Rabu, 29 Juli 2026

Kelas 9 - BAB 1_Konjungsi Teks Deskripsi berupa Lirik Lagu - Pertemuan 4

Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Rabu 29 Juli 2026

Kelas : 9

Materi :  analisis konjungsi teks deskripsi berupa lirik lagu

Pertemuan : 4

Elemen Cp : Menyimak



Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik dapat menemukenali konjungsi dalam penggunaan pada lirik lagu yang disimak secara tepat.


Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


Konjungsi atau disebut juga sebagai kata penghubung adalah kata yang berfungsi menghubungkan dua kata, frasa, kalimat, maupun paragraf.  Fungsi konjungsi atau kata hubung adalah memadukan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, dan paragraf dengan paragraf. Konjungsi membuat makna kalimat lebih jelas dan lebih nyaman dibaca.


Konjungsi terbagi dua, yakni konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Perbedaannya terletak pada bentuk kalimat; konjungsi koordinatif menyambungkan kalimat setara, yang bisa berdiri sendiri apabila kata sambung dihilangkan, sedangkan subordinatif menyambungkan kalimat tidak setara, yang tidak bisa berdiri sendiri.


Akan tetapi, jika dilihat berdasarkan sintaksis dalam kalimat, konjungsi dibagi ke dalam empat macam yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat. Pada tulisan ini hanya dibahas mengenai 3 macam konjugsi saja.


konjungsi.jpg.webp

1. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya atau memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain karena fungsinya tak hanya menghubungkan klausa, namun konjungsi ini juga dapat menghubungkan kata. Beberapa contoh konjungsi koordinatif adalah sebagai berikut :

  • dan: sebagai penanda hubungan penambahan
  • atau: sebagai penanda hubungan pemilihan
  • melainkan: sebagai penanda hubungan perlawanan
  • padahal: sebagai penanda hubungan pertentangan
  • sedangkan: sebagai penanda hubungan pertentangan
  • serta: sebagai penanda hubungan pendampingan
  • tetapi: sebagai penanda hubungan perlawanan
  • dan/atau: sebagai penanda hubungan jumlah atau pilihan


2. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frase atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frase atau klausa yang dihubungkan, contohnya adalah :

  • baik – maupun: Baik kakak maupun adiknya tidak suka makan nasi.
  • tidak hanya – tetapi juga: Seluruh karyawan tidak hanya harus setuju, tetapi juga harus patuh terhadap setiap aturan perusahaan.
  • bukan hanya – melainkan juga: Pengangguran bukan hanya menyangkut masalah ekonomi, melainkan juga masalah sosial.
  • demikian – sehingga: Mobil di tol berpacu demikian cepat sehingga sulit untuk ditangkap mata kamera.
  • sedemikian rupa – sehingga: Pesan yang baik harus disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian pendengar.
  • apa(kah) – atau: Apakah Anda setuju atau tidak, kami tetap kukuh pada pendirian.
  • entah – entah: Entah menang entah kalah, saya tetap akan berusaha sampai pertandingan selesai.
  • jangankan – pun : Jangankan berdiri, duduk pun ia tak sanggup.


3. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan anak kalimat dari induknya. Contohnya adalah :

