Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Kamis 22 Januari 202, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Sifat Tokoh dalam karya fiksi"
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 8
Materi : Sifat tokoh dalam karya fiksi
Pertemuan Ke : 5
Jam ke : 10-12
Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : Teks karya fiksi , PPT Materi Ajar, LKPD
BAB 4 : Mengulas Karya Fiksi
Elemen : Menyimak
Capaian Pembelajaran (CP) :
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu mencermati sifat tokoh dalam karya fiksi.
Simaklah materi berikut ini :
- Protagonis: Tokoh utama yang baik, sering disukai pembaca, berjuang mencapai tujuan (sabar, jujur, rendah hati).
- Antagonis: Lawan protagonis, sering digambarkan jahat atau negatif (pembohong, pendendam, sombong) yang menciptakan konflik.
- Tritagonis: Tokoh penengah yang menengahi konflik antara protagonis dan antagonis.
- Deuteragonis: Pendamping protagonis yang membantunya dalam perjalanan cerita.
- Foil: Tokoh yang sifatnya kontras dengan protagonis untuk menonjolkan karakter utama.
- Figuran/Tambahan: Tokoh sekunder yang melengkapi alur cerita atau memberikan warna baru.
- Tokoh Dinamis (Berkembang): Mengalami perubahan dan perkembangan karakter seiring berjalannya cerita (misalnya, menjadi lebih baik atau lebih buruk).
- Tokoh Statis: Karakteristiknya tetap dan tidak berubah dari awal hingga akhir cerita.
Mencermati sifat tokoh dalam fiksi berarti menganalisis karakter mereka melalui perilaku, dialog, pikiran, lingkungan, dan interaksi dengan tokoh lain, sering kali menggunakan tabel untuk mencatat nama, sifat (penyayang, bijaksana, dll.), gambaran tokoh, serta latar belakang/alasan tindakan mereka, untuk memahami peran mereka dalam cerita fiksi yang imajinatif tapi relevan.
Cara Mencermati Sifat Tokoh:
- Amati Perilaku dan Tindakan: Perhatikan apa yang dilakukan tokoh; tindakan mereka mencerminkan kepribadiannya (misalnya, membantu orang lain menunjukkan sifat peduli).
- Dengarkan Dialog: Percakapan tokoh bisa mengungkapkan sifatnya, seperti cara bicara yang lembut atau tegas.
- Pahami Jalan Pikiran: Masuk ke dalam benak tokoh untuk mengetahui pemikiran dan motivasinya.
- Lihat Lingkungan Kehidupan: Lingkungan sering kali membentuk karakter tokoh (misalnya, tokoh yang hidup di lingkungan keras mungkin menjadi tangguh).
- Perhatikan Interaksi: Bagaimana tokoh berinteraksi dengan tokoh lain menunjukkan bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
- Gunakan Tabel Analisis: Buat tabel dengan kolom seperti Nama Tokoh, Sifat (contoh: penyayang, bijaksana), Gambaran/Karakteristik, dan Latar Belakang/Alasan Bertindak.
Contoh Sifat Tokoh:
- Penyayang, perhatian: Mendukung ibu dalam menjaga kesehatan.
- Bijaksana, tenang: Memberikan nasihat dengan tenang dan bertanggung jawab.
Mengapa Penting:
- Memahami sifat tokoh membantu pembaca lebih memahami cerita dan konflik yang ada, meskipun ceritanya fiksi dan imajinatif.
- Sifat tokoh sering kali mencerminkan masalah atau nilai-nilai dalam kehidupan nyata, membuat cerita terasa relevan.
Mari berlatih:
Cermatilah sifat tokoh-tokoh cerita "Parki dan Alergi Telur" pada buku cetak halaman 116-119. Kemudian tuliskan sifat-sifat mereka pada tabel dibawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar