Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Kamis 13 November 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Kata Kerja Mental dalam Artikel Ilmiah Populer"
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 8
Materi : Kata Kerja Mental dalam Artikel Ilmiah Populer
Pertemuan Ke : 8
Jam ke : 10-12
Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : PPT materi, Buku cetak dan LKPD
Bab III : Menulis Artikel Ilmiah Populer
Elemen : Membaca dan Memirsa
Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau
pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi (ketepatan) dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks; mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu memahami dan menemukan kata kerja mental didalam sebuah teks Artikel Ilmiah Populer.
- Peserta didik dapat memahami jenis-jenis dan contoh pengaplikasian kata kerja mental pada teks.
Simaklah materi berikut ini :
A. Pengertian
Dalam tata bahasa Indonesia, kata kerja mental termasuk dalam kategori verba tingkah laku atau behavioral verb. Hal ini karena kata kerja mental menjelaskan perilaku atau sikap seseorang terhadap suatu fenomena atau kejadian tertentu. Berbeda dengan kata kerja fisik yang menggambarkan tindakan nyata, kata kerja mental lebih berfokus pada proses mental atau emosional yang dialami oleh subjek dalam kalimat.
B. Jenis-Jenis Kata Kerja Mental
1. Kata Kerja Mental Persepsi:
Kata kerja persepsi menggambarkan proses penginderaan dan interpretasi awal terhadap stimulus dari lingkungan.
- Contoh: Melihat, Mendengar, Merasakan, Mencium, Menyentuh, Mengamati, Memperhatikan, Menyadari, Mendeteksi, Menyaksikan
- Penggunaan dalam kalimat: "Rina melihat pelangi di langit setelah hujan reda."
2 Kata Kerja Mental Afeksi:
Kata kerja afeksi berhubungan dengan emosi dan perasaan.
- Contoh: Mencintai, Membenci, Menyukai, Takut, Khawatir, Gembira, Sedih, Marah, Cemas, Bangga, Malu, Iri, Kecewa, Senang, Bersyukur
- Penggunaan dalam kalimat: "Ibu sangat khawatir ketika anaknya terlambat pulang sekolah."
3.!Kata Kerja Mental Kognisi:
Jenis kata kerja ini berkaitan dengan proses berpikir, pemahaman, dan pengolahan informasi.
- Contoh: Berpikir, Memahami, Menganalisis, Mempertimbangkan, Menyimpulkan, Mengerti, Mempelajari, Menyelidiki, Merencanakan, Memecahkan, Mengevaluasi, Menginterpretasikan, Mengkategorikan, Membandingkan, Mengasosiasikan
- Penggunaan dalam kalimat: "Siswa sedang menganalisis data hasil eksperimen mereka."
4. Kata Kerja Mental Volisi:
Kata kerja volisi berhubungan dengan keinginan, niat, dan pengambilan keputusan.
- Contoh: Memutuskan, Berniat, Memilih, Berharap, Menginginkan, Bertekad, Bermaksud, Merencanakan, Berusaha, Mencoba.
- Penggunaan dalam kalimat: "Setelah banyak pertimbangan, Andi memutuskan untuk melanjutkan studinya di luar negeri."
- Kata Kerja Mental Evaluatif:
Jenis kata kerja ini berkaitan dengan proses penilaian dan evaluasi.
- Contoh: Menilai, Mengevaluasi, Mengkritik, Menghargai, Meremehkan, Mempertimbangkan, Mengapresiasi, Memuji, Mencela, Membenarkan
- Penggunaan dalam kalimat: Juri sedang mengevaluasi penampilan para peserta lomba."
6. Kata Kerja Mental Memori:
Kata kerja memori berhubungan dengan proses mengingat, melupakan, dan memanggil kembali informasi dari ingatan.
- Contoh: Mengingat, Melupakan, Mengenang, Merekam dalam ingatan, Menghafalkan, Memanggil kembali, Menyimpan dalam ingatan, Menggali ingatan, Mengingat-ingat, Memulihkan ingatan
- Penggunaan dalam kalimat: "Nenek sering mengenang masa mudanya dengan penuh nostalgia."
- Kata Kerja Mental Imaginatif:
Jenis kata kerja ini berkaitan dengan kemampuan untuk membayangkan atau menciptakan ide-ide baru dalam pikiran.
- Contoh: Membayangkan, Mengkhayalkan, Memvisualisasikan, Merencanakan, Berimajinasi, Mengandaikan, Mereka-reka, Memproyeksikan, Mengkreasikan, Meramalkan
- Penggunaan dalam kalimat: "Penulis itu sedang membayangkan alur cerita baru untuk novelnya."
8. Kata Kerja Mental Keyakinan:
Kata kerja keyakinan menggambarkan tingkat kepercayaan atau keyakinan seseorang terhadap suatu ide atau konsep.
- Contoh: Percaya, Yakin, Meragukan, Meyakini, Menyangsikan, Mempercayai, Mengimani, Curiga, Skeptis, Menerima
- Penggunaan dalam kalimat: "Meskipun banyak yang meragukan, dia tetap yakin akan berhasil dalam usahanya."
9. Kata Kerja Mental Komunikatif:
Jenis kata kerja ini berkaitan dengan proses mental yang terlibat dalam komunikasi dan ekspresi ide.
- Contoh: Mengekspresikan, Menyatakan, Menjelaskan, Mengungkapkan, Menyampaikan, Mengkomunikasikan, Mengartikulasikan, Menceritakan, Mendeskripsikan, Memaparkan.
- Penggunaan dalam kalimat: "Dia kesulitan mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata."
- Kata Kerja Mental Reflektif:
Kata kerja reflektif berhubungan dengan proses introspeksi dan refleksi diri.
- Contoh: Merenungkan, Merefleksikan, Mengintrospeksi, Mengontemplasikan, Memikirkan kembali, Mengkaji diri, Memutar kembali, Mengevaluasi diri, Meresapi, Memutar ulang dalam pikiran
- Penggunaan dalam kalimat: "Setelah kejadian itu, dia merenungkan kesalahannya dan bertekad untuk berubah."
Contoh penggunaan dalam kalimat:
- "Dia melihat peluang besar dalam proyek baru ini." (Persepsi)
- "Ibu sangat khawatir mendengar berita tentang kecelakaan itu." (Afeksi)
- "Para ilmuwan sedang menganalisis data dari eksperimen terbaru mereka." (Kognisi)
- "Setelah banyak pertimbangan, akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke luar negeri." (Volisi)
- "Juri mengevaluasi penampilan setiap peserta dengan seksama." (Evaluatif)
- "Nenek sering mengenang masa-masa indah di kampung halamannya." (Memori)
- "Penulis itu membayangkan dunia fantasi yang belum pernah ada sebelumnya." (Imaginatif)
Mari berlatih dan berdiskusi :
Cermatilah teks Artikel Ilmiah Populer dibawah ini. Kemudian analisislah kalimatnya yang mengandung kata kerja mental dan kelompokkan kedalam jenisnya.
Artikel Ilmiah Populer: Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Kehidupan Modern
(1) Banyak orang kini mulai menyadari bahwa komunikasi merupakan kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis. Individu yang mampu memahami cara berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah mengendalikan emosi saat berinteraksi. Para ahli komunikasi meyakini bahwa kemampuan berbicara dan mendengarkan secara seimbang dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial. Namun, sebagian orang masih meragukan pentingnya komunikasi efektif karena belum menyadari dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Sebagian lainnya menganggap komunikasi hanya sebatas berbicara tanpa memperhatikan makna pesan.
(2) Dalam dunia kerja, komunikasi yang baik membantu seseorang menilai situasi dan memutuskan cara penyampaian pesan yang tepat. Ketika seseorang mengenali karakter lawan bicara, ia dapat mengelolakata-kata agar tidak menyinggung perasaan. Banyak pemimpin menyimpulkan bahwa komunikasi terbuka menciptakan suasana kerja yang produktif. Mereka juga mempertimbangkansetiap pendapat anggota tim sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, komunikasi efektif membantu seseorang menghargaiperbedaan pandangan di lingkungan profesional.
(3) Para peneliti menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dapat memperkuat hubungan sosial dan mengurangi konflik. Orang yang terbiasa berdialog dengan empati cenderung mempercayai orang lain dengan lebih mudah. Mereka juga meyakini bahwa mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi. Sebaliknya, orang yang kurang peka sering mengabaikan perasaan lawan bicara. Ketika seseorang menyadaripentingnya mendengarkan, ia akan lebih mudah mengembangkan kemampuan interpersonal dan menafsirkan pesan dengan tepat.
(4) Dalam kehidupan sosial, komunikasi efektif membantu seseorang memahami perbedaan budaya dan menghargai keberagaman. Orang yang memiliki empati akan menyadari bahwasetiap individu memiliki cara berbicara yang berbeda. Mereka juga mempertimbangkandampak dari setiap kata yang diucapkan. Sebaliknya, orang yang egois sering menganggap dirinya selalu benar dan sulit mempercayai orang lain. Dengan komunikasi yang baik, seseorang dapat menyimpulkanbahwa hubungan yang sehat dibangun melalui saling pengertian.
(5) Secara keseluruhan, komunikasi efektif bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mendengarkan dan memahami. Setiap individu perlu meyakini, memahami, dan mengendalikan cara berkomunikasinya agar pesan tersampaikan dengan baik. Dengan menilai, mempertimbangkan, dan menyimpulkan setiap interaksi, seseorang dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak. Orang yang mampu merasakan empati akan lebih mudah menghargai orang lain. Komunikasi yang baik membantu manusia menyadari pentingnya saling memahami untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
Jawaban:
Jenis-jenis kata kerja mental (21) dan pengelompokannya:
1. Kata kerja mental yang menunjukkan kesadaran dan pemahaman:
- Menyadari
- Memahami
- Mengenali
- Menafsirkan
- Mengembangkan
2. Kata kerja mental yang menunjukkan penilaian dan keputusan:
- Menilai
- Memutuskan
- Mempertimbangkan
- Menyimpulkan
- Mengendalikan
3. Kata kerja mental yang menunjukkan keyakinan dan kepercayaan:
- Meyakini
- Mempercayai
- Meragukan
- Menganggap
- Mengabaikan
4. Kata kerja mental yang menunjukkan perasaan dan empati:
- Merasakan
- Menghargai
5. Kata kerja mental yang menunjukkan refleksi dan kesadaran sosial:
- Menunjukkan
- Mengelola
- Menyadari (muncul kembali dalam konteks sosial)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar