Rabu, 22 April 2026

Kelas 8 - BAB 5 - Mengenali gaya repetisi(pengulamgan) dalam Puisi - pertemuan 9

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd

Mapel Diampu : Bahasa Indonesia

Hari, Tanggal : Rabu, 22 April 2026

Kelas : 8

Materi :  Mengenali gaya repetisi(pengulamgan) dalam Puisi

Pertemuan : 9 

BAB : 5 

Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa



Tujuan Pembelajaran : 

Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menjelaskan makna majas repetisi dalam puisi.



Materi Pembelajaran (inti pembahasan) : 


A. Pengertian 

Majas repetisi dalam puisi adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang kata, frasa, atau klausa secara teratur untuk memperkuat makna, menciptakan ritme (irama), dan memberikan penekanan emosional. Pengulangan ini membuat ide penyair lebih menarik, mudah diingat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. 


Berikut adalah poin-poin penting materi gaya repetisi dalam puisi:

1. Fungsi Repetisi dalam Puisi

  • Menegaskan Makna: Memperkuat gagasan utama atau perasaan yang ingin disampaikan.
  • Menciptakan Irama: Memberikan ritme dan musikalitas pada puisi.
  • Menarik Perhatian: Menonjolkan bagian-bagian penting dalam larik puisi.
  • Meningkatkan Emosi: Membuat suasana puisi lebih terasa hidup. 


2. Jenis-jenis Majas Repetisi


1. Anafora

Majas anafora adalah pengulangan kata, frasa, atau klausa pada bagian awal suatu kalimat, atau bisa juga setelah tanda koma pada satu kalimat.

Salah satu contoh yang menarik bisa kita lihat pada ikrar sumpah pemuda. 

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bisa kita lihat di situ, di bagian awal tiga kalimat tersebut, ada klausa nominal yang sama persis, berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia”.


2. Epistrofa atau Epifora

Sebelumnya kita udah bahas bahwa majas anafora itu memiliki pengulangan di awal kalimat. Nah, kalo majas epistrofa (yang juga disebut epifora), pengulangan kata, frasa, atau klausanya terjadi pada bagian akhir kalimat.

Contoh:

  • Aku yakin besok aku akan pergi. Jangan hubungi aku ketika aku pergi. Aku yakin bahwa aku ingin pergi.
  • Apel kau makan. Jeruk kau makan. Semangka kau makan. Apa yang tidak kau makan?

Mudah dipahami, kan? Kita lanjut ke jenis repetisi lainnya ya.

3. Simploke

Majas simploke merupakan repetisi dengan pengulangan di bagian awal dan bagian akhir suatu kalimat. 

Untuk contohnya, bayangkan gue bikin contoh puisi majas repetisi jenis simploke ya. Berikut ini potongan bait puisinya.

Aku beli baju baru, kamu marah

Aku beli tas baru, kamu marah

Aku beli sepatu baru, kamu marah

Wah, siapa tuh yang suka belanja? Nah, kalimat-kalimat di atas adalah contoh penggunaan majas simploke.

Pada awal kalimat, terjadi pengulangan klausa verbal yaitu “aku beli”. Sedangkan pada akhir kalimat, ada pengulangan klausa adjektival yaitu “kamu marah”.

4. Mesodiplosis

Majas mesodiplosis adalah repetisi berupa pengulangan kata, frasa, atau klausa terjadi di bagian tengah kalimat.

Contoh:

Kalau begitu kamu boleh pergi, adik boleh pergi, kakak boleh pergi, asal izin dulu.

Di kalimat tersebut ada repetisi frasa “boleh pergi” di bagian tengah kalimat.

5. Epanalepsis

Majas epanalepsis adalah gaya bahasa repetisi di mana ada pengulangan kata di bagian awal dan akhir kalimat.

Contoh:

  • Keluarga itu pergi ke Lampung untuk acara keluarga.
  • Kita harus belajar untuk mengembangkan diri kita.
  • Saya bangga dengan diri saya.

Pada kalimat-kalimat di atas, kata pertama dan terakhir mengalami pengulangan.

6. Anadiplosis

Majas anadiplosis adalah repetisi yang memuat pengulangan di mana bagian terakhir kalimat menjadi kata, frasa, atau klausa pertama pada kalimat berikutnya.

Contoh:

Di dalam kamarku ada sebuah kotak, kotak itu kubuat sendiri dari kayu, kayu tersebut kudapatkan dari pamanku.

7. Epizeukis

Majas epizeukis merupakan gaya bahasa repetisi yang mengandung pengulangan kata secara berturut-turut.

Contoh:

  • Begitu aku bangun langsung merasa lapar, lapar karena tidak makan malamnya.
  • Tadi pagi aku bertemu dia, dia yang sudah kusukai sejak lima tahun yang lalu.
  • Kita pergi jalan-jalan besok, besok tanggal merah.

8. Tautotes

Majas tautotes ini pengulangan kata yang berulang-ulang dalam sebuah struktur kalimat.

Contoh:

  • Aku sayang kamu, kamu sayang aku, aku dan kamu saling menyayangi.
  • Pangeran Kudro menyerang Sultan Handa, Sultan Handa menyerang Pangeran Kudro, Pangeran Kudro dan Sultan Handa terluka parah.



3. Contoh dalam Puisi

Contoh penggunaan repetisi sering ditemukan untuk memberikan penekanan, seperti dalam kutipan puisi yang menekankan perasaan 


.../ Aku melihatmu/ Akumerindukanmu/ Akumencintaimu/... (Contoh Anafora)

Majas ini sangat penting dalam karya sastra, terutama puisi, sebagai alat puitis murni untuk membangun keindahan dan makna. 



_____ 

Asasmen : 


Tentukanlah jenis repetisi pada penggalan puisi dibawah ini: 


No

Kalimat

Jenis Repetisi

1

Engkau adalah belahan jiwaku, engkau adalah cinta pertamaku, engkau adalah cinta terakhirku


2

Sekilas matamu membuat hatiku meleleh, melelehkan matamu


3

Hilangnya budaya, hilangnya kebiasaan, hilangnya kebiasaan di masyarakat adalah efek globalisasi


4

Rajin, rajin dan rajin belajar


5

Makanan Anda lezat, manta, dan lezat


6

Aku adalah kau, kau adalah aku


7

Pekerjaanku adalah penulis, pekerjaanmu adalah penulis


8

Kau memukulku, aku memukulmu


9

Bajuku baru, baju adik baru


10

Aku memelukmu, kau memelukku




________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 7 - BAB 5 - Menyajikan tanggapan secara lisan dengan efektif dan santun - Pertemuan 9

Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....  Nama Guru : Mayang Famelia, S.Pd Mapel Diampu : Bahasa Indonesia Hari, Tangg...