  • Konjungsi Subordinatif Waktu atau Temporal. Konjungsi temporal, yaitu konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur bahasa yang memiliki keterkaitan waktu, seperti sebelum, sesudah itu, selanjutnya. Misalnya sejak, sedari, semenjak
  • Konjungsi Subordinatif Syarat. Konjungsi syarat, yaitu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan unsur bahasa yang memiliki makna persyaratan, seperti apabila, asalkan, jika, asalkan, jikalau, kalau, manakala.
  • Konjungsi Subordinatif Pengandaian. Konjungsi subordinatif pengandaian merupakan kata hubung yang menunjukkan adanya pengandaian pada kalimat. Contoh: andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya, andai kata.
  • Konjungsi Subordinatif Tujuan. Konjungsi subordinatif tujuan merupakan kata hubung yang cirinya mengandung kata: untuk, supaya, agar, biar.
  • Konjungsi Subordinatif Konsesif. Konjungsi konsesif adalah kata hubung untuk menyatakan keadaan berlawanan dari apa yang dijelaskan sebelumnya. Contohnya biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun.
  • Konjungsi Subordinatif Pembandingan. Konjungsi yang digunakan untuk menjelaskan adanya kesamaan di antara dua kata atau dua kalimat. Contoh konjungsi pembandingan yaitu alih-alih, daripada, ibarat, laksana, seakan-akan, sebagai, sebagaimana, seolah-olah, seperti
  • Konjungsi Subordinatif Sebab. Konjungsi subordinatif sebab merupakan konjungsi yang menyatakan adanya hubungan sebab diantara dua klausa atau kalimat. Kata penghubung yang termasuk konjungsi ini adalah sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.
  • Konjungsi Subordinatif Hasil. Konjungsi subordinatif hasil merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu unsur klausa atau kalimat adalah hasil dari klausa atau kalimat sebelumnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi  ini antara lain sehingga, sampai(-sampai), dan maka(nya).
  • Konjungsi Subordinatif Alat. Konjungsi subordinatif alat: merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa salah satu klausa atau kalimat merupakan alat dari kegiatan atau aktivitas yang dijelaskan dalam klausa atau kalimat sebelumnya. Kata-kata dari konjungsi ini adalah dengan (menggunakan) dan tanpa (menggunakan).
  • Konjungsi Subordinatif Cara. Konjungsi subordinatif cara merupakan konjungsi yang menyatakan bahwa suatu klausa atau kalimat merupakan suatu cara dari sebuah kegiatan yang dijelaskan dalam klausa atau kalimat sebelumnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini sama dengan yang ada di dalam konjungsi subordinatif alat, yaitu dengan dan tanpa.
  • Konjungsi Subordinatif Komplementasi. Konjungsi subordinatif komplementasi: merupakan konjungsi yang menerangkan bahwa suatu klausa atau kalimat merupakan pelengkap dari klausa atau kalimat sebelumnya. Contoh bentuk dari konjungsi ini adalah bahwa.
  • Konjungsi Subordinatif Atributif. Konjungsi subordinatif atributif: merupakan konjungsi yang menghubungkan kata atau klausa utama dengan klausa penjelas. Contoh bentuk dari konjungsi ini adalah yang.
  • Konjungsi Subordinatif Perbandingan. Konjungsi subordinatif perbandingan merupakan konjungsi yang menyatakan adanya hubungan adanya kesamaan atau perbedaan diantara dua klausa atau kalimat. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah  … sama … dengan; … lebih … dari ….


Lagu dapat digunakan untuk memaparkan peristiwa dan menggambarkan perasaan.  Untuk menyimak lagu dengan baik terutama jika lagu tersebut baru  kalian dengar lakukan kiat sebagai berikut.

  1. Simaklah lagu dengan tenang tanpa mencatat.
  2. Diskusikan secara singkat dengan teman makna yang dapat ditangkap.
  3. Simaklah kembali lagu tersebut, catat kalimat penting jika perlu.
  4. Diskusikan kembali dengan teman makna baru setelah menyimak untuk kedua kalinya.


Pelangi Di Matamu

Lagu Jamrud

30 menit kita di sini

Tanpa suara

Dan aku resah harus menunggu lama

Kata darimu

Mungkin butuh kursus merangkai kata

Untuk bicara

Dan aku benci harus jujur padamu

Tentang semua ini

Jam dinding pun tertawa

Kar'na ku hanya diam dan membisu

Ingin kumaki diriku sendiri

Yang tak berkutik di depanmu

Ada yang lain di senyummu

Yang membuat lidahku gugup, tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu

Dan memaksa diri 'tuk bilang, "Aku sayang padamu"

"Aku sayang padamu"

Mungkin Sabtu nanti kuungkap semua

Isi di hati

Dan aku benci harus jujur padamu

Tentang semua ini

Jam dinding pun tertawa

Kar'na ku hanya diam dan membisu

Ingin kumaki diriku sendiri

Yang tak berkutik di depanmu

Ada yang lain di senyummu

Yang membuat lidahku gugup, tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu

Seakan memaksa dan terus memaksa

Ada pelangi

Ada yang lain di senyummu

Yang membuat lidahku gugup, tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu

Dan memaksa diri 'tuk bilang, "Aku sayang padamu"

"Aku sayang padamu"


Makna Lagu

Makna dari lirik lagu Pelangi Di Matamu menceritakan tentang kisah cinta dari seorang lelaki kepada perempuan yang dicintainya, namun lelaki tersebut tidak bisa mengungkapkan perasannya. Lantaran ia menemukan sesuatu yang berbeda saat sedang menatap mata sang perempuan, bahkan dirasa seperti ada hal yang sangat sulit untuk diutarakan walau hanya dengan kata-kata.



Assasmen : 

Ayo berlatih…


  1. Siswa membentuk kelompok terdiri dari 3 siswa.
  2. Kemudian masing-masing kelompok menyimak/mencari lirik lagu untuk dianalisis konjungsinya serta tentukan jenisnya. 
  3. Kemudian beri makna/pesan dari lirik lagunya. 
  4. Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 9 - BAB 1_Konjungsi Teks Deskripsi berupa Lirik Lagu - Pertemuan 4

Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tangg...