Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 hari ini Kamis 4 September 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi sebelumnya yaitu Membaca Nyaring Narasi
Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : 9
Materi : Membaca Nyaring Narasi
Pertemuan Ke : 4
Jam ke : 5-7
Metode : Ceramah, Diskusi Kelompok dan Tanya jawab
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif
Media/Alat peraga : Buku Cetak dan Teks Cerita
Bab II : Buku-Buku Berbicara
Elemen : Menyimak
Capaian Pembelajaran (CP) : Kemampuan peserta didik untuk menerima, memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber aural (lisan) dan audiovisual. Proses ini melibatkan pemusatan perhatian, pemahaman konteks, dan kemampuan menangkap pesan utama serta detail penting.
Tujuan Pembelajaran : Secara bergiliran, peserta didik membaca teks secara nyaring dengan pelafalan dan intonasi yang tepat.
Simak materi berikut ini :
A. Pengertian Membaca Nyaring
Membaca nyaring merupakan suatu kegiatan melafalkan atau mengungkapkan informasi, ide, maupun gagasan dengan suara yang cukup keras dan lantang. Kegiatan membaca nyaring harus memerhatikan intonasi serta penafsiran dalam menyusun kata-kata serta memahami maksud yang ingin disampaikan oleh penulis.
B. Tujuan Membaca Nyaring
Membaca nyaring memiliki tujuan antara lain :
- Dapat melatih kepercayaan diri seseorang untuk berbicara di depan umum
- membangkitkan semangat dalam membaca
- mampu mempergunakan ucapan dengan jelas, tepat, tidak terbata-bata, dan menambah informasi dalam memperkaya kosa kata.
- membaca studi atau pembelajaran di kelas, mendengarkan karya sastra seseorang seperti cerpen atau puisi.
C. Manfaat Membaca Nyaring
- sebagai cara mendapatkan informasi.
- memberikan contoh kepada siswa proses membaca secara positif
- mengekspos siswa untuk memperkaya kosa katanya
- memberi siswa informasi barumengenalkan kepada siswa
- melatih keterampilan menyimak siswa.
D. Kelebihan Membaca Nyaring
- mampu meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
- Dapat melatih siswa berdialog pada sebuah cerita
- membaca nyaring merupakan alat pemandu yang cerdas yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterampilan adaptasi diri pada anak-anak pemalu.
E. Kelemahan Membaca Nyaring
- memerlukan kesungguhan yang lebih dan dapat melelahkan pembaca, dalam kegiatan membaca nyaring pembaca disibukan dengan pengucapan,
- kegiatan membaca nyaring hanya dapat dilakukan pada kesempatan tertentu
- kegiatan membaca nyaring dapat mengganggu orang lain.
F. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan pada saat Membaca Nyaring :
- Pelafalan Jelas:
Ucapkan setiap huruf, kata, dan kalimat dengan jelas dan tepat agar pendengar mudah memahami. - Intonasi dan Nada:
Gunakan naik turunnya nada dalam kalimat untuk memberikan penekanan dan membuat bacaan lebih menarik. - Volume Suara:
Pastikan suara cukup keras dan nyaring agar terdengar oleh semua pendengar, namun tidak berlebihan.
- Kelancaran:
Membaca tanpa terputus-putus atau terbata-bata agar pendengar tidak bingung dan dapat mengikuti cerita dengan baik. - Penggunaan Tanda Baca:
Perhatikan tanda baca seperti titik (.) yang berarti berhenti sejenak dan koma (,) yang berarti jeda sebentar untuk memberikan pemahaman. - Ekspresi:
Sesuaikan ekspresi wajah dan mimik dengan isi bacaan untuk menjiwai cerita, baik itu sedih, gembira, atau marah. - Pemahaman Isi Bacaan:
Pahami terlebih dahulu isi bacaan yang akan dibacakan agar Anda bisa menyampaikannya dengan lebih nyaman dan percaya diri. - Sikap Tubuh:
Tunjukkan sikap tubuh yang baik dan tegap agar terlihat profesional dan meyakinkan saat membaca di depan audiens. - Kontak Mata:
Berikan kontak mata kepada pendengar secara bergantian untuk membangun koneksi dan menarik perhatian mereka. - Kepercayaan Diri:
Tampil percaya diri saat membaca akan membantu pendengar lebih fokus dan yakin pada apa yang Anda sampaikan.
Mari Berlatih!
Bacalah teks prosedur ini dengan nyaring.
b.Kalian boleh berbagi paragraf dengan teman kemudian membaca
bergantian.
c. Kalian juga boleh membaca dalam kelompok-kelompok kecil.
d. Perhatikan jedanya, cermati tanda bacanya, maknai kosakatanya.
Kota Tanpa Buku
Pernahkah kau ke toko buku, perpustakaan, atau taman bacaan? Tidakkah
kau merasa istimewa ketika berada di dalamnya? Di sekelilingmu ada
berbagai tokoh dari dunia nyata dan khayal, tempat yang pernah kau kunjungi dan yang belum, informasi dan cerita dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semua berpadu, semua berada dalam genggamanmu.
Saat berada di antara buku, tidakkah kau merasa menjadi raja dan ratu? Ruang dan waktu seolah menyatu tanpa batas. Kau bisa terbang melintasi sekat negara dan melewati berbagai zaman. Kau bisa menyelam ke dalam samudra, melayang di angkasa, bercanda dengan aneka satwa,
dan berkelana di tengah padatnya kota, juga di rimba raya.
Kau tahu, buku adalah jendela dunia, kunci pengetahuan, dan pintu wawasan. Mohammad Hatta sang proklamator berkata, “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
Melalui buku, manusia terbebas dari ketidaktahuan. Tempat-tempat
yang dipenuhi buku adalah harapan berkembangnya pengetahuan dan
wawasan.
Apa jadinya jika kota tanpa buku? Pantaskah dia disebut kota?
Di kota itu, mungkin kabar datang dari sumber lain, dari koran, televisi, atau internet. Mungkin informasi dan cerita datang dari cerita nenek moyang, bagai dongeng-dongeng sebelum tidur. Irama warganya pun tiada beda. Bangun pagi, bertebaran di muka bumi untuk berbagai keperluan, untuk kembali pulang siang atau sore harinya. Setelah itu mereka berangkat
tidur dan memulai lagi hari berikutnya. Semua serupa.
Di kota itu, mungkin ada bangunan bernama perpustakaan. Di dalamnya, buku-buku berderet dalam rak yang tak terjamah. Tiada tangan meraih dan membuka halaman demi halaman dengan sukacita. Mungkin juga ada tumpukan buku di sudut-sudut sekolah yang sepi dan berdebu, jarang dikunjungi jarang dibaca. Buku-buku di sana teronggok tanpa nyawa.
Bagaimana dengan kotamu?
Mungkin kau tinggal di tengah kota yang megah, atau di gang sempit, di desa terpencil, di sisi pesisir, atau di kaki gunung. Adakah perpustakaan, taman bacaan, atau toko buku di dekat rumahmu?
Jika ada, apakah tempat itu menjadi wadah berkumpulnya anak-anak dan warga, menjadi pusat berkembangnya wawasan dan pengetahuan, atau hanya menjadi pajangan? Maukah kau menjadi orang yang
menghidupkannya? Kau bisa mengunjunginya dan mengajak teman-teman membaca dan berbagi cerita di sana. Jadikan tempat itu sumber kegembiraan dan pengetahuan.
Jika tempat itu belum ada, maukah kau menjadi orang yang mulai menghadirkannya? Kau bisa memulainya dari sebuah sudut di teras rumahmu. Ajak teman-temanmu memulai langkah baru. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa buku. Siapa pun dirimu, bersahabatlah dengan buku. Dia akan menjadi teman setiamu sepanjang waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar