Senin, 29 September 2025

Kelas 7 - BAB II : Majas Sarkasme Cerita Fantasi - Pertemuan 9

  Assalamualaikum Wr. Wb. Semangat Pagi Siswa-siswi Sekalian.... 

Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 hari ini Senin 29 September 2025, Pada Pembelajaran hari ini kita akan melanjutkan materi pertemuan sebelumnya yaitu "Majas Sarkasme Cerita Fantasi"

Silahkan dibaca dan dipahami materinya.

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : 7

Materi : Mengenali Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi

Pertemuan Ke : 10

Jam ke : 10-12

Metode : Diskusi Kelompok dan tanya jawab

Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif

Media/Alat peraga : PPT, Teks Naratif dan Buku Cetak

Bab II : Berkelana di Dunia Imajinasi

Elemen  

Capaian Pembelajaran (CP) : Peserta didik 


Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mempu menemukenali majas sarkasme dalam teks naratif "Kue-Kue Mao" dengan menuliskan ulang kalimat majas sarkasme dengan baik.


Kegiatan Pembelajaran : Mengenali Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi



Simak materi berikut ini : 


Majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata kasar dan tajam untuk mengejek, menghina, atau menyinggung seseorang atau sesuatu, sering kali untuk mengekspresikan rasa kesal atau marah secara tidak langsung melalui ujaran yang seolah-olah menghibur. Berbeda dengan sindiran halus, sarkasme disampaikan secara terang-terangan dan dapat sangat menyakitkan perasaan karena kepahitan diksi yang digunakan. 








Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarkasme adalah kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain dengan cemoohan atau ejekan kasar.

Ciri-Ciri Majas Sarkasme:
  • 1. Menggunakan kata-kata kasar dan pedas: Ungkapan yang digunakan tidaklah halus, melainkan langsung dan keras. 
  • 2. Bersifat menghina dan mengejek: Tujuannya adalah untuk merendahkan atau menjelek-jelekkan objek yang dituju. 
  • 3. Ungkapan tertulis maupun lisan: Dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun dalam karya sastra. 
  • 4. Biasanya bersifat pahit dan getir: Mengandung nada yang menunjukkan ketidaksenangan atau kekesalan yang mendalam. 
  • 5. Merupakan jenis ironi: Mengomunikasikan kebalikan dari apa yang dimaksudkan, tetapi dengan tujuan mengkritik secara pedas. 
Contoh Majas Sarkasme:

Contoh Majas Sarkasme

  1. Bicaramu banyak sekali, padahal kau tidak melakukan apa-apa.
  2. Kalau tidak tahu, ya berusaha untuk cara tahu, jangan hanya diam saja.
  3. Wah, hebat banget! Datang terlambat setiap hari, pasti contoh karyawan teladan.
  4. Pintar sekali, ya, nilai ulanganmu nol. Memang luar biasa usahamu!
  5. Percuma saja sekolah tinggi, kepada orang tua saja dia tak tahu sopan santun!
  6. Dasar anak pemalas, matahari sudah tinggi kau bahkan belum turun dari kasurmu.
  7. Aku tak peduli dengan air matanya bahkan jika dia menangis darah sekalipun. Aku tak akan tertipu lagi dengan air mata buayanya.
  8. Kamu itu memang jenius, sampai lupa cara membuka pintu!
  9. Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
  10. Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
  11. Dasar payah! Soal begini saja kau tidak bisa.
Latihan : 
Baca kembali teks fantasi berjudul "KueKue Mao" pada buku cetak halaman 54-56,. 
Kemudian siswa mencari kalimat yang mengandung majas Sarkasme. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar