Senin, 08 September 2025

Kelas 7 - BAB 2 : Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair) - Pertemuan 4

 Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 hari ini Senin 08 September 2025, Pada  Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)"

Silahkan dibaca dan dipahami materinya.

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : 7

Materi : Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)

Pertemuan Ke : 4

Jam ke : 4-6

Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab

Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif

Media/Alat peraga : Teks Pantun Dan Video Pantun

Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi

Elemen  Membaca dan Memirsa

Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks misalnya teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks.

Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. 


Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menelaah Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)


Kegiatan Pembelajaran : 

  • menelaah Struktur Puisi Rakyat(Pantun, Gurindam dan Syair)
  • Membandingkan Struktur Pantun, Gurindam dan Syair



Simak materi berikut ini : 



A. Struktur Puisi Rakyat


  1. Struktur Pantun
  • Pantun terdiri dari satu bait, dan setiap bait biasanya terdiri dari empat baris.
  • Pantun umumnya menggunakan pola rima atau sajak a-b-a-b.
  • Sampiran: Terletak pada dua baris pertama. Bagian ini biasanya tidak berkaitan langsung dengan isi, tetapi berfungsi sebagai pembuka yang menarik dan memperindah pantun.
  • Isi: Terletak pada dua baris terakhir. Bagian ini mengandung pesan, nasihat, atau tujuan pantun tersebut.
  • Struktur pantun juga terdiri atas: dua larik sampiran dan dua larik isi. Dua larik pertama merupakan pengantar, sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi. Makna larik 1 dan 2, serta 3-4 tidak berhubungan. Berdasarkan jenis kalimatnya, larik 1 dan 2 berdiri sendiri dan larik 3 serta 4 adalah saran.


Contoh :

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)

Bayam, ayam

Kantung, sekampung



  1. Struktur syair 
  • terdiri atas: Setiap bait terdiri dari empat baris, pola rima sama a-a-a-a, keempat larik syair dan merupakan bait-bait yang saling terkait, menggunakan kalimat menyapa, larik ke 2 dan 3 biasanya ditujukan kepada generasi muda, larik keempatmerupakan akibat jika menjalankan yang ke 2 dan 3. Kata yang digunakan bersifat simbolik.
  • Syair terdiri dari beberapa bait, dan jumlah baitnya tidak terbatas.
  • Setiap bait syair terdiri dari empat baris.
  • Syair menggunakan pola rima atau sajak yang a-a-a-a, di mana setiap baris dalam satu bait memiliki akhiran bunyi yang sama.
  • Semua baris dalam syair mengandung isi atau makna.


Contoh : 

dalam syair yang memiliki pola A-A-A-A

Angin datang

Pohon terkenang

Bunga terkenang

Hati terkenang


Pada contoh di atas, kata-kata datang dan terkenang berima karena memiliki bunyi akhir yang sama (-ang). 



  1. Struktur gurindam
  • Gurindam adalah salah satu puisi melayu, terdiri dari dua larik, mempunyai irama akhir sama dan merupakan satu kesatuan utuh.  Dalam satu bait gurindam terdapat dua baris. Baris pertama disebut syarat. Baris kedua disebut jawaban.
  • Gurindam biasanya terdiri dari satu bait, dan setiap bait terdiri dari dua baris.
  • Gurindam menggunakan pola rima atau sajak a-a, artinya bunyi di akhir baris pertama berima dengan bunyi di akhir baris kedua.
  • Kedua baris dalam gurindam mengandung isi atau pesan moral.
  • Baris pertama biasanya menyatakan sebab atau kondisi, sementara baris kedua menyatakan akibat atau nasihat


Contoh : 

Dengan orang tua jangan pernah melawan, Kalau tidak mau hidup berantakan.


Dua larik di atas saling berhubungan isinya.

Larik ke-1 merupakan syarat terjadinya keadaan pada larik ke-2.




Mari berlatih!


  1. Telaahlah pantun berikut dari struktur penyajian

Ayah pergi ke ladang mentimun,

baju kotor kena getahnya.

Ayolah kawan jangan melamun

melamun tiada gunanya


Jadi Kata berima pada pantun:

Kata berima pada larik ganjil (1 dan 3)

Kata berima pada larik genap (2 dan 4)




  1. Telaahlah syair berikut dari struktur penyajian

wahai ananda kekasih bunda, 

janganlah durhaka kepada ibu bapa, 

tunjuk ajarnya janganlah lupa, 

supaya hidup aman sentosa.


wahai ananda dengarlah madah, 

ibu dan bapa jangan disanggah, 

dosanya besar azab terdedah, 

dunia akhirat mendapat susah.



  1. Telaahlah gurindam berikut dari struktur penyajian 

jika belajar bersungguh-sungguh,

keberhasilan akan kau rengkuh.


jika berilmu janganlah angkuh, 

nanti dirimu akan terjatuh.


barang siapa tidak berilmu, 

bagaikan kursi tidak bertumpu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kelas 8 - Asassemen Formatif BAB 4 - Teks Ulasan Karya Fiksi - Pertemuan 10

  Assalammualaikum Wr. Wb.. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian...  Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 hari ini Kamis ...