (sistem matrilineal) terbukti ampuh membuat pembelajaran bahasa menjadi lebih bernyawa. Hambatan utama terletak pada pemahaman konteks penggunaan kata agar tidak terkesan dipaksakan. Untuk sesi berikutnya, penggunaan media visual seperti pohon silsilah budaya dan glosarium mini akan sangat membantu efektivitas pemahaman siswa.






Kelas 8 - Kuis Remedial dan Pengayaan BAB 1 - Pertemuan 11

  IDENTITAS GURU :  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd. Hari, Tanggal : Jumat 04 September 202 6 Fase/Kelas : Fase D / Kelas 8 Mata Pelajaran ...