Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Rabu 22 Oktober 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer"
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 8
Materi : Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer
Pertemuan Ke : 3
Jam ke : 7-9
Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : Buku cetak dan Gambar contoh Iklan Nonkomersial
Bab III : Menulis Artikel Ilmiah Populer
Elemen : Membaca dan Memirsa
Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau
pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik mampu menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi (ketepatan) dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks; mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Artikel Ilmiah Populer
Simaklah materi berikut ini :
- Kalimat Fakta
A. Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah keadaan yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.
Oleh karena itu, fakta bisa dibuktikan kebenarannya dan informasinya enggak berubah-ubah.
B. Ciri-ciri:
- Dapat dibuktikan kebenarannya.
- Didukung oleh data, angka, tanggal, atau bukti nyata seperti foto dan video.
- Informasi tetap dan tidak berubah.
- Dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, atau berapa.
- Kalimat Opini
A. Pengertian
Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian dari pandangan seseorang.
Berbeda dengan fakta, opini enggak bisa dibuktikan kebenarannya dan enggak semua orang menyetujui pandangan tersebut.
B. Ciri-ciri:
- Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
- Informasi dapat berubah-ubah tergantung pandangan orang.
- Sering menggunakan kata-kata relatif seperti "menurut," "sepertinya," "seharusnya," "lebih," atau "agak".
- Dapat menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana, atau "lalu apa".
- Contoh kalimat fakta dan opini dalam artikel ilmiah populer
A. Kalimat fakta:
1. Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik mental maupun fisik disebut peserta didik difabel.
2. Setiap peserta didik difabel memiliki guru pendamping.
3.. Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945"
4.. "Ketinggian Gunung Everest adalah 8.848,86 meter".
B. Kalimat Opini :
1. Menurut saya, seluruh sekolah harus menjadi sekolah inklusi.
2. Sekolah ini sepertinya tak memperhatikan kebutuhan peserta didik difabel.
3.. Menurut saya, pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa
4.. Seharusnya pemerintah lebih memerhatikan masalah lingkungan"
Mari Berdiskusi!
Cermatilah beberapa kalimat dalam tabel berikut ini. Berilah tanda centang pada kolom yang sesuai.
No. | Kalimat | Mengandung Pendapat | |
Ya | Tidak | ||
1. | Menurut saya, seluruh sekolah harus menjadi sekolah inklusi. | ||
2. | Semua peserta didik sebaiknya mengenakan sepatu berwarna hitam saat ke sekolah | ||
3. | Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik mental maupun fisik disebut peserta didik difabel. | ||
4. | Setiap peserta didik difabel memiliki guru pendamping |
Mari Berlatih Mandiri!
Berikut disajikan beberapa kalimat dari artikel “Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi”. Kelompokkan kalimat yang merupakan fakta dan kalimat yang merupakan opini dengan memberikan tanda centang!
No. | Kalimat | Fakta | Opini |
1. | Peserta didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental, disebut peserta didik difabel. | ||
2. | Dikutip dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. | ||
3. | Peserta didik difabel sudah selayaknya mendapat layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi. | ||
4. | Jadi, sekolah inklusi memberikan layanan khusus terhadap peserta didik difabel dalam berinteraksi. | ||
5. | Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi simbolik atau interaksi yang menggunakan simbol-simbol, seperti puzzle, gambar, dan simbolsimbol pendukung lainnya. | ||
6. | Layanan ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari semua pihak yang ada di sekolah. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar