Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian....
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia bersama Miss Mayang, Kelas 8 hari ini Kamis 16 Januari 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan membahas tentang Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan(Resensi) buku fiksi. Silahkan dibaca dan dipahami materinya.
Capaian Pembelajaran : menyampaikan pesan dan gagasan informasi berupa Kaidah Kebahasaan resensi(ulasan) sebuah buku/karya fiksi (membaca dan menyimak)
Tujuan Pembelajaran :
peserta didik mampu menentukan Kaidah Kebahasaan pada sebuah resensi buku/karya fiksi
pertemuan : 4
MATERI :
Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan
Seperti apa sih bahasa yang baik digunakan untuk menulis teks ulasan? Yuk, simak aspek kebahasaan dari teks ulasan berikut:
1. Konjungsi Penerang
Konjungsi penerang adalah kata penghubung yang dipakai untuk menjelaskan atau menerangkan suatu kejadian di dalam kalimat. Biasanya, konjungsi penerang ditandai oleh kata bahwa.
Contoh: Penulis menyampaikan bahwa karya tersebut terinspirasi dari lingkungan sekitarnya.
2. Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menerangkan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda. Konjungsi ini biasanya ditandai dengan kata-kata seperti sebelumnya, selanjutnya, setelahnya, lalu, kemudian, sesudahnya, sambil, sementara, sebelum, sejak, tatkala, ketika, dan semenjak.
Contoh:
- Film ini menjadi sangat populer semenjak rilis beberapa hari yang lalu.
- Sebelumnya novel ini telah mendapat kritikan dari beberapa pembacanya.
- Penulis itu sudah meluncurkan buku pertamanya kemudian buku keduanya beberapa bulan yang akan datang.
3. Konjungsi Penyebaban
Konjungsi penyebaban adalah kata penghubung yang menandakan adanya hubungan sebab akibat. Nama lain dari konjungsi ini adalah konjungsi sebab akibat atau konjungsi kausalitas. Konjungsi penyebaban ditandai dengan adanya kata karena dan sebab.
Contoh:
- Film ini layak mendapat penghargaan karena penggambaran alurnya mengejutkan.
- Buku ini banyak dibeli kalangan muda sebab penggunaan bahasanya cukup mudah dipahami.
4. Ungkapan Saran atau Rekomendasi
Saran atau rekomendasi adalah ungkapan yang berisi anjuran, imbauan, atau usul mengenai suatu hal. Kalimat berupa saran atau rekomendasi ditandai dengan kata hendaknya, sebaiknya, dan seharusnya.
Contoh:
- Hendaknya gambar yang digunakan berwarna sehingga memudahkan pembaca memahami isinya.
- Seharusnya sutradara lebih cermat dalam memilih pemainnya.
- Sebaiknya sampul buku lebih menggambarkan isi dari buku tersebut.
Mari berlatih :
Teks Ulasan Buku "Sang Pemimpi" Karya Andrea Hirata
Informasi umum
- Judul: Sang Pemimpi
- Penulis: Andrea Hirata
- Jenis Buku: Fiksi
- Penerbit: Bentang
- Cetakan I: Juli 2006
- Tebal: 292 Halaman
Orientasi
Sang Pemimpi adalah buku kedua dari Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Menceritakan kisah kehidupannya di Pulau Belitung yang dililit kemiskinan.
Ada tiga remaja SMA yang bermimpi untuk melanjutkan sekolah hingga ke Prancis menjelajahi Eropa hingga ke Afrika. Ikal, Arai, dan Jimbron adalah para pemimpi itu.
Tafsiran
Pada bab pertama buku ini, Andrea menceritakan bahwa dirinya (Ikal) dan kedua temannya Arai dan Jimbron adalah remaja yang nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar (tokoh antagonis buku ini).
Pak Mustar adalah wakil kepala SMA, tetapi berbeda dengan sang kepala sekolah yang bernama Pak Balia. Ia adalah cerminan guru teladan.
Pak Balia yang memberikan mimpi-mimpi kepada murid-muridnya terutama pada Ikal, Arai dan Jimbron.
Pada bab-bab selanjutnya, pembaca akan melihat potongan-potongan kisah seperti berdiri sendiri. Andrea hanya membuat cerpen-cerpen dalam satu buku.
Meski demikian, pada setiap bab, mulai awal hingga akhir, buku ini memiliki hubungan yang sangat erat, seperti mozaik-mozaik dalam kehidupan.
Evaluasi
Buku ini ditulis dengan bahasa yang mampu menyihir pembacanya sehingga pembaca ikut merasakan kebahagiaan, semangat, keputusasaan, dan kesedihan.
Selain itu, buku ini memiliki lelucon-lelucon yang tidak biasa, cerdas, dan pastinya membuat pembaca tertawa. Meskipun buku kedua dari Laskar Pelangi, nyaris tidak ada hubungannya dengan buku Laskar Pelangi.
Rangkuman
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, buku ini benar-benar buku yang sangat dibutuhkan oleh remaja masa kini.
Buku ini memberikan motivasi, semangat, dan mimpi pada anak-anak yang patah semangat, agar melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.
Selain itu, buku ini mengajarkan tentang ketakmungkinan yang bisa diwujudkan dengan kerja keras.
Soal :
Berdasarkan diatas masing-masing kelompok mendiskusikan serta menganalisis Kaidah Kebahasaan pada teks ulasan
- Konjungsi temporal
- Konjungsi penerang
- Konjungsi penyebab
- Ungkapan saran atau rekomendasi
Setelah selasai masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasil diskusinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar