Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Kamis 23 Oktober 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu : membedakan kalimat fakta, opini dan asumsi.
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 9
Materi : membedakan kalimat fakta, opini dan asumsi.
Pertemuan Ke : 4
Jam ke : 5-7
Metode : Analisis Teks dan Diskusi Kelompok
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : PPT, LKPD media teks rekon dan buku cetak
Bab 3 : Komunikasi Ujung Jari
Elemen : Membaca dan Memirsa
Capaian Pembelajaran (CP) : Kemampuan peserta didik untuk memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber tulis, cetak, visual, dan audiovisual. Proses ini mencakup pemahaman makna tersurat dan tersirat, analisis struktur teks, serta penilaian terhadap kualitas dan akurasi informasi.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu memahami perbedaan kalimat fakta, opini dan asumsi pada sebuah teks berita.
- Peserta didik mampu mengklasifikasikan kalimat sebagai fakta, opini, atau asumsi serta memberikan alasan atas klasifikasinya.
Kriteria Ketercapaian (Indikator) : Peserta didik mampu mengklasifikasikan kalimat sebagai fakta, opini, atau asumsi serta memberikan alasan atas klasifikasinya.
Simaklah materi berikut ini :
Perbedaan Kalimat Fakta, Opini, dan Asumsi Beserta Contohnya
1. Kalimat Fakta
Pengertian:
Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi pernyataan yang benar-benar terjadi, dapat dibuktikan kebenarannya, dan bersifat objektif.
Ciri-ciri:
- Dapat dibuktikan kebenarannya
- Bersifat objektif
- Biasanya memuat data, angka, waktu, atau tempat
Contoh:
- Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883.
- Kota Bandar Lampung terletak di Provinsi Lampung.
- Suhu di Lampung hari ini mencapai 32 derajat Celsius.
2. Kalimat Opini
Pengertian:
Kalimat opini adalah kalimat yang berisi pendapat, pandangan, atau penilaian seseorang terhadap suatu hal. Kebenarannya bersifat subjektif dan belum tentu dapat dibuktikan.
Ciri-ciri:
- Bersifat subjektif
- Mengandung pendapat atau penilaian
- Sering menggunakan kata “menurut”, “saya rasa”, “sebaiknya”, dan sebagainya
Contoh:
- Menurut saya, Lampung adalah kota yang sangat nyaman untuk ditinggali.
- Pemerintah sebaiknya segera memperbaiki jalan yang rusak di Lampung.
- Saya rasa harga beras di pasar terlalu mahal.
3. Kalimat Asumsi
Pengertian:
Kalimat asumsi adalah kalimat yang berisi dugaan atau perkiraan terhadap suatu hal yang belum pasti kebenarannya. Asumsi biasanya digunakan sebagai dasar berpikir atau mengambil keputusan.
Ciri-ciri:
- Bersifat dugaan atau perkiraan
- Belum tentu benar, karena belum ada bukti
- Sering menggunakan kata “jika”, “mungkin”, “diperkirakan”, “seandainya”
Contoh:
- Jika hujan turun terus-menerus, mungkin beberapa wilayah di Lampung akan banjir.
- Diperkirakan jumlah wisatawan ke Lampung akan meningkat tahun depan.
- Seandainya pemerintah tidak segera bertindak, masalah sampah akan semakin parah.
Kesimpulan:
- Kalimat fakta = benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan
- Kalimat opini = pendapat atau penilaian pribadi
- Kalimat asumsi = dugaan atau perkiraan yang belum pasti kebenarannya
Mari berlatih dengan games.
Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok.
Kemudian guru akan memberikan beberapa kalimat dan siswa mengelompokan kalimat tersebut berdasarkan jenisnya
A. Kalimat Fakta
B. Kalimat Opini
C. Kalimat Asumsi
Note :
Kalimat akan diberikan ole guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar