Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd
Mapel Diampu : Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal : Rabu, 13 Mei 2026
Kelas : 7
Materi : lMembandingkan surat pribadi dan surat resmi
BAB : 6
Pertemuan : 4
Elemen Cp : membaca dan memirsa
Tujuan Pembelajaran :
➤ Peserta didik membandingkan surat pribadi dan surat resmi dengan menemukenali perbedaan bentuk, unsur, tujuan, serta aspek kebahasaan dalam surat pribadi dan surat resmi dengan teliti.
Materi Pembelajaran (inti pembahasan)
A. Pengertian :
- surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk berkomuniasi secara pribadi. Surat pribadi ditulis oleh seseorang untuk orang lain atau suatu instansi, yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam surat pribadi bersifat tidak resmi, santai, dan komunikatif.
- Surat dinas/surat resmi adalah surat yang dikirim oleh suatu instansi atau lembaga kepada perseorangan atau ke instansi lain, yang berisi hal-hal kedinasan. Surat dinas biasa juga disebut dengan surat resmi. Surat dinas hanya dapat ditulis oleh sebuah instansi. Dengan kata lain, surat dinas tidak boleh ditulis oleh perorangan. Maka, pada surat dinas ada kepala surat dan nomor surat. Dalam menulis surat dinas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu penggunaan bahasanya. Namun, bahasa yang digunakan pada surat dinas ini lebih formal dibanding surat pribadi. Selain itu, gaya bahasa surat dinas juga lebih singkat dan jelas. Contoh surat dinas, di antaranya surat undangan, surat jual beli, surat perjanjian, nota dinas, dan lain-lain.
B. Perbedaan Surat Pribadi dan Surat Dinas
Nah, dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan nih kalau perbedaan surat pribadi dan surat dinas, bisa dilihat dari beberapa poin, sebagai berikut:
1. Tujuan penulisan
- Surat pribadi: Ditujukan kepada individu atau instansi tertentu dengan maksud untuk berkomunikasi secara pribadi. Isi surat pribadi bisa berupa pesan, ucapan, atau cerita pribadi antara dua individu atau lebih.
- Surat dinas: Bertujuan untuk komunikasi resmi dalam konteks pekerjaan atau urusan institusi. Surat dinas bisa digunakan untuk memberikan informasi, instruksi, atau pemberitahuan kepada rekan kerja, atasan, atau institusi terkait.
2. Format penyusunan
- Surat pribadi: Tidak ada format baku yang harus diikuti, dan kontennya bisa disesuaikan dengan keinginan penulis.
- Surat dinas: Mengikuti format baku yang telah ditetapkan, seperti penggunaan kop surat, nomor surat, tanggal, perihal, salam pembuka, tubuh surat, dan salam penutup. Format ini harus diikuti untuk menjaga profesionalitas dan keseragaman dalam komunikasi pada surat resmi.
3. Bahasa dan gaya penulisan
- Surat pribadi: Surat pribadi akan menggunakan bahasa yang lebih santai dan personal, tergantung pada hubungan antara pengirim dan penerima.
- Surat dinas: Surat dinas menggunakan bahasa yang formal, to the point, dan jelas. Gaya penulisan harus sopan dan mengikuti norma-norma keprofesionalan dalam komunikasi resmi.
4. Penandatanganan dan legalitas
- Surat pribadi: Surat pribadi tidak memerlukan tanda tangan resmi, kecuali jika diinginkan oleh pengirim, atau diperlukan dalam konteks tertentu karena surat ini tidak memiliki kekuatan hukum.
- Surat dinas: Biasanya, surat dinas ditandatangani oleh pejabat atau individu yang berwenang, dan kadang-kadang memerlukan cap instansi. Surat dinas memiliki kekuatan hukum dalam konteks kegiatan resmi atau administratif.
Assasmen :
. ✍️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar