Kamis, 09 April 2026

Kelas 8 - BAB 5 - Pengertian dan Perbedaan Puisi Diafan dan Prismatis - Pertemuan 6

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Kamis, 09 April 2026

Kelas : 8

Materi :  Pengertian dan perbedaan puisi diafran dan prismatis

Pertemuan : 6

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan, atau pesan yang akurat dalam teks puisi modern. 



Tujuan Pembelajaran : 

peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi puisi diafan dan prismatis, serta dapat menjelaskan perbedaan keduanya.



Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


Pengertian

Puisi adalah ungkapan peristiwa atau perasaan yang disampaikan penulis lewat kata-kata indah.


Puisi juga diartikan sebagai karya sastra yang menunjukan kehidupan sosial, kejiwaan, dan aspek yang timbul karena interaksi langsung maupun tidak, serta sadar maupun tidak.


Puisi dibagi menjadi dua berdasarkan bahasa yang digunakan dan tingkat pemahamannya, yaitu puisi diafan dan puisi prismatis.


Puisi diafan

Apa yang dimaksud dengan puisi diafan?

Puisi diafan disebut juga sebagai puisi polos. Ini karena kata "diafan" memiliki arti bening atau jernih.


Puisi diafan merupakan puisi anak-anak yang mudah dipahami, karena tidak menggunakan kata kiasan atau yang sukar dipahami.

Puisi diafan memakai bahasa sehari-hari dalam penulisannya. Puisi ini juga dapat ditulis dengan mendeskripsikan bentuk di sekitar penulis.

Salah satu bentuk puisi diafan yaitu puisi anak-anak yang baru belajar menulis puisi


Buatlah contoh puisi diafan! 

Rumah

Rumahku berwarna merah muda
Rumahku begitu indah dan megah

Di sekitar rumahku terlihat kebun kecil yang cantik menggoda
Beragam tanaman terlihat menghiasi sekelilingnya


Namun sayangnya,
Rumahku berada tepat di bahu jalan

Setiap waktu suara bising kendaraan terdengar
Begitu mengganggu pendengaran
Tidak dapat tidur dengan tenang



Puisi prismatis 

Apa itu puisi prismatis? 

Puisi prismatis merupakan puisi yang mengandung diksi, kata konkret, imaji, majas, dan gaya bahasa yang sangat baik. Puisi prismatis disebut sebagai puisi yang sukar dipahami. Puisi ini bersifat multy interpretable atau memiliki banyak makna.


Puisi prismatis memerlukan penafsiran, karena menggunakan kata dan kalimat yang bermakna ganda. Puisi prismatis tidak bisa dipahami secara langsung seperti puisi diafan. Namun, pembaca dapat merasakan apa yang disampaikan penulis dalam puisi setelah membaca kedua kalinya atau lebih.


Contoh Puisi Prismatis


Tanah Air Mata

(Sutardji Calzoum Bachri)

Tanah airmata tanah tumpah darahku

Mata air airmata kami

Airmata tanah air kamu


Di sinilah kami berdiri

Menyanyikan airmata kami


Dibalik gembur subur tanahmu

Kami simpan perih kami

Di balik etalase megah gedung-gedungmu

Kami coba sembunyikan derita kami


Kami coba simpan nestapa

Kami coba kuburkan duka lara

Tapi perih tak bisa sembunyi

Ia merebak ke mana-mana

Bumi memang tak sebatas pandang

Dan udara luas menunggu

Namun kalian takkan bisa menyingkir

Kalian sudah terkepung

Takkan bisa mengelak

Takkan ke mana pergi

Menyerahlah pada kedalaman air mata kami


Diponegoro

(Chairil Anwar)

Di masa pembangunan ini

tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar.

Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu.


Sekali berarti

Sudah itu mati.


MAJU


Bagimu Negeri

Menyediakan api.


Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas


Sungguh pun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai.


Maju.

Serbu.

Serang.

Terjang.



Perbedaan Puisi Diafran dan Prismatis


Untuk mempelajari perbedaan puisi diafan dan prismatis, Anda dapat membandingkan penggunaan kata, makna, dan penafsirannya. 


Perbedaan penggunaan kata

  • Puisi diafan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta cenderung denotatif(Makna kata/kalimat)
  • Puisi prismatis menggunakan kata-kata yang terbentuk dari perlambangan atau kiasan, sehingga sering memiliki kemungkinan makna lebih dari satu. 

Perbedaan makna

  • Puisi diafan memiliki makna yang jelas dan mudah dipahami karena menggunakan bahasa sehari-hari. 
  • Puisi prismatis memiliki ide dan makna yang memerlukan penafsiran melalui lambang, perbandingan, dan motif-motif yang digunakan. 


Perbedaan penafsiran 


  • Puisi diafan tidak memerlukan penafsiran karena tidak menggunakan kata kiasan. 
  • Puisi prismatis memerlukan penafsiran karena tidak menggunakan kalimat sehari-hari.


Perbedaan Tujuan

  • puisi diafan ditulis oleh orang dewasa dan diperuntukkan bagi anak-anak.
  • puisi prismatis ditulis oleh penyair yang handal dalam bidang ini dan puisi jenis ini diperuntukkan untuk remaja hingga kalangan orang tua.


Mari Berlatih : 


Tentukanlah kutipan puisi dibawah ini berdasarkan kelompok puisi diafan/Puisi Prismatis. 


No. 

Kutipan puisi

Diafan

Prismatis

1. 

Sahabatku bernama Farid
Orangnya jenaka
Suka melontarkan lelucon
Sepanjang waktu 



2.

Kau bertanya tentang hidupku
Tahukah kau hidupku seburam kaca jendela mobil
Pada suatu malam berhujan
Dan tak ada apapun yang bisa kau lihat dari baliknya 



3. 

Oh, sungguh indahnya alam di negeriku ini
Pemandangannya cantik, tak dapat tergambarkan
Aku yakin Tuhan sedang bersukahati
Saat menciptakan negeriku ini



4. 

"Aku tidak memintamu menjadi pelangi, cukup jadilah langit yang tetap ada meski badai baru saja pergi."



5. 

Tubuhnya seperti daun yang dimakan ulat
Keropos oleh sakit
Kopong oleh waktu



6. 

Matahari jatuh sebagai koin-koin tembaga, terperangkap dalam jaring lumut yang hijau dan purba. 



7. 

"Doa ibu adalah selimut yang paling hangat, ia menjagaku dari dinginnya dunia, tanpa pernah meminta upah sepeser pun."



8. 

"Rindu itu seperti gerimis; kecil-kecil namun cukup untuk membuat seluruh kenangan menjadi basah kuyup."



9. 

Kita adalah bayang-bayang yang memancing di atasnya,menggunakan benang dari serat ingatan yang putus setiap kali ikan-ikan perak melintas membawa wajah kita yang lain.



10. 

"Selama masih ada napas, jangan pernah berhenti melangkah. Jalan yang panjang selalu dimulai dari satu langkah kecil yang berani."





















Refleksi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 9 - BAB 6 - Memahami Teks Argumentasi - Pertemuan 2

  Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tan...